Bintan Regatta 2026 Memperlombakan Rute Lintas Negara dari Singapura Menuju Marina Bintan Resorts

oleh -14 Dilihat
oleh
Edwin Low bersama crew kapal layar Skybird disambut dengan pencak silat saat finish pertama kelas Keelboat PY Division pada passage race Bintan Regatta 2026 di pelabuhan Marina Bintan Resorts, Jumat (3/4/2026)

Bintan-Event lomba kapal layar Bintan Regatta ke-4 tahun 2026 semakin bergengsi. Bintan Regatta ke-4 tahun 2026 memperlombakan rute lintas negara dengan konsep Passage Race, dari Singapura menuju Marina Bintan Resorts, Kabupaten Bintan, Kepri (Indonesia) Jumat (3/4/2026).

Kapal layar Dot Dot Dot dengan skipper David Steel asal Amerika Serikat finish pertama, dan kapal layar Skybird dengan skipper Edwin Low dari Singapura menjadi finish kedua passage race di pelabuhan Marina Bintan Resorts.

Event tahunan Bintan Regatta ke-4 menghadirkan nuansa akhir pekan yang meriah, dimulai Jumat (3/4/2026) dengan adanya kompetisi kapal layar internasional. Bintan Regatta tahun 2026 ini sekaligus digelarnya Festival Jong atau festival perahu kayu tradisional (jong) di perairan Utara Bintan.

Kompetisi Bintan Regatta seperti tahun sebelumnya, masih akan mempertandingkan kelas Keelboat PY Division dan Multihull Division, mencakup enam tahapan (seri race) rangkaian lomba untuk diselesaikan dalam dua hari berturut-turut, dari Jumat (3/4/2026) hingga Minggu (5/4/2026), yang diikuti sembilan kapal layar.

Jamuan makan malam penyambutan, dimeriahkan dengan hiburan musik dan tari Melayu, sebagai bagian dari pengalaman khas berwisata di Pulau Bintan akan berakhir pada hari minggu dengan acara penyerahan hadiah, menutup kemeriahan ajang kompetisi perahu layar internasional itu.

Menghadirkan konsep baru bertajuk Passage Race pada penyelenggaraan tahun 2026, Bintan Resorts bersama Changi Sailing Club untuk pertama kalinya (perdana) memberikan apresiasi khusus kepada kapal layar yang berhasil tiba lebih cepat di Marina Bintan Resorts, Bintan sebagai titik sandar, setelah bertolak dari Singapura, Jumat (3/4/2026). Peserta memulai rangkaian utama perlombaan pada, Sabtu (4/4/2026) hingga Minggu (5/4/2026), di wilayah perairan utara Pulau Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Indonesia).

Mengandalkan sepenuhnya pada arah serta kekuatan angin, para pecinta kapal layar tanpa mesin ini dituntut untuk mengandalkan strategi dan ketahanan. Serta kepiawaian navigasi dalam menaklukkan jalur pelayaran yang telah ditentukan sebagai tantangan, guna mengumpulkan poin terbaik sepanjang perlombaan.

Laksamana TNI (Purn) Dr Marsetio bersama Frans Gunara, Abdul Wahab, Hasan, Arief Sumarsono, dan Laksamana Madya Dr Irvansyah saat jumpa pers dengan awak media

 

Dot Dot Dot dan Skybird Finish Pertama Passage Race
Jumat (3/4/2026), tujuh kapal layar mengikuti lomba passage race Bintan Regatta 2026. Peserta dilepas dari Singapura pukul 09.00 waktu setempat atau sekitar pukul 08.00 WIB. Kapal layar Dot Dot Dot dengan kapten (skipper) David Steel dari Amerika Serikat (USA) finish pertama di Pelabuhan Internasional Marina Bintan Resorts, dengan jarak tempuh sekitar 7 jam. David Steel bersama istrinya dan seorang ABK asal Singapura menerima apresiasi untuk kelas Multihull Division dari panitia penyelenggara.

