Amsakar Luncurkan DUKSTAR, Pelayanan Kependudukan Lebih Dekat ke Warga Peringati Sumpah Pemuda 2026, Dorong Generasi Muda Berkarakter dan Peduli Bertepatan dengan Hari Bakti ke-55, Kepala BP Batam Raih Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2026 Harmoni Asa Usung Semangat Restorasi, Tawarkan Penguatan Aspirasi dan Pengembangan Kompetensi Mahasiswa POLSRI Pesantren An Ni’mah Sagulung Terbakar, Santri Terlihat Panik dan Berhamburan Dewi Ansar Buka OKE GAS di Mapur, Perkuat Peran Keluarga Cegah Stunting

Nasional

Indonesia Tangguhkan Partisipasi dalam Board of Peace di Tengah Eskalasi Konflik AS-Israel-Iran

badge-check


					Indonesia Tangguhkan Partisipasi dalam Board of Peace di Tengah Eskalasi Konflik AS-Israel-Iran Perbesar

RealBatam.com,Jakarta-Pemerintah Indonesia memutuskan menangguhkan seluruh pembahasan terkait partisipasi dalam inisiatif Board of Peace, sebuah forum yang digagas Presiden Amerika Serikat.

Keputusan tersebut diambil menyusul meningkatnya ketegangan militer di Timur Tengah setelah serangan terhadap Iran yang memicu kekhawatiran global.

Menteri Luar Negeri Indonesia, , menyatakan bahwa langkah penangguhan dilakukan karena perkembangan situasi keamanan di kawasan yang memengaruhi prioritas diplomasi negara-negara yang terlibat dalam inisiatif tersebut. Menurutnya, perhatian komunitas internasional saat ini lebih terfokus pada dampak konflik yang melibatkan Iran.

Sugiono menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia akan melakukan konsultasi intensif dengan sejumlah mitra di kawasan Teluk yang terdampak langsung oleh meningkatnya ketegangan dan serangan militer yang terjadi. Dialog tersebut dinilai penting untuk memetakan situasi keamanan regional sekaligus menentukan langkah diplomasi yang tepat ke depan.

Di dalam negeri, rencana keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace sebelumnya menuai kritik dari berbagai kelompok politik dan organisasi keagamaan. Mereka menilai bahwa bergabung dalam forum yang diprakarsai oleh pemerintahan berpotensi melemahkan posisi tradisional Indonesia yang selama ini konsisten mendukung perjuangan rakyat Palestina.

Dalam konteks yang sama, (MUI) juga mendesak pemerintah untuk segera menarik diri dari inisiatif tersebut. MUI berpendapat bahwa forum tersebut dinilai tidak efektif, terutama di tengah berlanjutnya operasi militer dan meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa keputusan penangguhan ini bersifat sementara sambil memantau perkembangan situasi geopolitik di kawasan. Jakarta juga menekankan komitmennya untuk terus mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dan menjaga stabilitas regional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Setelah Ramai Jadi Sorotan Publik, Dua Putra Gus Irfan Tinggalkan Jabatan Tenaga Ahli Kemenhaj

27 Oktober 2026 - 16:07 WIB

Wamenhaj Imbau Umrah Tak Naik Pesawat Transit Malaysia-Singapura

27 Oktober 2026 - 03:20 WIB

Bamsoet Dukung Sufmi Dasco: Indonesia Harus Berani Tentukan Rating Bursa Sendiri, MSCI Bukan Penentu Nasib Ekonomi Bangsa

26 Oktober 2026 - 19:28 WIB

Mendagri Tito Karnavian: Normalisasi 137 Sungai Jadi Prioritas Pulihkan Pascabencana Sumatera

26 Oktober 2026 - 19:20 WIB

DEN Dorong MBG Prioritaskan Wilayah 3T, Desa dan Masyarakat Miskin

21 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Trending di Nasional