Arus Balik HMI: Dari Kuadran Pasar Menuju Sosialisme Konstitusional Pimpin Apel Gabungan, Bupati Aneng Tekankan Pentingnya Disiplin dan Integritas ASN Wamenhaj Imbau Umrah Tak Naik Pesawat Transit Malaysia-Singapura Rencana Penggunaan PLTN di Batam: Antara Ketahanan Energi Nasional dan Ancaman Keselamatan Publik Bamsoet Dukung Sufmi Dasco: Indonesia Harus Berani Tentukan Rating Bursa Sendiri, MSCI Bukan Penentu Nasib Ekonomi Bangsa Mendagri Tito Karnavian: Normalisasi 137 Sungai Jadi Prioritas Pulihkan Pascabencana Sumatera

Daerah

“Sepatu Laras di Leher Siswa: Aktivis Kota Banjar, Sandi Mardiana Putra, Menuntut Keadilan Tanpa Tapi!”

badge-check


					“Sepatu Laras di Leher Siswa: Aktivis Kota Banjar, Sandi Mardiana Putra, Menuntut Keadilan Tanpa Tapi!” Perbesar

RealBatam.com,Banjar-Anggota BEM PTNU Kota Banjar, Sandi Mardiana Putra, mengecam keras dugaan tindakan represif oknum anggota Brimob Polda Maluku yang mengakibatkan tewasnya seorang siswa di Tual. Melalui keterangannya, Sandi menegaskan bahwa insiden ini bukan sekadar pelanggaran disiplin, melainkan tragedi kemanusiaan yang mencoreng institusi Polri.
Poin-Poin Tuntutan:
1. Usut Tuntas Tanpa Kompromi: Sandi mendesak Kapolri untuk mengambil langkah tegas. “Kita tidak butuh sekadar kata maaf atau sanksi etik. Kita butuh keadilan pidana yang transparan bagi korban dan keluarganya,” tegas Sandi.
2. Evaluasi Penggunaan Kekuatan: Tragedi ini menunjukkan adanya lubang besar dalam SOP penggunaan kekuatan oleh aparat di lapangan. Institusi Polri harus dievaluasi secara menyeluruh agar senjata dan seragam tidak digunakan untuk menindas rakyat.
3. Reformasi Mentalitas Aparat: Sandi menyoroti pentingnya reformasi kultural di tubuh kepolisian. “Polisi itu pelindung, bukan algojo. Nyawa seorang siswa adalah masa depan bangsa yang tidak bisa digantikan dengan dalih apa pun.”
“Hari ini kita berduka, bukan hanya untuk korban di Tual, tapi untuk rasa aman yang semakin mahal di negeri ini. Jika hukum tajam ke bawah tapi tumpul ke kawan sendiri, maka jangan salahkan jika kepercayaan publik runtuh total.”
— Sandi Mardiana Putra
Seruan Aksi Solidaritas
Sandi juga mengajak seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat sipil di Kota Banjar untuk tetap kritis dan mengawal kasus ini hingga tuntas. Ia menegaskan bahwa solidaritas tidak mengenal batas wilayah; duka di Tual adalah duka bagi seluruh rakyat dan pelajar di Indonesia.
#KeadilanUntukKorban
#ReformasiPolri
#SandiMardianaPutra #StopKekerasanAparat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PA GMNI Jabar Siap Jadi Mitra Strategis & Kritis Pemerintah

26 Oktober 2026 - 01:07 WIB

PW PII Kalbar Bersama PD PII Pontianak Audiensi dengan Disporapar, Dorong Pengembangan Potensi dan Kepemimpinan Pemuda Pelajar

21 Oktober 2026 - 14:04 WIB

Bukan Sekadar Persoalan Satu Pasien, Kasus Infus Balita di Karawang Jadi Momentum Pembenahan Pelayanan Kesehatan

2 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Dinkes Karawang Diminta Beri sangsi terhadap R.S Permata Keluarga Kasus Dugaan Kelalaian Pelayanan Anak

2 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Perlindungan Pasien Anak Jadi Sorotan, Keluarga Pertanyakan Prosedur Pemasangan Infus di RS Permata Keluarga

2 Oktober 2026 - 15:33 WIB

Trending di Jawa Barat