RealBatam.com,Anambas-Perekonomian Kabupaten Kepulauan Anambas menunjukkan lonjakan signifikan pada 2025. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi daerah tersebut mencapai 15,54 persen, sekaligus menjadi yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau.
Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Kepulauan Anambas, Adi Cahyadi melalui pejabat Statistisi Terampil, Muhammad Rhevanza Kusnadi, mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah pada 2025 mengalami lonjakan cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Muhammad Rhevanza Kusnadi mengatakan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2025 pertumbuhan ekonomi mencapai 15, 54%.
Lebih lanjut, Kusnadi menjelaskan bahwa dinamika pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Anambas selama satu dekade terakhir menunjukkan fluktuasi yang cukup tajam. Hal tersebut dipengaruhi berbagai faktor ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Pejabat statistisi terampil itu mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kepulauan Anambas Tahun 2016 : 2,9%, Tahun 2017 : -0,1%, Tahun 2018 : -8,21%, Tahun 2019 : -0,13 %, Tahun 2020 : -7,83 %,Tahun 2021 : 0,04%, Tahun 2022 : 0,09%, Tahun 2023 : 0,62%, Tahun 2024 : -5,67 % dan Tahun 2025 : 15, 54 %.
“Jika dibandingkan pertumbuhan ekonomi Anambas sejak tahun 2016 hingga 2025 maka angka 15,54 % pada tahun 2025 adalah tertinggi selama 10 terkahir,” ucap Kusnadi
Namun demikian, selain pertumbuhan ekonomi, BPS juga mencatat perkembangan tingkat pengangguran terbuka di wilayah tersebut.
Rhevanza Kusnadi juga mengatakan bahwa tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Kepulauan Riau pada tahun 2016, 7,69%.
Ia mengatakan bahwa angka 7,69% itu dirilis dengan level estimasi tingkat provinsi oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Riau berdasarkan wewenang pusat.
Sementara itu, data tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Kepulauan Anambas menunjukkan tren yang relatif stabil dalam beberapa tahun terakhir.
Kusnadi mengatakan tingkat pengangguran terbuka di Kepulauan Anambas pada tahun 2017 : – 5,18 %, tahun 2018 : 2,46 %, tahun 2019 : 2,91 %, tahun 2020 : 3,44 %, tahun 2021 : 1,27 %, tahun 2022 : 2,15 %, tahun 2023 : 2,55 %, tahun 2024 : 2,38 % dan tahun 2025 : 2,56 %.
Selain indikator ketenagakerjaan, BPS juga mencatat perkembangan angka kemiskinan di daerah tersebut selama satu dekade terakhir.
Rhevanza Kusnadi, kembali menjelaskan bahwa persentase penduduk miskin di Kabupaten Kepulauan Anambas pada tahun 2016 : 6,73%, tahun 2017 : 6,87%, tahun 2018 : 6,93%, tahun 2019 : 6,44%, tahun 2020 : 6.56%, tahun 2021 : 7,09%, tahun 2022 : 7,51%, tahun 2023 : 6,95 %, tahun 2024 : 6,67%, dan tahun 2025 : 6,35%.
“Penduduk miskin di Kabupaten Kepulauan Anambas menurun 0,32% pada tahun 2025 jika dibandingkan pada tahun sebelumnya,” kata Kusnadi.
Sementara itu, Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, menyatakan pemerintah daerah akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi agar berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang meningkat harus dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat di daerah tersebut.
Selain itu, pemerintah daerah juga akan memperkuat berbagai program pembangunan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat guna menekan angka kemiskinan dan pengangguran.
“Pemerintah Daerah Kepulauan Anambas akan terus berupaya menurunkan angka kemiskinan serta pengangguran di Kepulauan Anambas” kata Aneng.
Oleh karena itu, pemerintah daerah berharap tren positif pertumbuhan ekonomi dapat terus berlanjut di masa mendatang dengan dukungan masyarakat dan sektor swasta.
“Dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi ini, diharapkan dapat terus berlanjut dengan dukungan dari seluruh masyarakat dan sektor swasta untuk peningkatan kesejahteraan,” pungkasnya.









