Persiapan Penilaian Adipura 2026, Pemko Banda Aceh Gelar Rapat Koordinasi Sembilan Pemuda Terbaik Banda Aceh Resmi Dinobatkan Sebagai Pemuda Pelopor 2026 Wagub Nyanyang Harapkan IKAL Lemhannas Jadi Mitra Strategis Perkuat Ketahanan Kepri Wagub Nyanyang Ajak Akuntan Perkuat Kesiapan Hadapi Era Pelaporan Keberlanjutan Global Melampaui Status Emerging Market : Daya Tarik Investasi Menuju Kedaulatan Ekonomi Pertanyakan Keabsahan Syarat Wapres, Abah Elang Minta Penegak Hukum Usut Suket Gibran

Batam

Berbasis Literasi Iklim, SMAN 2 Batam Unjuk Gigi Lewat Prototipe “Airobot” di Ajang TTG Polibatam

badge-check


					Berbasis Literasi Iklim, SMAN 2 Batam Unjuk Gigi Lewat Prototipe “Airobot” di Ajang TTG Polibatam Perbesar

Realbatam.com. Batam-Empat siswa berbakat dari SMAN 2 Batam berhasil menunjukkan aksi nyata kepedulian lingkungan dalam ajang Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro (HMTE) Politeknik Negeri Batam. Mengusung karya inovatif bernama prototipe *Airobot*, tim perwakilan sekolah menengah atas ini tampil percaya diri mempresentasikan alat pemantau banjir rob dan pengukur kecepatan angin di hadapan para juri dan akademisi kampus.

Pengembangan prototipe Airobot bukan sekadar proyek sekolah biasa, melainkan lahir dari kuatnya pemahaman literasi perubahan iklim serta kepekaan para siswa terhadap kondisi geografis Kepulauan Riau. Sebagai wilayah kepulauan yang dikelilingi lautan, Kota Batam kerap dihadapkan pada ancaman luapan pasang air laut (banjir rob) serta potensi cuaca ekstrem berupa angin kencang. Berangkat dari keresahan tersebut, para siswa tergerak untuk merancang sebuah solusi rekayasa teknologi yang efisien dan bermanfaat langsung bagi pemukiman pesisir.

Inovasi ini lahir dari kolaborasi solid empat murid SMAN 2 Batam dari tingkatan kelas yang berbeda:

* *Reza Yolanda Putra* (Kelas XII.1) – Ketua Kelompok
* *Nayla Ummayah* (Kelas XI.1) – Anggota
* *Melly* (Kelas XI.3) – Anggota
* *Christopher* (Kelas XI.3) – Anggota

Di bawah bimbingan pihak sekolah, keempat siswa ini mendedikasikan waktu di luar jam belajar untuk merangkai komponen mikrokontroler, menguji keakuratan sensor, hingga menyusun materi presentasi teknis. Prototipe Airobot sendiri mengintegrasikan dua fungsi pemantauan utama secara real-time:

* *Sensor Ketinggian Air:* Berfungsi mengukur kenaikan volume air laut di titik-titik rawan secara konstan dan memberikan sinyal peringatan dini sebelum genangan air masuk ke pemukiman warga.
* *Sensor Anemometer:* Memantau kecepatan dan laju pergerakan angin guna memprediksi potensi angin kencang maupun badai secara akurat.
* *Sistem Notifikasi:* Memberikan indikator peringatan otomatis untuk mempermudah langkah mitigasi bencana oleh masyarakat maupun pihak berwenang.

Meski pada kompetisi kali ini SMAN 2 Batam belum berhasil meraih predikat juara, penampilan dan konsep ide yang dibawakan oleh Reza dan kawan-kawan sukses mencuri perhatian serta mendapat apresiasi tinggi dari dewan juri maupun pengunjung pameran.

Guru pendamping SMAN 2 Batam, Restilawati, SPd. mengutarakan rasa bangganya atas perjuangan anak didiknya di ajang tingkat perguruan tinggi tersebut.

Meskipun belum menyabet gelar juara, bagi kami Reza, Nayla, Melly, dan Christopher sudah menjadi pemenang sesungguhnya. Proses merancang Airobot dari nol, memahami isu iklim, hingga berani mempertahankan karya di depan juri akademisi Polibatam adalah pencapaian yang sangat membanggakan. Keberanian dan kepedulian lingkungan mereka patut kita beri apresiasi setinggi-tingginya,” ujar Restilawati.

Hal senada disampaikan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum sekaligus pembimbing lapangan, *Tri Yono*. Ia menegaskan bahwa keikutsertaan dalam ajang ini memberikan pelajaran dan evaluasi teknis yang amat berharga bagi riset sekolah di masa mendatang.

Inovasi Airobot membuktikan bahwa literasi perubahan iklim di SMAN 2 Batam tidak berhenti sebagai selembar teori di dalam kelas, melainkan terwujud dalam aksi nyata berbentuk rekayasa teknologi. Masukan serta catatan kritis dari dewan juri Polibatam akan menjadi bahan evaluasi utama bagi kami untuk menyempurnakan keakuratan sensor dan daya tahan alat ini. Sekolah tentu akan terus mendukung penuh riset-riset siswa agar semakin matang,” tegas Tri Yono.

Bagi keluarga besar SMAN 2 Batam, belum meraih trofi bukanlah sebuah akhir, melainkan batu loncatan awal. Semangat para siswa dalam menjawab tantangan perubahan iklim menunjukkan bahwa generasi muda Batam siap menjadi bagian dari solusi teknologi masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Amsakar: Pendidikan Jadi Investasi Penting untuk Siapkan Generasi Batam Berdaya Saing Global

31 Oktober 2026 - 19:17 WIB

HUT ke-26 DPRD Batam, Amsakar Tekankan Sinergi dan Kolaborasi Pembangunan

31 Oktober 2026 - 19:10 WIB

Kecamatan Sagulung Ukir Prestasi, Raih IPP 4,20 Kategori A dan Puncaki Penilaian Pelayanan Publik Se-Kota Batam 2026

30 Oktober 2026 - 20:46 WIB

Karang Taruna Kota Batam: Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Ketua Karang Taruna Kota Batam Ajak Pemuda Bersatu, Berkarya dan Berjaya Untuk Kemajuan Batam

30 Oktober 2026 - 17:42 WIB

Kinerja Pelabuhan Batam Tumbuh Solid hingga Triwulan III-2026: General Cargo Tembus 9,5 Juta Ton, Mobilitas Penumpang Capai 7,5 Juta Orang

30 Oktober 2026 - 15:57 WIB

Trending di Batam