Kemudian, kapal layar Skybird dengan kapten (skipper) Edwin Low menjadi finish pertama untuk kelas Keelboat PY Division. Edwin Low bersama lima orang crew dari berbagai negara menerima apresiasi dari pihak penyelenggara.

Masing-masing apresiasi tersebut diserahkan oleh Laksamana TNI (Purn) Dr Marsetio MM selaku Penasehat Gubernur Kepri, dan Kepala Bakamla RI Laksamana Madya (Laksdya) TNI Dr Irvansyah SH MTr Opsla. Penyerahan apresiasi tersebut disaksikan Vice President Director PT BRC Frans Gunara, Abdul Wahab selaku Chief Operating Officer (COO) Bintan Resorts, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri Hasan SSos, Christoper Gunara, Kepala Disbudpar Bintan Arief Sumarsono, Raja Azmizal Usman Head Commercial Bintan Resorts, serta Choy Yi Hong selaku General Manager Changi Sailing Club.

“Ini perjalanan (race) yang sangat menyenangkan. Tidak ada hambatan yang berarti, cuaca bagus, air tenang. Di jalan kami tidak menemukan lumba-lumba, mulus-mulus saja. Kami datang ke Bintan Regatta ini, karena sebelumnya sudah pernah melihat di sini (Bintan) indah. Di sini juga lebih bagus dan aman tempat memarkirkan kapal. Kapan-kapan, kami akan datang lagi tentunya,” kata David Steel skipper kapal layar Dot Dot Dot saat memberikan keterangan pers.

Laksamana TNI (Purn) Dr Marsetio bersama Frans Gunara dan Abdul Wahab menyambut kedatangan David Steel skipper asal Amerika Serikat kapal layar Dot Dot Dot peserta Bintan Regatta 2026 di Pelabuhan Marina Bintan Resorts.

Bintan Regatta 2026
Raja Azmizal Usman selaku Head Commercial Bintan Resorts menjelaskan, salah satu daya tarik utama Bintan Regatta adalah destinasi Pulau Bintan, yang mampu memberikan pengalaman menyeluruh kepada para pelayar yang berasal dari berbagai latar belakang kebangsaan. Seperti Amerika Serikat (USA), Polandia, Irlandia, Perancis, Australia, Singapura, Cina termasuk Indonesia.

“Mereka tidak hanya mencari tantangan sebuah tujuan pelayaran. Namun juga destinasi wisata bahari yang sarat dengan unsur keindahan alam, dan pengalaman eksplorasi yang berkesan. Terutama menyaksikan sebuah Festival Jong yang menjadi bagian istimewa dari Bintan Regatta 2026 ini,” kata Azmi.

Choy Yi Hong General Manager Changi Sailing Club berbasis di Singapura, yang diajak berkolaborasi oleh Bintan Resorts dalam mempromosikan event Bintan Regatta ini kepada
komunitas kapal layar, menyampaikan, bahwa adanya Festival Jong, yaitu pacu perahu layar
tradisional khas masyarakat Melayu pesisir, menjadi salah satu alasan mengapa Bintan Regatta terus memiliki tempat tersendiri di hati partisipan. Dan mendorong mereka untuk kembali ambil bagian dari tahun ke tahun. Nama kapal layar seperti Soluna, Oojoo, Skybird, Summer Breeze adalah di antara komunitas kapal layar yang selalu berpartisipasi.

Arief Sumarsono Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bintan mengatakan, antusiasme inilah yang terus menjadi semangat diselenggarakannya kembali tradisi Bintan Jong Race Festival bersamaan dengan kegiatan Bintan Regatta, yang rata-rata pesertanya adalah dari mancanegara. Mengangkat budaya dalam pariwisata penting untuk memperkuat positioning destinasi, menciptakan pengalaman yang autentik bagi wisatawan, serta mendorong pelestarian warisan lokal.

