Juni 2026, Peletakan Batu Pertama Pembangunan Museum dan Monumen Tugu Bahasa di Pulau Penyengat

oleh -44 Dilihat
oleh
Desain Museum dan Tugu Bahasa di Bukit Kursi, Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). F- ilustrasi pemprov kepri

Desain Museum dan Tugu Bahasa di Bukit Kursi, Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). F- ilustrasi pemprov kepri

 

RealBatam.Com. Tanjungpinang-Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyebutkan, peletakan batu pertama pembangunan museum dan monumen Tugu Bahasa di Pulau Penyengat, Juni 2026 mendatang. Hal tersebut disampaikan Ansar Ahmad saat berkunjung ke Pulau Penyengat bersama Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Kementerian Bappenas RI Medrilzam, Jumat (10/4/2026).

 

Gubernur Kepulauan Riau H Ansar Ahmad menyampaikan bahwa peletakan batu pertama pembangunan museum dan monumen Tugu Bahasa di Bukit Kursi, Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinag direncanakan Juni 2026 mendatang.

 

“Kita lagi menunggu lelang manajemen konstruksi. Perkiraan kita bulan Juni (2026) sudah mulai berjalan,” ungkap Ansar Ahmad.

 

Gubernur Kepri menambahkan, kehadiran museum dan monumen tersebut diharapkan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang berkunjung ke Kepri, khususnya Tanjungpinang.

 

“Dengan tingginya wisatawan yang datang, nantinya juga akan berdampak terhadap pertumbuhan dan perputaran perekonomian di Tanjungpinang, khususnya di Pulau Penyengat,” harap Ansar Ahmad.

 

Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Kementerian Bappenas RI Medrilzam menilai rencana pembangunan Museum dan Monumen Tugu Bahasa memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata.

 

Menurutnya, potensi tersebut akan semakin kuat apabila pembangunan museum dan monumen telah rampung. Keberadaannya diyakini mampu menarik wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri.

 

“Pulau Penyengat ini sangat besar potensinya untuk wisata sejarah dan kebudayaan,” kata Medrilzam di Pulau Penyengat, Jumat (10/4).

 

Medrilzam menegaskan, akan terus mendorong realisasi pembangunan Museum dan Monumen Bahasa di Pulau Penyengat. Hal ini tidak terlepas dari nilai sejarah kawasan tersebut, termasuk kaitannya dengan lahirnya bahasa Indonesia.

 

“Kami berharap keunggulan ini dapat menarik wisatawan luar negeri, terlebih lagi jika ada event berskala internasional,” ujarnya.

 

Medrilzam terkesan dengan keindahan Pulau Penyengat. Ia menyampaikan hal tersebut setelah mengunjungi sejumlah titik, seperti Masjid Penyengat, Balai Adat, hingga lokasi rencana pembangunan monumen dan museum.

 

“Kalau ke Kepri sangat disayangkan tidak sampai ke Penyengat. Menurut saya, ini bisa menjadi magnet tersendiri,” tutup Medrilzam.

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.