Pimpin Apel Gabungan, Bupati Aneng Tekankan Pentingnya Disiplin dan Integritas ASN Wamenhaj Imbau Umrah Tak Naik Pesawat Transit Malaysia-Singapura Rencana Penggunaan PLTN di Batam: Antara Ketahanan Energi Nasional dan Ancaman Keselamatan Publik Bamsoet Dukung Sufmi Dasco: Indonesia Harus Berani Tentukan Rating Bursa Sendiri, MSCI Bukan Penentu Nasib Ekonomi Bangsa Mendagri Tito Karnavian: Normalisasi 137 Sungai Jadi Prioritas Pulihkan Pascabencana Sumatera Hari Bakti ke-55, BP Batam Gaungkan Semangat “Batam Maju, Investasi Melaju”

Nasional

DEN Dorong MBG Prioritaskan Wilayah 3T, Desa dan Masyarakat Miskin

badge-check


					DEN Dorong MBG Prioritaskan Wilayah 3T, Desa dan Masyarakat Miskin Perbesar

Realbatam.com. Jakarta-Pemerataan akses gizi bagi anak menjadi salah satu perhatian dalam rekomendasi Dewan Ekonomi Nasional (DEN) kepada Presiden Prabowo Subianto. DEN mendorong agar pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) memprioritaskan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), kawasan perdesaan, serta masyarakat miskin.

Rekomendasi tersebut disampaikan dalam pertemuan Presiden Prabowo dengan Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan bersama jajaran DEN dan sejumlah menteri terkait di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Dalam pertemuan itu, DEN memaparkan hasil kajian mengenai dampak program MBG. Kajian tersebut menunjukkan potensi peningkatan kehadiran siswa di sekolah, semangat belajar, serta pengurangan rasa lapar pada anak.

Atas dasar itu, pemerataan distribusi menjadi aspek penting agar manfaat program tidak hanya dirasakan masyarakat di wilayah yang memiliki akses dan fasilitas memadai, tetapi juga anak-anak di daerah yang menghadapi keterbatasan infrastruktur dan layanan dasar.

Wilayah 3T dan kawasan perdesaan menjadi perhatian karena kondisi geografis, akses transportasi, serta jangkauan layanan dapat menjadi tantangan dalam distribusi kebutuhan pangan. Prioritas kepada masyarakat miskin juga diarahkan agar program menjangkau kelompok yang membutuhkan dukungan lebih besar.

Selain program MBG, DEN turut menyampaikan perkembangan uji coba digitalisasi perlindungan sosial yang telah menjangkau 514 kabupaten/kota dengan 11,5 juta kepala keluarga terdaftar.

Digitalisasi perlindungan sosial diharapkan meningkatkan transparansi dan ketepatan sasaran bantuan. Penguatan sistem data dinilai penting untuk mendukung kebijakan yang lebih terukur dalam menjangkau masyarakat penerima manfaat.

Pertemuan tersebut juga membahas penguatan industri hilirisasi aluminium dan komponen baterai litium, strategi menjaga harga BBM bersubsidi hingga akhir tahun, serta langkah mengantisipasi dampak El Niño dan La Niña.

Dalam menghadapi risiko perubahan iklim, DEN merekomendasikan penguatan cadangan pangan, kelancaran distribusi, operasi pasar, dan penyediaan layanan kesehatan khusus bagi masyarakat di wilayah terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Berbagai rekomendasi tersebut menjadi bagian dari pembahasan pemerintah dalam memperkuat perlindungan masyarakat, meningkatkan pemerataan manfaat program prioritas, dan menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wamenhaj Imbau Umrah Tak Naik Pesawat Transit Malaysia-Singapura

27 Oktober 2026 - 03:20 WIB

Bamsoet Dukung Sufmi Dasco: Indonesia Harus Berani Tentukan Rating Bursa Sendiri, MSCI Bukan Penentu Nasib Ekonomi Bangsa

26 Oktober 2026 - 19:28 WIB

Mendagri Tito Karnavian: Normalisasi 137 Sungai Jadi Prioritas Pulihkan Pascabencana Sumatera

26 Oktober 2026 - 19:20 WIB

PB PII Desak Presiden Evaluasi Total Menteri Kehutanan: Karhutla Terus Meluas, Pelajar Ikut Menanggung Dampaknya

20 Oktober 2026 - 23:37 WIB

Sekjen PP KMHDI Ingatkan Pemerintah Cegah Penguasaan Lahan Bekas Kebakaran oleh Oligarki

20 Oktober 2026 - 19:52 WIB

Trending di Nasional