PERSATUAN MELAYU TANJUNG UNCANG ANGKAT SUARA: “MARWAH DIINJAK, KAMI TAK TINGGAL DIAM!”

oleh -87 Dilihat
oleh

Realbatam.com. Batam – Amarah Bangsa Melayu Kepulauan Riau memuncak. Akar masalahnya, postingan akun media sosial “Raja Situmorang” yang diduga melecehkan adat, marwah, dan kehormatan Bangsa Melayu secara terang-terangan.

Tak butuh waktu lama, Persatuan Melayu Tanjung Uncang langsung ambil sikap. Bagi Persatuan, ini sudah menyentuh batas kesabaran. Menghina marwah Melayu sama dengan menantang seluruh anak negeri.

“Marwah itu harga diri. Adat itu warisan. Kalau diinjak di tanah sendiri, diam berarti khianat. Persatuan Melayu Tanjung Uncang pilih melawan lewat jalur hukum,” tegas perwakilan pengurus saat jumpa pers.

Desakan keras langsung dilayangkan ke aparat penegak hukum. Persatuan meminta polisi bertindak tanpa ragu. Hukum harus tunjukkan taringnya.

“Kami masih percaya polisi. Tapi ingat, kesabaran kami ada batasnya. Tangkap dan proses pemilik akun “Raja Situmorang” sekarang juga. Jangan sampai rakyat yang bergerak,” ujar perwakilan pengurus.

“Ini bukan soal pribadi. Ini soal martabat satu bangsa. Kami akan pastikan proses hukum berjalan sampai tuntas. Negara tidak boleh kalah dengan penghina adat. Kalau hukum dibiarkan lemah, yang rusak bukan cuma kepercayaan, tapi juga persaudaraan,” tambahnya.

PERSATUAN MELAYU TANJUNG UNCANG: KAMI SIAP KE POLRES!

Persatuan Melayu Tanjung Uncang menyatakan resmi akan membawa kasus ini ke ranah hukum. Menurut mereka, ini bukan masalah kecil. Ini soal kehormatan yang dipermalukan di ruang publik.

“Bukti sudah kami kumpulkan. Tangkapan layar, link, saksi, semua lengkap. Unsur dugaan ujaran kebencian dan penghinaan sudah jelas. Laporan akan segera kami masukkan. Polisi tidak punya alasan untuk menunda,” tegas pengurus.

“Kalau penegak hukum lambat, kami akan datang langsung ke Polres. Kami bawa aspirasi ribuan warga Melayu yang sudah muak. Kami bawa berkas lengkap. Ini bukan ancaman, ini komitmen,” tambahnya.

“Kami percaya konstitusi. Kami tempuh jalur hukum. Tapi hukum harus adil dan cepat. Jangan biarkan luka kecil jadi borok besar. Selesaikan dengan keadilan, bukan pembiaran,” tegas pengurus.

PESAN UNTUK ANAK MELAYU SE-KEPRI

Persatuan Melayu Tanjung Uncang mengajak seluruh Bangsa Melayu untuk tetap satu komando. Jaga marwah, jaga negeri, jaga adab.

“Boleh marah, tapi jangan kalap. Jangan main hakim sendiri. Kita bangsa beradat. Kita lawan dengan cara terhormat. Kita serahkan ke hukum, tapi kita pantau bersama,” seru pengurus.

“Perjuangan ini belum selesai. Kami akan terus bersuara sampai keadilan tegak. Karena bagi kami, marwah Melayu tidak bisa ditawar,” tutup perwakilan pengurus.

Sampai berita ini naik, akun “Raja Situmorang” masih bungkam. Postingan yang diduga menghina belum dihapus dan terus memantik emosi publik. Di sisi lain, belum ada pernyataan resmi dari pihak Polres.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.