Pesantren An Ni’mah Sagulung Terbakar, Santri Terlihat Panik dan Berhamburan Dewi Ansar Buka OKE GAS di Mapur, Perkuat Peran Keluarga Cegah Stunting DPP GEMA SILAMPARI Desak Usut Dugaan Penyimpangan Anggaran Proyek Infrastruktur Di Kota Lubuklinggau. Pemprov Kepri dan Kejati Kepri Perkuat Pengamanan Proyek Strategis dan Pemulihan Aset Daerah Merawat Warisan Sejarah Pulau Penyengat, Harapan Ekonomi Masyarakat Menguat 442 Atlet Batam Berlaga di Porprov Kepri 2026, Targetkan Juara Umum

Daerah

PRIMA DMI SUMSEL Ajak Masyarakat Cermat Dalam Tanggapi Framing Menyesatkan Potongan Video Ceramah Kepada Pak JK

badge-check


					PRIMA DMI SUMSEL Ajak Masyarakat Cermat Dalam Tanggapi Framing Menyesatkan Potongan Video Ceramah Kepada Pak JK Perbesar

RealBatam.Com. Palembang-Ketua Umum Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (PRIMA DMI) Provinsi Sumsel Masa Khidmat 2023-2027 Asmuni Falahul Faleh M.Pd.I menyatakan Sikap bahwa Framing menyesatkan potongan video ceramah kepada Wakil Presiden RI ke-10 (2004–2009) dan ke-12 (2014–2019) Bapak Dr. (Hc) Drs. HM. Jusuf Kalla, MM terkait dengan tudingan penistaan agama yang belakangan mencuat ke publik.

Dalam keterangan tertulis tertanggal Kamis (16/04/2026) yang diterima redaksi, Ketua Umum PRIMA DMI Sumsel Asmuni tersebut menilai pernyataan Bapak HM. Jusuf Kalla kerap dipotong dan di politisir, khususnya dalam konteks pembahasan konflik di Poso dan Ambon.

“seharusnya kita lihat terlebih dahulu pernyataan beliau secara utuh dan komprehensif, tidak sepotong-sepotong. Jika dipahami secara lengkap, justru itu adalah upaya menjelaskan proses perdamaian,” ujar Asmuni.

Menurut mereka, peran Bapak HM Jusuf Kalla dalam penyelesaian konflik horizontal di Poso dan Ambon merupakan bagian penting dari sejarah rekonsiliasi nasional.

Mereka menilai narasi yang berkembang saat ini berpotensi menyesatkan publik apabila tidak disertai pemahaman konteks secara komprehensif dan orisinil kontek.

“Pak JK adalah tokoh yang berkontribusi besar dalam menciptakan perdamaian. Pernyataan beliau tidak bisa dilepaskan dari pengalaman sebagai tokoh perdamaian,” lanjutnya.

Asmuni juga mengajak dan menghimbau pihak-pihak yang melaporkan dugaan penistaan agama agar lebih cermat dan objektif dalam menilai suatu pernyataan, dengan menonton rekaman video secara penuh sebelum mengambil kesimpulan.

Mereka menegaskan bahwa langkah klarifikasi ini merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk menjaga kondusivitas serta mencegah kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Kami mengajak semua pihak khsusunya masyarakat untuk mengedepankan kejernihan berpikir dan tidak mudah terkontaminasi, dan  terprovokasi oleh potongan informasi dan narasi yang tidak utuh,” demi menjaga persatuan dan kesatuan antar umat beragama seyogyanya semuanya harus menahan diri agar tidak menimbulkan gejolak secara horizontal dan pro kontra berkepanjangan, krn bangsa Indonesia selalu mengedepankan persaudaraan dan khasanah keilmuan dan akal sehat bukan ego sektoral tutup pernyataan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PW PII Kalbar Bersama PD PII Pontianak Audiensi dengan Disporapar, Dorong Pengembangan Potensi dan Kepemimpinan Pemuda Pelajar

21 Oktober 2026 - 14:04 WIB

Lemahnya Kelembagaan DPRD Sumsel Sikapi Karhutla, Pengamat: PAW Bisa Jadi Jalan Penyegaran

19 Oktober 2026 - 18:19 WIB

Ketua Umum DPP HIMPAL Kecam Keras Kekerasan terhadap Mahasiswa dan Wartawan di Mapolda Sumsel

14 Oktober 2026 - 17:54 WIB

Resi Febrianti: Kekerasan dalam Aksi di Polda Sumsel Tidak Boleh Membungkam Aspirasi Mahasiswa

14 Oktober 2026 - 17:50 WIB

Sekjen IKA FISIP Unsri: Wali Kota Konsisten Bantu Warga Terdampak, Jangan Terjebak Potongan Pernyataan

8 Oktober 2026 - 12:44 WIB

Trending di Sumatera Selatan