BKOW Kepri Dorong Perempuan Mandiri Ekonomi Melalui Pelatihan Membuat Kue Matangkan persiapan, jadwal pelaksanaan Porprov VI Kepri Resmi Dirilis : 30 cabang Olahraga Siap Dipertandingkan di Tanjungpinang Wawako Raja Ariza Sambut Yachter Mancanegara dalam Welcome Dinner Sail 2 Indonesia 2026 BP Batam Buka Kembali Ruas Jalan Gajah Mada, Lebih Cepat dari Target Amsakar Serap Aspirasi Warga Galang, Air Bersih dan Infrastruktur Jadi Perhatian Gubernur Ansar Buka Bimtek Keluarga Berintegritas, KPK Dorong Pencegahan Korupsi Dimulai dari Keluarga

Nasional

Menlu: Pasukan Indonesia di ISF Tidak Lakukan Pelucutan Senjata atau Demiliterisasi

badge-check


					Menlu: Pasukan Indonesia di ISF Tidak Lakukan Pelucutan Senjata atau Demiliterisasi Perbesar

RealBatam.com,Washington DC-Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, menegaskan bahwa sebanyak 8.000 personel Indonesia yang akan tergabung dalam International Stabilization Force (ISF) tidak akan menjalankan operasi militer ofensif. Ia memastikan pasukan Indonesia tidak akan terlibat dalam pelucutan senjata maupun agenda demiliterisasi di wilayah penugasan.

Pernyataan tersebut disampaikan Sugiono saat memberikan keterangan pers di Washington D.C. Ia menekankan bahwa partisipasi Indonesia semata-mata didasarkan pada mandat internasional yang berorientasi pada stabilisasi dan perlindungan masyarakat sipil.

Menurutnya, keberadaan pasukan Indonesia di Jalur Gaza difokuskan pada misi penjagaan perdamaian. Tugas utama yang diemban adalah memastikan situasi tetap kondusif serta membantu menjamin keselamatan warga sipil di tengah kondisi keamanan yang belum sepenuhnya stabil.

Sugiono juga menjelaskan bahwa pemerintah telah menetapkan batasan khusus atau national caveat bagi personel Tentara Nasional Indonesia yang terlibat. Dengan ketentuan tersebut, prajurit Indonesia tidak diperkenankan melakukan tindakan tempur agresif di luar mandat perlindungan dan stabilisasi.

Selain menjalankan fungsi pengamanan, pasukan Indonesia akan berperan dalam mendukung upaya kemanusiaan serta koordinasi perlindungan warga sipil dari berbagai pihak. Pemerintah menegaskan bahwa keterlibatan ini tidak memiliki kaitan dengan perubahan sikap politik luar negeri Indonesia terhadap Israel.

Lebih lanjut, Indonesia juga memperoleh posisi strategis dalam struktur komando ISF, termasuk penunjukan perwakilan pada jajaran pimpinan operasional. Pemerintah memandang kepercayaan tersebut sebagai pengakuan atas profesionalisme dan pengalaman panjang Indonesia dalam berbagai misi penjaga perdamaian internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

10 Tahun Diperjuangkan, Gas Natuna Kini Resmi Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi

29 Oktober 2026 - 02:52 WIB

Operasi Patuh 2026, Polri Ajak Masyarakat Jadikan Keselamatan sebagai Kebiasaan

29 Oktober 2026 - 00:35 WIB

Setelah Ramai Jadi Sorotan Publik, Dua Putra Gus Irfan Tinggalkan Jabatan Tenaga Ahli Kemenhaj

27 Oktober 2026 - 16:07 WIB

Wamenhaj Imbau Umrah Tak Naik Pesawat Transit Malaysia-Singapura

27 Oktober 2026 - 03:20 WIB

Bamsoet Dukung Sufmi Dasco: Indonesia Harus Berani Tentukan Rating Bursa Sendiri, MSCI Bukan Penentu Nasib Ekonomi Bangsa

26 Oktober 2026 - 19:28 WIB

Trending di Nasional