Krisis Air Bersih Tanjung Sengkuang Memanas: Warga Blokade Tanki ABH, Janji Polisi Belum Redakan Amarah

oleh -206 Dilihat
oleh

RealBatam.com,Batam, 15 Februari 2026 – Krisis air bersih di Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, mencapai puncaknya hari ini. Ratusan warga memblokade dan menahan mobil tangki milik PT Air Batam (ABH) pada Minggu (15/2/2026) siang, setelah pesanan air sejak malam sebelumnya mangkir total.

Aksi spontan ini lahir dari frustrasi distribusi yang dinilai timpang, sementara wilayah lain tetap kebagian suplai.

Penahanan tanki terjadi sekitar pukul 13.00 WIB di akses utama Tanjung Sengkuang. Warga menuntut keadilan: pesanan mereka diabaikan, tapi truk air mengalir deras ke lokasi lain.

“Kenapa ke tempat lain diantar, kami dari semalam order tidak dapat!” keluh seorang warga dengan nada getir, mewakili suara ratusan keluarga yang kehausan.

Situasi memanas saat warga bersikukuh: “Kalau kami tidak dapat, biar semua sama-sama tidak dapat!” tegas mereka, menolak satu truk pun lewat tanpa jaminan suplai untuk mereka.

Ketegangan mereda sementara setelah tim patroli Polsek Batu Ampar turun tangan. Aparat berjanji satu tanki air segera dikirim, plus koordinasi lanjutan dengan ABH. “Kami akan komunikasikan dengan ABH,” ujar seorang petugas di lokasi.Namun, janji itu tak cukup redam amarah.

Warga mengumumkan rencana aksi besar di depan Badan Pengusahaan (BP) Batam, kantor ABH, hingga Polresta Barelang.

Mereka ingatkan komitmen Kapolresta Barelang saat aksi 22 Januari lalu: air bersih harus terpenuhi. “Kami sudah dengar janji-janji itu. Sekarang kami mau bukti,” tegas seorang warga.

Kekecewaan makin membara menjelang Ramadan. “Ini sudah mau masuk bulan puasa. Kami tidak butuh lagi janji, kami butuh air.

Kalau tidak sanggup, apakah ABH masih layak jadi pengelola?” sindir seorang ibu rumah tangga, menyuarakan kegelisahan kebutuhan dasar yang terabaikan di balik alasan teknis dan administratif.

Krisis berulang ini ungkap luka lama: infrastruktur air Batam yang rapuh, distribusi timpang, dan respons lambat dari pengelola.

Hingga berita ini diturunkan pukul 15.28 WIB, warga masih tunggu realisasi tanki tambahan dan solusi permanen.

Jika tak ada langkah konkret, aksi massal dipastikan meledak—tekanan keras pada BP Batam, ABH, dan aparat demi air bersih yang layak.(D2k)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.