Menu

Mode Gelap
Tingkatkan Layanan Publik, Amsakar Resmikan Gedung Arsip dan Musala PN Batam Firmansyah: Budaya Baca Jadi Fondasi Membangun SDM Unggul dan Batam Madani Batam Jajaki Kerja Sama Pendidikan dengan Korea Selatan, Siapkan SDM Berdaya Saing Global Amsakar-Li Claudia Gesa OPD Percepat Realisasi 15 Program Prioritas Pemko Batam Perkuat Perencanaan Penanggulangan Bencana Harlah ke-62 PII Wati, Melisa: Tumbuh Berdaya, Merawat Diri, Menginspirasi Negeri

Daerah

Mahasiswa Cipayung Plus Serang Serukan Aksi Besar: Kritik “Serakahnomics” Menggema di Banten

badge-check


					Mahasiswa Cipayung Plus Serang Serukan Aksi Besar: Kritik “Serakahnomics” Menggema di Banten Perbesar

Realbatam.com. SerangGelombang kritik terhadap kondisi ekonomi nasional kembali menguat, sejumlah organisasi mahasiswa yang tergabung dalam “Cipayung Plus Serang” menyerukan aksi demonstrasi besar-besaran yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 25 Juni 2026, di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang.

Seruan aksi tersebut tersebar melalui poster digital bernuansa merah yang menampilkan simbol organisasi mahasiswa seperti HMI, IMM, GMNI, dan elemen Cipayung Plus lainnya, dalam poster itu, massa aksi mengusung tema:

“Negara Dikerubungi Serakahnomics, Rakyat Sengsara”

Narasi tersebut menjadi bentuk kritik keras terhadap kebijakan ekonomi pemerintah yang dinilai semakin membebani masyarakat.

Poster juga menampilkan dua figur pejabat negara dengan bagian mata ditutupi garis merah, menggambarkan simbol perlawanan, kritik sosial, dan tudingan bahwa pemerintah dianggap “tidak melihat” penderitaan rakyat, aksi dijadwalkan dimulai pukul 10.00 WIB dengan titik konsentrasi massa di kawasan KP3B Banten.

Dalam ajakannya, penyelenggara menyerukan partisipasi mahasiswa dan masyarakat untuk turun ke jalan menyuarakan keresahan publik terhadap berbagai persoalan nasional.

Kalimat penutup dalam poster berbunyi:

“Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia!” yang identik dengan slogan gerakan mahasiswa dalam berbagai aksi sosial-politik di Indonesia.

Fenomena konsolidasi mahasiswa melalui jaringan Cipayung Plus sendiri belakangan marak terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Sejumlah aksi serupa muncul di Surabaya, Tasikmalaya, Cirebon, Bone, hingga Sorong dengan isu utama berupa kenaikan harga kebutuhan pokok, tekanan ekonomi, kebijakan fiskal pemerintah, hingga kritik terhadap tata kelola demokrasi.

Di Surabaya, misalnya, massa Cipayung Plus menyoroti pelemahan ekonomi nasional dan kenaikan harga BBM dalam demonstrasi di depan DPRD Surabaya.

Sementara di beberapa daerah lain, mahasiswa menuntut evaluasi terhadap program pemerintah yang dinilai tidak tepat sasaran serta mendesak pemerintah lebih fokus pada kesejahteraan rakyat.

Istilah “Serakahnomics” yang digunakan dalam poster aksi di Serang diduga merupakan permainan kata dari “serakah” dan “economics”, yang diarahkan sebagai kritik terhadap sistem ekonomi yang dianggap hanya menguntungkan kelompok elite tertentu, sementara masyarakat luas menghadapi tekanan ekonomi berkepanjangan.

Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah Provinsi Banten maupun aparat keamanan terkait pengamanan aksi tersebut, namun, melihat pola demonstrasi mahasiswa sebelumnya, aparat kepolisian biasanya melakukan pengawalan dan pengamanan guna menjaga aksi tetap berlangsung kondusif. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Forkomnas KPI: Kolaborasi Mahasiswa Nusantara Kunci Mewujudkan Indonesia Emas 2045

24 Juli 2026 - 06:45 WIB

Warga Sebut Limbah Ekonomis PT Asahimas Chemical Puluhan Tahun Dimonopoli Pengusaha yang Diduga Tak Miliki Izin

22 Juli 2026 - 08:09 WIB

HMI MPO Cilegon Desak APH Tuntaskan Kasus Korupsi Tanpa Tebang Pilih, Soroti Perkara ASABRI hingga Krakatau Steel

14 Juli 2026 - 21:43 WIB

Migas Blok Andaman Tarik Minat Investor, KEK ARun Disiapkan Jadi Pusat Hilirisasi Eenergi Aceh

14 Juli 2026 - 14:42 WIB

PWI Nagan Raya Jalin Silaturahmi dengan Kajari, Perkuat Sinergi Pers dan Penegakan Hukum

12 Juli 2026 - 11:27 WIB

Trending di Daerah