Realabatam.com. Dompak-Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura mengajak para akuntan, pelaku dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan kesiapan dalam menghadapi tantangan era pelaporan keberlanjutan global (sustainability reporting).
Hal tersebut disampaikan Nyanyang saat membuka Seminar Nasional Akuntansi yang diselenggarakan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Kepulauan Riau di Oakwood Hotel & Apartments Grand Batam, Kota Batam, Sabtu (31/10/2026).
Seminar tersebut mengangkat tema “Sustainability Report di Indonesia: Peluang, Tantangan, Dampak, dan Kesiapan Stakeholder dalam Menghadapi Era Pelaporan Keberlanjutan Global”.
Nyanyang mengatakan, Provinsi Kepulauan Riau, khususnya Kota Batam, merupakan kawasan strategis dengan potensi investasi yang terus berkembang. Kondisi tersebut menjadikan Kepri memiliki keterkaitan erat dengan dinamika pasar global yang menuntut dunia usaha untuk terus beradaptasi, meningkatkan daya saing, serta mengikuti perkembangan standar internasional.
Menurutnya, pasar global membuka peluang bisnis yang sangat besar bagi perusahaan untuk memperluas jangkauan usaha dan meningkatkan keuntungan. Namun, peluang tersebut juga diiringi tuntutan terhadap tata kelola perusahaan yang baik, transparansi, serta tanggung jawab terhadap aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi.
Dalam konteks tersebut, dunia akuntansi dan para akuntan memiliki peran strategis, terutama dalam memastikan kualitas, transparansi, dan akuntabilitas pelaporan keberlanjutan.
Ia menilai tema seminar yang mengangkat pergeseran dari kepatuhan menuju penciptaan nilai sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi dunia usaha dan para pemangku kepentingan saat ini.
“Tema ini sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi dunia usaha dan para pemangku kepentingan. Saya yakin, melalui seminar ini akan berkembang berbagai pembahasan mengenai peluang, tantangan, serta dampak pelaporan keberlanjutan, sekaligus bagaimana membangun kesiapan seluruh stakeholder Indonesia dalam menghadapinya,” jelasnya.
Atas nama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Nyanyang juga menyampaikan apresiasi kepada IAI Wilayah Kepri atas terselenggaranya seminar nasional tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang berbagi pengetahuan, memperkuat kompetensi profesi akuntan, serta mendorong kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan organisasi profesi.
Pada kesempatan itu, Nyanyang turut menyampaikan lima pesan kepada para akuntan dan pemangku kepentingan.
Pertama, terus meningkatkan akuntabilitas dan kualitas pelaporan keuangan maupun pelaporan keberlanjutan. Kedua, IAI diharapkan terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung tata kelola pemerintahan dan pembangunan daerah.
Ketiga, perguruan tinggi perlu memperkuat kurikulum dan mata kuliah akuntansi agar mampu menjawab kebutuhan serta perkembangan dunia profesi. Keempat, memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan ekonomi global. Kelima, perusahaan diharapkan turut memberdayakan dan mendukung pengembangan UMKM agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Sementara itu, Ketua IAI Wilayah Kepri Zulfahmi mengatakan, IAI Wilayah Kepri siap mengimplementasikan dan mendukung berbagai program pemerintah, termasuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, khususnya dalam pendampingan dan penguatan sistem pelaporan akuntansi serta keuangan koperasi.
Ia menyebutkan, saat ini IAI Wilayah Kepri memiliki sekitar 400 anggota dengan latar belakang profesi yang beragam dan tersebar di seluruh wilayah Kepulauan Riau.
Pada kesempatan tersebut juga diluncurkan situs web resmi IAI Wilayah Kepri serta jurnal Jo:KIRA (Journal of Knowledge, Innovation and Research in Accounting). Kedua platform ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat dan para pemangku kepentingan dalam mengakses informasi organisasi, agenda kegiatan, serta berbagai pengetahuan dan perkembangan di bidang akuntansi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan profesi akuntan di Kepulauan Riau semakin berperan aktif dalam mendorong tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat daya saing daerah di tengah dinamika ekonomi global. (Red)





















