Dewi Ansar Buka OKE GAS di Mapur, Perkuat Peran Keluarga Cegah Stunting DPP GEMA SILAMPARI Desak Usut Dugaan Penyimpangan Anggaran Proyek Infrastruktur Di Kota Lubuklinggau. Pemprov Kepri dan Kejati Kepri Perkuat Pengamanan Proyek Strategis dan Pemulihan Aset Daerah Merawat Warisan Sejarah Pulau Penyengat, Harapan Ekonomi Masyarakat Menguat 442 Atlet Batam Berlaga di Porprov Kepri 2026, Targetkan Juara Umum Jambore PKK Batam 2026 Digelar November, 120 Kader Siap Berpartisipasi

Nasional

Setelah Peresmian Lima Kodam Baru, Berlanjut Pelantikan Pangdam di Monas

badge-check


					Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (17/8/2026). Perbesar

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (17/8/2026).

Realbatam.com. Jakarta-TNI AD bakal memiliki Lima Kodam per 5 Oktober 2026. Peresmian lima Kodam baru tersebut akan dilakukan oleh Presiden RI pada peringatan HUT ke-81 TNI di Monas, Jakarta Pusat. Informasi yang didapatkan Republika, setelah peresmian sejumlah satuan baru termasuk Kodam, RI 1 juga bakal melantik lima Pangdam baru.

Adapun Kodam baru tersebut terbentuk di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku Utara (Malut), dan Papua Tengah (Papteng), masih belum diketahui. TNI AD berencana mendirikan 38 Kodam se-Indonesia dari 21 Kodam yang sudah berdiri hingga 2026.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak menjelaskan, tugas Kodam baru sama seperti Kodam eksisting yang sudah berdiri di 21 provinsi. Kodam baru bakal bertaggung jawab menjalankan kegiatan teritorial seperti menjaga keamanan warga hingga pendataan serta pengerjaan fasilitas umum yang rusak.

“Tetapi jika kondisi darurat, kodam ini lah nanti yang memimpin untuk melakukan perlawanan terhadap musuh. Itu dibilangnya perlawanan rakyat semesta,” ujar Maruli di Monas, Sabtu.

Dia mencontohkan, Kodam di Papteng bakal bertanggung jawab menangani konflik dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Maruli menyebut, masalah OPM memang menjadi kewenangan Satgas TNI Habema. Meski begitu, Kodam Tapteng ikut bertugas menjaga teritorial.

“Kalau untuk OPM ini satgas yang mengurus. Setelah mereka memastikan sebuah daerah berhasil dikuasai dan aman, barulah kodam masuk ke situ untuk kegiatan teritorial,” ucap Maruli. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Setelah Ramai Jadi Sorotan Publik, Dua Putra Gus Irfan Tinggalkan Jabatan Tenaga Ahli Kemenhaj

27 Oktober 2026 - 16:07 WIB

Wamenhaj Imbau Umrah Tak Naik Pesawat Transit Malaysia-Singapura

27 Oktober 2026 - 03:20 WIB

Bamsoet Dukung Sufmi Dasco: Indonesia Harus Berani Tentukan Rating Bursa Sendiri, MSCI Bukan Penentu Nasib Ekonomi Bangsa

26 Oktober 2026 - 19:28 WIB

Mendagri Tito Karnavian: Normalisasi 137 Sungai Jadi Prioritas Pulihkan Pascabencana Sumatera

26 Oktober 2026 - 19:20 WIB

DEN Dorong MBG Prioritaskan Wilayah 3T, Desa dan Masyarakat Miskin

21 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Trending di Nasional