BP Batam dan UIB Jalin Kerja Sama Penyelenggaraan Rumah Sakit Pendidikan Lepas Kontingen Karimun, Endipat Wijaya Siapkan Bonus untuk Atlet yang Berprestasi Reses di Karimun, Endipat Wijaya Perjuangkan Pendidikan hingga Ambulance Gratis Sekda Firmansyah: Mubaligh Berperan Penting Menjaga Persatuan dan Menangkal Hoaks Pemprov Kepri dan Lima Daerah Bersinergi, Siapkan 171 ASN Jadi Komponen Cadangan Pemprov Kepri Hibahkan Barang dan Kendaraan untuk Lembaga Nirlaba Sosial Kemasyarakatan, Gubernur: “Ini Wujud Komitmen Pemerintah”

Nasional

Ingatkan Kedaulatan Nasional, MUI Minta Pemerintah Tolak ‘Blanket Overflight Clearance’ Pesawat Militer AS

badge-check


					Ingatkan Kedaulatan Nasional, MUI Minta Pemerintah Tolak ‘Blanket Overflight Clearance’ Pesawat Militer AS Perbesar

Realbatam.com. Jakarta-Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim menegaskan Indonesia perlu menolak permintaan Amerika Serikat untuk memberikan izin terbang menyeluruh atau blanket overflight clearance untuk pesawat militernya.

Menurutnya, pemberian akses bebas kepada pihak asing untuk menggunakan ruang udara Indonesia berpotensi mengganggu kedaulatan nasional, sekaligus menimbulkan implikasi terhadap sikap Indonesia dalam isu Palestina.

“Sekarang isu kemarin itu ya, soal kerja sama terkait wilayah udara Amerika dan Indonesia itu blanket overflight ini kan mengganggu kedaulatan kita,” kata Sudarnoto di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (19/4/2026).

Sudarnoto juga mengingatkan posisi Indonesia selama ini dikenal sebagai negara yang konsisten membela Palestina. Ia menilai sensitivitas pemerintah terhadap isu tersebut tidak boleh berkurang, terlebih AS merupakan salah satu sekutu dari Israel.

“Jadi jangan sampai kemudian kita yang dalam sejarah dikenal sebagai negara pembela Palestina, tetapi karena ketidakpekaan pemerintah, sensitivitas itu kurang, itu menjadi bermasalah. Karena itu kekuatan civil society seperti yang kita lakukan itu menjadi sangat penting,” katanya.

Lebih lanjut, ia menilai masih banyak pekerjaan rumah yang harus dihadapi pemerintah dalam merespons dinamika global, termasuk isu kedaulatan dan solidaritas kemanusiaan di Gaza, Palestina.

“Jadi banyak PR sebetulnya dari apa yang harus dihadapi pemerintah, tapi saya berkeyakinan pemerintah enggak bisa melakukan sendiri,” tuturnya.

Ia pun menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan kekuatan publik dalam menyikapi persoalan tersebut.

“Harus bergandengan tangan dengan kekuatan-kekuatan publik, itu besar sekali kekuatannya. Mudah-mudahan sih ya, mudah-mudahan kepekaan dan awareness dari pemerintah juga semakin tinggi,” tutur dia.

Sudarnoto sendiri menjadi salah satu perwakilan delegasi Indonesia dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026. Sudarnoto akan hadir dalam diplomasi lewat jalur politik juga dilakukan melalui Konferensi Global Sumud Parlemen.

Tak sendirian, ia juga ditemani General Manager Dompet Dhuafa Arif Rahmadi Haryono serta akademisi sekaligus pakar hukum tata negara Feri Amsari.

Bagi Sudarnoto, kehadiran delegasi Indonesia yang tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia bukan hanya membawa nama organisasi, tetapi juga aspirasi masyarakat Indonesia yang menginginkan dunia lebih damai dan berkeadilan.

“Ini adalah bagian dari ikhtiar kolektif untuk memastikan bahwa suara kemanusiaan tetap hadir dan diperjuangkan di tingkat global. Di sana kami juga mendorong dan mengedepankan misi untuk membuka gerbang bantuan kemanusiaan dapat masuk ke wilayah-wilayah konflik,” ujar Sudarnoto, yang juga salah satu perwakilan delegasi GPCI dari MUI.

 

Perwarta : AA
Sumber : PP MUI
Redaksi : AKM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

10 Tahun Diperjuangkan, Gas Natuna Kini Resmi Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi

29 Oktober 2026 - 02:52 WIB

Operasi Patuh 2026, Polri Ajak Masyarakat Jadikan Keselamatan sebagai Kebiasaan

29 Oktober 2026 - 00:35 WIB

Setelah Ramai Jadi Sorotan Publik, Dua Putra Gus Irfan Tinggalkan Jabatan Tenaga Ahli Kemenhaj

27 Oktober 2026 - 16:07 WIB

Wamenhaj Imbau Umrah Tak Naik Pesawat Transit Malaysia-Singapura

27 Oktober 2026 - 03:20 WIB

Bamsoet Dukung Sufmi Dasco: Indonesia Harus Berani Tentukan Rating Bursa Sendiri, MSCI Bukan Penentu Nasib Ekonomi Bangsa

26 Oktober 2026 - 19:28 WIB

Trending di Nasional