Harmoni Asa Usung Semangat Restorasi, Tawarkan Penguatan Aspirasi dan Pengembangan Kompetensi Mahasiswa POLSRI Pesantren An Ni’mah Sagulung Terbakar, Santri Terlihat Panik dan Berhamburan Dewi Ansar Buka OKE GAS di Mapur, Perkuat Peran Keluarga Cegah Stunting DPP GEMA SILAMPARI Desak Usut Dugaan Penyimpangan Anggaran Proyek Infrastruktur Di Kota Lubuklinggau. Pemprov Kepri dan Kejati Kepri Perkuat Pengamanan Proyek Strategis dan Pemulihan Aset Daerah Merawat Warisan Sejarah Pulau Penyengat, Harapan Ekonomi Masyarakat Menguat

Tanjungpinang

Diduga Dibunuh Suami Saat Azan Isya, IRT Tewas di Dalam Rumah

badge-check


					Diduga Dibunuh Suami Saat Azan Isya, IRT Tewas di Dalam Rumah Perbesar

RealBatam.com,Tanjungpinang-Seorang ibu rumah tangga bernama Harsalena (58) ditemukan tewas di dalam rumahnya dan diduga dibunuh oleh suaminya sendiri saat azan Isya berkumandang.

Peristiwa tragis itu terjadi di Perumahan Bintan Permata Indah, Jalan Ganet, Blok Bougenvile 9, Tanjungpinang, pada Rabu (25/2/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.

Kejadian tersebut sontak menggegerkan warga sekitar. Suasana yang sebelumnya tenang mendadak berubah mencekam setelah terdengar teriakan histeris dari anak korban.

Salah satu tetangga korban, Indra, menuturkan kecurigaan awal muncul saat anak korban tidak menemukan ibunya di rumah menjelang waktu berbuka puasa.

“Awalnya istri saya dihubungi anak korban sekitar pukul 18.30 WIB. Dia baru pulang kerja dan mencari ibunya, tapi tidak ada di rumah. Lalu disuruh cek ke tetangga,” ujar Indra.

Menurutnya, anak korban sempat duduk di depan rumah dalam kondisi gelisah. Istri Indra kemudian ikut membantu melakukan pencarian.

“Karena tidak ketemu, kami curiga. Cek CCTV tetangga depan rumah. Di situ terlihat korban sempat keluar, lalu masuk lagi, tapi tidak terlihat keluar lagi setelah itu,” jelasnya.

Kecurigaan semakin kuat setelah ditemukan bercak darah di dalam rumah, tepatnya di area ruang tamu dekat meja dan sofa.

Tak lama kemudian, anak korban berteriak histeris. Indra yang sedang makan langsung keluar rumah.

“Saya dengar anaknya teriak, katanya sudah dipukul. Saya tegur pelaku, karena dia pegang kayu. Saya bilang ini bulan puasa, lagi azan juga, turunkan kayunya,” ungkap Indra.
Pelaku yang diduga merupakan suami korban justru menyampaikan pengakuan mengejutkan.

“Dia bilang langsung, ‘Ibu sudah saya bunuh, Pak Indra.’ Setelah itu saya langsung masuk rumah ambil handphone untuk menghubungi RT dan polisi,” katanya.

Aparat kepolisian bersama unsur TNI, Satpol PP, serta Ketua RT setempat segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan belum memberikan keterangan resmi terkait motif dugaan pembunuhan maupun kondisi pelaku. Jenazah korban telah dievakuasi untuk kepentingan visum.

Peristiwa yang terjadi di bulan suci Ramadan tersebut menyisakan duka mendalam bagi warga sekitar. Mereka berharap proses hukum dapat berjalan secara transparan dan tuntas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wali Kota Lis Darmansyah Dorong Penguatan Identitas Produk Lokal dan Perlindungan Kekayaan Intelektual

26 Oktober 2026 - 17:03 WIB

Wawako Raja Ariza: Pelayanan Publik Harus Lebih Mudah, Murah, dan Transparan

26 Oktober 2026 - 17:01 WIB

Sekda Zulhidayat Apresiasi Wonderfood Kepri Fest yang Hidupkan Rimba Jaya

26 Oktober 2026 - 16:56 WIB

Pemko Tanjungpinang Siapkan Penyambutan Kontingen Porprov Kepri VI

21 Oktober 2026 - 21:37 WIB

Wawako Raja Ariza: Perubahan Perda Pajak dan Retribusi Harus Beri Kepastian Hukum dan Manfaat bagi Masyarakat

21 Oktober 2026 - 15:04 WIB

Trending di Tanjungpinang