Hj.Eva Susanti Apresiasi Posbakum YBH-SSB, Dorong Sinergi Bantuan Hukum bagi Masyarakat Miskin di Palembang Komitmen Kapolda Jawa Timur menjaga Pemuda: “Pemuda Berani Melawan Narkoba, Menjaga Persatuan dan Masa Depan Jawa Timur” Daarurrahmah Cup V Resmi Dibuka, Jadi Ajang Silaturahmi dan Unjuk Bakat Pelajar SD/MI se-Kabupaten Bekasi Pengamat: Yayasan IGM Perlu Jujur Akui Ada Aktivitas Komersial, Status Nirlaba Tak Otomatis Bebas PBB Momentum Sumpah Pemuda: Jangan Hanya Jadi Angka, Jaga Konstitusi Relokasi UMKM Teluk Keriting, Pemko Siapkan Lokasi Alternatif

Nasional

BGN Ancam Putus Kerja Sama, Yayasan Diduga Minta Setoran Makan Bergizi Gratis

badge-check


					BGN Ancam Putus Kerja Sama, Yayasan Diduga Minta Setoran Makan Bergizi Gratis Perbesar

BGN Ancam Putus Kerja Sama, Yayasan Diduga Minta Setoran Makan Bergizi Gratis

Realbatam.com. Jakarta-Badan Gizi Nasional (BGN) membongkar praktik culas yang mengancam kualitas program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala BGN, Sudaryono, mengungkap adanya dugaan penyimpangan berupa pemotongan anggaran atau permintaan setoran yang dilakukan oleh oknum yayasan terhadap mitra pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Praktik tidak terpuji ini dinilai merugikan mitra pengelola sekaligus berpotensi mengorbankan mutu gizi makanan yang seharusnya diterima masyarakat penerima manfaat secara optimal.

Berdasarkan temuan di lapangan, Sudaryono membeberkan bahwa sejumlah mitra dapur dimintai potongan berkisar antara Rp1.500 hingga Rp2.000 untuk setiap porsi makanan yang disalurkan.

Tragisnya, pangkasan dana tersebut dituntut oleh pihak yayasan yang sama sekali tidak ikut berkeringat maupun menyetor modal dalam operasional harian. Menurut Sudaryono, kondisi itu terjadi ketika mitra merupakan pihak yang mengeluarkan modal untuk membangun dan menjalankan dapur MBG.

Sementara itu, terdapat yayasan yang dinilai tidak terlibat langsung dalam operasional dapur tetapi tetap meminta setoran.

Ia mengatakan persoalan tersebut dapat berdampak terhadap kualitas makanan yang diterima penerima manfaat. Potongan biaya, kata Sudaryono, berpotensi membuat mitra mengurangi kualitas menu yang disediakan.

Menanggapi fenomena yang mencederai integritas program ini, BGN menegaskan tidak akan tinggal diam dan bersiap mengambil langkah drastis tanpa toleransi.

BGN pun menyatakan akan mengambil tindakan terhadap yayasan yang terbukti melakukan pungutan tersebut. Sudaryono menegaskan kerja sama dengan pihak yang bermasalah dapat dihentikan.

Guna menutup celah permainan kotor tersebut serta menjamin transparansi pengelolaan, BGN kini memperketat sistem tata kelola operasional dengan meluncurkan kanal pendaftaran khusus yang memisahkan peran setiap pihak secara tegas.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, BGN menyediakan dua portal registrasi, masing-masing untuk yayasan dan mitra. Mitra yang merasa dirugikan juga diberikan ruang untuk menyampaikan bukti serta mengajukan pergantian yayasan.

Langkah tegas ini diambil untuk memastikan seluruh anggaran negara yang dialokasikan benar-benar terserap demi pemenuhan gizi masyarakat tanpa ada kebiasaan “sunat” anggaran di tengah jalan.

Sudaryono menegaskan mekanisme tersebut disiapkan agar mitra dapat memilih yayasan yang benar-benar memberikan kontribusi terhadap operasional dapur MBG. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Setelah Ramai Jadi Sorotan Publik, Dua Putra Gus Irfan Tinggalkan Jabatan Tenaga Ahli Kemenhaj

27 Oktober 2026 - 16:07 WIB

Wamenhaj Imbau Umrah Tak Naik Pesawat Transit Malaysia-Singapura

27 Oktober 2026 - 03:20 WIB

Bamsoet Dukung Sufmi Dasco: Indonesia Harus Berani Tentukan Rating Bursa Sendiri, MSCI Bukan Penentu Nasib Ekonomi Bangsa

26 Oktober 2026 - 19:28 WIB

Mendagri Tito Karnavian: Normalisasi 137 Sungai Jadi Prioritas Pulihkan Pascabencana Sumatera

26 Oktober 2026 - 19:20 WIB

DEN Dorong MBG Prioritaskan Wilayah 3T, Desa dan Masyarakat Miskin

21 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Trending di Nasional