Realbatam.com. Ribuan pekerja memadati lokasi acara dengan mengusung tema “May Day 2026 Mengangkat Harkat & Martabat Kaum Pekerja, Batam Bersih, Pekerja Peduli Lingkungan, Bersinergi untuk Kota yang Sehat dan Nyaman.”
Sejumlah pejabat daerah turut hadir, di antaranya Ketua DPRD Kota Batam Haji Muhammad Kamaluddin, Wakil Ketua I DPRD Aweng Kurniawan, anggota DPRD Dr Muhammad Mustofa, serta Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra.
Ketua DPRD Batam, Kamaluddin, mengapresiasi pelaksanaan May Day yang dinilai tidak hanya menjadi wadah menyampaikan aspirasi, tetapi juga mendorong gerakan kebersihan kota.
“Ini menunjukkan sinergi untuk bersama mewujudkan Batam yang maju, bersih, indah, dan nyaman untuk kita semua. Pekerja menyadari Batam adalah rumah yang harus dijaga bersama,” ujar Kamaluddin.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para buruh yang menggelar aksi secara damai dan kreatif.
Dalam momentum tersebut, Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (KC FSPMI) Kota Batam-Kepri tetap menyuarakan sejumlah tuntutan kepada pemerintah. Di antaranya mendesak pengesahan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru sesuai putusan Mahkamah Konstitusi, penghapusan sistem outsourcing, serta penolakan upah murah atau hostum.
Meski diwarnai penyampaian tuntutan, peringatan May Day di Batam berlangsung kondusif. Kegiatan ini justru memperlihatkan upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan pekerja, sekaligus menegaskan peran buruh dalam menjaga lingkungan dan mendukung pembangunan kota.
Sedangkan SPSI tidak lagi identik dengan demonstrasi di jalanan, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) memilih mengisi momentum ini dengan aksi nyata berupa kegiatan bersih- bersih sampah liar lingkungan dari beberapa kecamatan yang ada di Kota Batam.
May Day 2026 di Batam pun menjadi cerminan bahwa perjuangan pekerja dapat berjalan beriringan dengan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan.
Perwarta : AA
Redaksi : AKM







