RealBatam.Com. Batam-Pelaksanaan lomba dalam rangka malam takbir di Kecamatan Belakang Padang menuai polemik. Sejumlah peserta dari berbagai kategori, seperti lampu hias, pawai takbir, dan pentas malam takbir, menyampaikan kekecewaan terhadap proses penilaian yang dinilai tidak transparan.
Kekecewaan memuncak setelah panitia mengumumkan hasil juara pertama. Namun, keputusan tersebut langsung menuai protes dari hampir seluruh peserta lomba. Akibatnya, panitia melakukan revisi terhadap hasil yang telah dibacakan, sehingga terjadi perubahan pada daftar pemenang.
Khusus pada kategori lampu hias, penilaian disebut telah dilakukan sebanyak tiga kali selama periode lomba. Meski demikian, peserta menilai hasil penilaian tersebut tidak mencerminkan proses yang ada di lapangan.
Protes paling keras datang dari peserta asal Kampung Tengah, yang secara terbuka mempertanyakan sistem dan mekanisme penilaian yang dilakukan panitia.
Situasi ini membuat suasana malam takbir di Kecamatan Belakang Padang tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Alih-alih menjadi ajang kebersamaan dan kemeriahan, kegiatan tersebut justru diwarnai kekecewaan dan kritik terhadap panitia pelaksana, yang berada di bawah naungan PHBI kecamatan setempat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak panitia terkait polemik dan revisi hasil penilaian tersebut.
Repoter : AHW
Redaksi : AA







