RealBatam.com,Karimun-Bupati Karimun, Iskandarsyah, secara tegas menyatakan kesiapannya membawa Karimun keluar dari bayang-bayang dominasi pembangunan Batam melalui transformasi infrastruktur besar-besaran.
Langkah strategis ini difokuskan pada percepatan konektivitas antarpulau sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Komitmen tersebut tertuang dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang menargetkan konektivitas tanpa batas.
Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur tidak lagi dipandang sebagai proyek jangka pendek, melainkan sebagai investasi masa depan bagi kesejahteraan masyarakat.
Iskandarsyah bahkan menyebut Karimun sebagai “raksasa tidur” yang memiliki potensi besar untuk bangkit. Terlebih lagi, wilayah ini berada di jalur perdagangan internasional Selat Malaka dan berbatasan langsung dengan Singapura serta Malaysia. Posisi strategis ini, menurutnya, menjadi modal kuat untuk mendorong Karimun bersaing dengan pusat ekonomi regional.
“Kami ingin Karimun setara dengan Batam. Selama ini orang mengenal Kepri itu identik dengan Batam, padahal Karimun memiliki potensi yang tidak kalah, bahkan lebih unggul di sejumlah sektor,” tegas Iskandarsyah, Senin, 16 Februari 2026.
Namun demikian, tantangan geografis Karimun terbilang unik karena memiliki 254 pulau dengan 57 di antaranya berpenghuni. Alih-alih menjadi hambatan, pulau-pulau tersebut justru dipandang sebagai peluang ekonomi besar yang belum tergarap maksimal.
Lebih lanjut, ia memaparkan tiga pilar utama pembangunan yang menjadi prioritas daerah. Pilar tersebut meliputi pembangunan jembatan antarpulau, modernisasi pelabuhan dan bandara, serta integrasi jalur transportasi laut yang lebih efisien.
Tidak berhenti pada infrastruktur fisik, Iskandarsyah juga mengarahkan pembangunan ke sektor energi hijau. Pulau-pulau yang tersebar akan diintegrasikan dalam proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk mendukung kebutuhan energi berkelanjutan.
“Nantinya pulau-pulau ini akan dimanfaatkan untuk kerja sama energi hijau yang menyuplai listrik ke Singapura. Ini adalah peluang emas yang akan menempatkan Karimun di peta ekonomi regional,” tambahnya.
Langkah konkret yang telah masuk dalam RPJMD tersebut diharapkan tidak hanya menjadi proyek mercusuar semata. Sebaliknya, program ini ditargetkan menjadi penggerak ekonomi rakyat melalui pembukaan lapangan kerja, pemerataan pembangunan, serta peningkatan investasi asing.
“Jika darat dan laut kita terhubung dengan sarana prasarana yang memadai, Karimun akan bangkit menjadi kekuatan ekonomi baru di Kepri,” tutupnya.