Hasan SSos Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri menyebutkan, dengan target 2,7 juta kunjungan wisatawan ke Kepulauan Riau pada tahun 2026, Pemprov Kepri terus mendorong dan mendukung penuh penyelenggaraan event-event bermutu yang mampu menarik kedatangan wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara. Seperti Bintan Regatta ini. Dari Bintan, pada tahun 2025 lalu, lebih dari 253 ribu turis yang berkunjung. Tahun ini, tentu lebih banyak lagi.

“Event budaya seperti Bintan Jong Race Festival juga kami integrasikan sebagai satu kesatuan dalam upaya memperkuat promosi dan keunikan budaya yang dimiliki Provinsi Kepulauan Riau. Kami berterima kasih kepada BRC yang terus support dan menggelar event internasional, untuk mendatangkan wisatawan mancanegara,” ucap Hasan.

Laksamana TNI (Purn) Dr Marsetio Penasehat Gubernur Kepri menyerahkan apresiasi kepada David Steel dan crew kapal layar Dot Dot Dot peserta Bintan Regatta 2026 yang finish pertama kelas Multihull Division passage race di Pelabuhan Marina Bintan Resorts, Jumat (3/4/2026).

Abdul Wahab selaku Chief Operating Officer (COO) Bintan Resorts mengatakan, Singapura dan Johor serta Kepri sudah lama bekerja sama dalam melaksanakan event wisata. Saat ini, semakin baik.

“Tahun lalu, di Bintan Resorts saja lebih dari 225 ribu turis berkunjung. Tahun 2026 ini, kami menargetkan 750 ribu kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik ke Bintan Resorts. Melalui event-event internasional yang kita gelar,” sebutnya.

Internasional Bintan Regatta
Laksamana TNI (Purn) Dr Marsetio MM selaku Penasehat Gubernur Kepri menerangkan, Kepri saat ini berada di posisi ketiga nasional, dalam mendatangkan kunjungan wisata turis mancanegara, dengan jumlah mencapai 2,7 juta. Kepri di bawah Bali dengan kunjungan 6 juta turis, dan DKI Jakarta dengan kunjungan 3,5 juta turis asing.

“Secara nasional, kita menargetkan kunjungan turis itu antara 17 juta sampai dengan 20 juta per tahun. Justru itu, pemerintah RI membuat program Sepuluh Bali Baru. Untuk mencapai kunjungan turis itu. Peran PT BRC sangat besar dalam hal ini. Seperti event Bintan Regatta ini, peluang dari event kemaritiman untuk mendatangkan turis lebih banyak lagi,” ujarnya.

Laksamana TNI (Purn) Dr Marsetio MM optimis bisa meningkatkan kunjungan turis mancanegara ke Kepri, khususnya ke Bintan Resorts. Hanya saja, ketika digelar event internasional seperti Bintan Triathlon, Tour de Bintan maupun Bintan Marathon, kendalanya yaitu transportasi menuju Kepri. Seperti penerbangan dari Jakarta ke Tanjungpinang, hanya 2 flight per hari. Sehingga, peserta terbatas. Begitu juga ke Batam dan ke Bintan, masih terbatas. Sehingga, turis maupun peserta dalam negeri terbatas datang ke event internasional.

Kepala Bakamla RI Laksamana Madya Dr Irvansyah menyerahkan apresiasi kepada skipper Edwin Low dan crew kapal layar Skybird finish pertama passage race kelas Keelboat PY Division Bintan Regatta 2026.

“Kendala dalam melaksanakan event wisata seperti ini mesti direncanakan jauh-jauh hari. Termasuk kamar hotel di kawasan Bintan Resorts ini, perlu ditambah. Upaya lain yaitu, event Bintan Regatta ini kita tingkatkan menjadi internasional dengan melibatkan para yachter dari Australia maupun dari negara lain. Sehingga ke depan, nama ivennya menjadi Internasional Bintan Regatta,” saran Laksamana TNI (Purn) Dr Marsetio mantan KASAL tersebut.

“Saya rasa, di pelabuhan Marina Bintan Resorts (Bandar Bentan Telani) ini bisa tempat berlabuh 200-an kapal layar untuk mengikuti Internasional Bintan Regatta untuk tahun mendatang,” tutupnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.