RealBatam.com,Karimun-Suasana malam takbir Idul Fitri 1447 Hijriah di Kabupaten Karimun dipastikan akan semakin semarak. Pemerintah Daerah Karimun melalui Dinas Pariwisata kembali menghadirkan Pawai Takbir Kereta Hias yang menjadi agenda tahunan masyarakat.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi tradisi menyambut hari kemenangan. Namun juga menjadi ajang kreativitas masyarakat dalam menampilkan berbagai desain kereta hias bernuansa Islami.
Pawai Takbir kereta hias akan berlangsung pada malam 1 Syawal. Dipastikan takbir akan menggema di jalan-jalan protokol di wilayah Kabupaten Karimun.
Selain menghadirkan kemeriahan malam takbir, panitia juga menyiapkan total hadiah yang cukup besar. Dalam even tahunan tersebut, panitia menyiapkan uang pembinaan dengan total hadiah mencapai Rp72 juta.
Data sementara mencatat 12 peserta telah mendaftar mengikuti pawai tersebut. Jumlah ini bisa berubah hingga pendaftaran ditutup pada 17 Maret 2026 mendatang.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Karimun, Ahadian Zulseptriadi, mengatakan, setiap peserta yang berhasil memenangkan even tersebut akan memperoleh hadiah sesuai kategori yang ditentukan.
Berikut total hadiah yang akan diperoleh untuk setiap pemenang:
• Juara 1 Kereta Hias : Rp15.000.000
• Juara 2 Kereta Hias : Rp13.500.000
• Juara 3 Kereta Hias : Rp13.000.000
• Juara 4 Kereta Hias : Rp12.000.000
• Juara 5 Kereta Hias : Rp10.000.000
• Juara 6 Kereta Hias : Rp8.500.000
“Klasifikasi sampai juara keenam dengan total hadiah mencapai puluhan juta rupiah,” ungkap Ahadian, Senin, 16 Maret 2026.
Ia menjelaskan, bahwa kegiatan ini digelar bertujuan untuk memupuk nilai-nilai religius di tengah-tengah masyarakat. Terutama dalam menyemarakan Hari Raya Idul Fitri.
“Tentu sesuai dengan visi misi bapak Bupati dan bapak Wakil Bupati Karimun yang menempatkan bidang keagamaan menjadi pondasi paling fundamental di tengah masyarakat,” terangnya.
Selain itu, panitia juga menetapkan sejumlah indikator penilaian untuk memastikan kualitas peserta yang tampil dalam pawai kereta hias tersebut.
Secara teknis, beberapa aspek utama yang menjadi indikator penilaian meliputi kesesuaian tema, yaitu bagaimana desain dan konsep kereta hias mampu menggambarkan semangat Idul Fitri serta nilai-nilai religius dan budaya Islam.
“Kreativitas dan inovasi juga menjadi poin penting, di mana peserta diharapkan menampilkan ide-ide baru dan unik dalam menghias kereta,” terangnya.
Lebih lanjut, dari sisi visual, juri juga akan menilai keindahan dekorasi yang mencakup kerapian, perpaduan warna, serta ornamen yang digunakan pada kereta hias.
Mengingat kegiatan dilaksanakan pada malam hari, tata pencahayaan lampu juga menjadi unsur penilaian penting. Oleh karena itu, peserta diharapkan mampu menghadirkan tampilan kereta yang terang, menarik, dan memukau masyarakat yang menyaksikan.
Tidak hanya itu, kekompakan tim pengiring juga menjadi perhatian dalam penilaian. Aspek ini mencakup penampilan peserta, kostum yang digunakan, hingga semangat kebersamaan yang ditunjukkan selama parade berlangsung.
“Juri juga akan melihat pesan dan makna yang disampaikan melalui kereta hias, terutama yang berkaitan dengan nilai dakwah, kebersamaan, dan makna kemenangan di Hari Raya Idul Fitri,” katanya.
Sebagai penunjang keselamatan, panitia juga akan menilai aspek kerapian serta keamanan konstruksi kereta. Hal ini penting untuk memastikan kendaraan hias tersebut tidak membahayakan peserta maupun masyarakat yang menyaksikan pawai.
Dengan adanya indikator penilaian ini, diharapkan Festival Kereta Hias Malam Takbir dapat berlangsung meriah, tertib, serta menjadi sarana mempererat kebersamaan masyarakat dalam menyambut hari kemenangan dengan penuh cahaya dan kegembiraan.







