Temuid Indonesia Resmi Berbadan Hukum, Buka Pintu Kolaborasi Untuk Anak Muda Se-Indonesia Sejumlah Kontingen Melaju ke Semifinal Sepak Takraw Porprov VI Kepri 2026 Gol Hafidl Menit ke-63 Antar Tanjungpinang Menang 1-0 atas Anambas Teguh Susanto Kalungkan Medali, Apresiasi Prestasi Atlet Barongsai Porprov VI Kepri Ansar Ahmad Hadiri Pelantikan DPD Pengajian Al-Hidayah Kepri, Dewi Ansar Pimpin Periode 2025-2030 Porprov VI Kepri 2026 Dimulai, Ajang Lahirnya Atlet Berprestasi di Tingkat Nasional

Batam

Biaya Hidup Naik di Singapura, Batam Diserbu Wisatawan Belanja, Ini Dampaknya bagi Ekonomi Lokal

badge-check


					Pemerintah Kota Pemko Batam, Kepala Dinas Kebudayaan Dan Parwisata(Kadisbutpar) Ardiwinata Perbesar

Pemerintah Kota Pemko Batam, Kepala Dinas Kebudayaan Dan Parwisata(Kadisbutpar) Ardiwinata

RealBatam.com,Batam-Kenaikan biaya hidup di Singapura dan Malaysia mulai memicu perubahan pola kunjungan wisatawan ke Batam. Kota industri ini kini berkembang menjadi destinasi wisata belanja favorit bagi warga negara tetangga yang mencari harga kebutuhan lebih terjangkau.

Data terbaru menunjukkan inflasi makanan di Singapura mengalami kenaikan menjadi 1,6 persen pada Februari 2026, dari sebelumnya 1,2 persen. Kenaikan tersebut terjadi pada sejumlah komoditas utama seperti sereal, daging, dan buah-buahan. Selain itu, harga bahan bakar minyak di negara tersebut juga meningkat hingga sekitar SGD 2,35 per liter.

Sementara itu, di Malaysia, tekanan harga tetap terasa meskipun inflasi makanan relatif stabil di kisaran 1,3 hingga 1,5 persen. Kenaikan harga komoditas seperti minyak sawit mentah (CPO) yang diproyeksikan mencapai RM 4.500 per ton turut berkontribusi terhadap meningkatnya biaya hidup masyarakat.

Di tengah kondisi tersebut, Batam justru mengalami lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya dari Singapura, dengan tujuan utama berbelanja. Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menyebut fenomena ini sebagai dinamika alami akibat perbedaan harga antarnegara.

“Dengan kenaikan harga di negara asal, wisatawan memilih Batam sebagai alternatif karena harga di sini lebih kompetitif,” (05/04/2026) ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Batam, Ardiwinata.

Pantauan di lapangan menunjukkan meningkatnya aktivitas belanja wisatawan asing di berbagai pusat perbelanjaan, termasuk di Grand Batam Mall yang menjadi salah satu destinasi favorit.

Pemerintah Kota Batam optimistis tren ini akan mendorong pencapaian target kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 1,7 juta pada tahun 2026. Optimisme tersebut didukung oleh pembangunan infrastruktur, peningkatan fasilitas pariwisata, serta penyelenggaraan berbagai event untuk menarik wisatawan.

Selain itu, penguatan sektor pariwisata juga dilakukan melalui pengembangan jalan, hotel, restoran, serta kegiatan seni dan budaya yang memperkaya daya tarik kota.

Fenomena ini menempatkan Batam pada posisi strategis, tidak hanya sebagai kota industri, tetapi juga sebagai pusat ekonomi alternatif di kawasan regional. Dengan daya saing harga yang kuat, Batam berpotensi menjadi destinasi utama wisata belanja lintas negara di Asia Tenggara.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kendalikan Inflasi Daerah, Amsakar Dorong Gerakan Urban Farming di Batam

2 November 2026 - 15:51 WIB

Amsakar Instruksikan Percepatan Serapan Anggaran Pemko dan BP Batam

2 November 2026 - 13:25 WIB

Amsakar Optimistis Batam Pertahankan Gelar Juara Umum Porprov Kepri VI 2026

2 November 2026 - 13:20 WIB

Bawa Nama Batam ke Yogyakarta, Bahana Barelang Drum Corps Siap Rebut Piala Raja HB X

2 November 2026 - 13:14 WIB

Pemko Batam Perluas Layanan Pendaftaran Parkir Berlangganan, Bisa di BCS dan Kantor Wali Kota

2 November 2026 - 11:59 WIB

Trending di Batam