Pengamat: Yayasan IGM Perlu Jujur Akui Ada Aktivitas Komersial, Status Nirlaba Tak Otomatis Bebas PBB Momentum Sumpah Pemuda: Jangan Hanya Jadi Angka, Jaga Konstitusi Relokasi UMKM Teluk Keriting, Pemko Siapkan Lokasi Alternatif Porprov Kepri, Hotel di Tanjungpinang Fully Booked Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Ansar Ajak Generasi Muda Patriotik, Gigih, dan Berempati. Wagub Nyanyang Terima Kunjungan International Zheng He Society, Kepri Bidik Peluang Kerja Sama Maritim dan Investasi Global

Nasional

Yunarto Soroti Perubahan Era Prabowo, Anggaran Infrastruktur Berbeda dari Zaman Jokowi

badge-check


					Yunarto Soroti Perubahan Era Prabowo, Anggaran Infrastruktur Berbeda dari Zaman Jokowi Perbesar

Realbatam.com. Jakarta-Arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto dinilai memperlihatkan perubahan yang lebih besar daripada yang mungkin terjadi jika Anies Baswedan memenangkan Pilpres sebelumnya.

Penilaian ini disampaikan Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya, dengan menyoroti pergeseran prioritas belanja negara.

Yunarto menilai, anggapan bahwa pemerintahan Prabowo akan melanjutkan kebijakan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) tidak sepenuhnya sesuai dengan arah kebijakan yang berjalan saat ini.

Dalam pernyataannya pada Sabtu, 10 Oktober 2026, Yunarto bahkan membandingkan perubahan pada era Prabowo dengan agenda perubahan yang dahulu diusung Anies selama kampanye Pilpres.

“Perubahan dalam pemerintahan Prabowo bahkan berpotensi melampaui apa yang mungkin dilakukan Anies,” ujar Yunarto.

Menurut dia, perbedaan arah pemerintahan dapat dilihat dari cara negara menentukan prioritas penggunaan anggaran.

Salah satu indikatornya ialah berkurangnya alokasi untuk infrastruktur dibandingkan periode terakhir pemerintahan Jokowi.

Pada saat yang sama, pemerintahan Prabowo mendorong program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan sejumlah agenda populis lainnya yang membutuhkan dukungan anggaran besar.

Yunarto menilai pilihan tersebut memperlihatkan karakter kebijakan Prabowo sekaligus membawa konsekuensi terhadap pembiayaan program pemerintah.

“Anggaran infrastruktur berkurang dibandingkan era terakhir Jokowi. Demi menjalankan MBG dan program populis lainnya, pemerintah sampai memangkas transfer daerah dan anggaran desa,” kata Yunarto.

Pergeseran prioritas itu menjadi perhatian karena anggaran pemerintah berkaitan langsung dengan ruang fiskal daerah.

Ketika transfer dari pusat mengalami pengurangan, pemerintah daerah berpotensi menghadapi tantangan dalam menyesuaikan pembiayaan program dan kebutuhan pembangunan.

Yunarto juga menyinggung keterkejutan yang muncul di kalangan kepala daerah dan pelaku pasar terhadap perubahan tersebut.

Ia menghubungkan dinamika kebijakan dengan perkembangan kepuasan publik pada bulan-bulan awal pemerintahan Prabowo, tanpa merinci angka survei dalam pernyataannya.

Yunarto, perubahan arah pemerintahan tersebut tidak berarti Prabowo meninggalkan pemikiran politiknya sendiri.

Sebaliknya, ia menilai kebijakan yang ditempuh saat ini justru sejalan dengan gagasan Prabowo yang pernah dituangkan dalam buku Paradoks Indonesia.

Ia menilai kekeliruan justru terletak pada anggapan bahwa Prabowo akan sepenuhnya mempertahankan pola pemerintahan Jokowi.

“Prabowo konsisten dengan pemikirannya. Yang keliru adalah membayangkan dia akan menjadi pemimpin yang meneruskan pola Jokowi,” pungkas Yunarto.

Pernyataan tersebut menempatkan anggaran negara sebagai salah satu tolok ukur penting untuk membaca arah pemerintahan Prabowo.

Besarnya alokasi bagi program prioritas dan perubahan pembiayaan infrastruktur maupun daerah menjadi aspek yang perlu dicermati dalam menilai konsekuensi kebijakan pemerintah. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Setelah Ramai Jadi Sorotan Publik, Dua Putra Gus Irfan Tinggalkan Jabatan Tenaga Ahli Kemenhaj

27 Oktober 2026 - 16:07 WIB

Wamenhaj Imbau Umrah Tak Naik Pesawat Transit Malaysia-Singapura

27 Oktober 2026 - 03:20 WIB

Bamsoet Dukung Sufmi Dasco: Indonesia Harus Berani Tentukan Rating Bursa Sendiri, MSCI Bukan Penentu Nasib Ekonomi Bangsa

26 Oktober 2026 - 19:28 WIB

Mendagri Tito Karnavian: Normalisasi 137 Sungai Jadi Prioritas Pulihkan Pascabencana Sumatera

26 Oktober 2026 - 19:20 WIB

DEN Dorong MBG Prioritaskan Wilayah 3T, Desa dan Masyarakat Miskin

21 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Trending di Nasional