“Sepatu Laras di Leher Siswa: Aktivis Kota Banjar, Sandi Mardiana Putra, Menuntut Keadilan Tanpa Tapi!”

oleh -378 Dilihat
oleh

RealBatam.com,Banjar-Anggota BEM PTNU Kota Banjar, Sandi Mardiana Putra, mengecam keras dugaan tindakan represif oknum anggota Brimob Polda Maluku yang mengakibatkan tewasnya seorang siswa di Tual. Melalui keterangannya, Sandi menegaskan bahwa insiden ini bukan sekadar pelanggaran disiplin, melainkan tragedi kemanusiaan yang mencoreng institusi Polri.
Poin-Poin Tuntutan:
1. Usut Tuntas Tanpa Kompromi: Sandi mendesak Kapolri untuk mengambil langkah tegas. “Kita tidak butuh sekadar kata maaf atau sanksi etik. Kita butuh keadilan pidana yang transparan bagi korban dan keluarganya,” tegas Sandi.
2. Evaluasi Penggunaan Kekuatan: Tragedi ini menunjukkan adanya lubang besar dalam SOP penggunaan kekuatan oleh aparat di lapangan. Institusi Polri harus dievaluasi secara menyeluruh agar senjata dan seragam tidak digunakan untuk menindas rakyat.
3. Reformasi Mentalitas Aparat: Sandi menyoroti pentingnya reformasi kultural di tubuh kepolisian. “Polisi itu pelindung, bukan algojo. Nyawa seorang siswa adalah masa depan bangsa yang tidak bisa digantikan dengan dalih apa pun.”
“Hari ini kita berduka, bukan hanya untuk korban di Tual, tapi untuk rasa aman yang semakin mahal di negeri ini. Jika hukum tajam ke bawah tapi tumpul ke kawan sendiri, maka jangan salahkan jika kepercayaan publik runtuh total.”
— Sandi Mardiana Putra
Seruan Aksi Solidaritas
Sandi juga mengajak seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat sipil di Kota Banjar untuk tetap kritis dan mengawal kasus ini hingga tuntas. Ia menegaskan bahwa solidaritas tidak mengenal batas wilayah; duka di Tual adalah duka bagi seluruh rakyat dan pelajar di Indonesia.
#KeadilanUntukKorban
#ReformasiPolri
#SandiMardianaPutra #StopKekerasanAparat

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.