Sukses Prestasi dan Sukses Tuan Rumah, Wali Kota Lis Lepas Kontingen Porprov Kepri VI 2026 Amsakar Luncurkan DUKSTAR, Pelayanan Kependudukan Lebih Dekat ke Warga Peringati Sumpah Pemuda 2026, Dorong Generasi Muda Berkarakter dan Peduli Bertepatan dengan Hari Bakti ke-55, Kepala BP Batam Raih Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2026 Harmoni Asa Usung Semangat Restorasi, Tawarkan Penguatan Aspirasi dan Pengembangan Kompetensi Mahasiswa POLSRI Pesantren An Ni’mah Sagulung Terbakar, Santri Terlihat Panik dan Berhamburan

Nasional

Haedar Menyebut Genosida Zionis Israel dan Sekutu Telah Meruntuhkan Peradaban Modern Barat

badge-check


					Haedar Menyebut Genosida Zionis Israel dan Sekutu Telah Meruntuhkan Peradaban Modern Barat Perbesar

RealBatam.com,Bandung-Dunia sedang tidak baik-baik saja, Haedar Nashir menyoroti kebengisan genosida oleh Zionis Israel dan sekutu yang tak bisa dicegah tatanan dunia global telah meruntuhkan peradaban modern Barat.

Genosida yang dilakukan Zionis Israel kepada bangsa Palestina, termasuk yang akhir-akhir ini terjadi di Iran menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah ini tatanan dunia modern yang pro kemanusiaan luluh lantah.

Semangat pro kemanusiaan yang ditunjukkan manusia modern, kata Haedar, melahirkan humanisme sekuler yang serba orientasi kepada manusia, sendi-sendinya telah lumpuh akibat perang yang masih berlangsung.

“Segala paradigma modern terus dibangun seakan-akan tidak pernah dan tidak akan pernah dirobek oleh peristiwa yang sama. Tetapi apa yang terjadi, bahwa sejak satu dekade ini sejak 1948, dan dalam kurun yang terakhir ini paradigma yang pro humanisme itu nyaris gagal,” kata Haedar pada Ahad (8/3) malam di Masjid Salman ITB dalam acara Salat dan Ceramah Tarawih.

Situasi yang begitu nahas ini tak bisa dihentikan oleh tata hukum dan moral persekutuan dunia global. Haedar menyebut tata hukum dan moral internasional lumpuh sebab tak mampu menghentikan hasrat menghancurkan kedaulatan negara.

Dengan tegas Haedar menyebut berbagai perang yang terjadi merupakan model neo-kolonialisme abad kini. Maka dia mengajak seluruh umat Islam untuk bersatu, berdaulat dan mandiri dalam situasi yang serba tak menentu ini.

“Dunia muslim yang berbasis iman ini tentu harus bersaudara, dan ketika ada banyak hal yang membuat mereka bertengkar semestinya mereka islah atau berdamai. Agar mereka memperoleh rahmat Tuhan,” ungkapnya.

Meski pesan teologis tentang persatuan dunia Islam sudah disebutkan dalam Surat Hujurat ayat 10, namun Haedar melihat pesan itu sulit direalisasikan. Sebab kehidupan berbangsa dan bernegara tidak hitam putih, namun begitu kompleks.

“Banyak sekali lalu lintas kepentingan. Jangankan di level negara, di level ummah, di kelompok ummah saja betapa tak mudahnya merawat kemandirian, persatuan, dan orientasi bersama untuk membangun peradaban Islam,” tuturnya.

Padahal dengan kosmopolitanisme Islam, kata Haedar, menjadikan Islam sebagai agama pencerahan, serta menyatukan dan memajukan peradaban dunia dan kehidupan kemanusiaan secara global antara tahun 700 sampai 1200 masehi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Setelah Ramai Jadi Sorotan Publik, Dua Putra Gus Irfan Tinggalkan Jabatan Tenaga Ahli Kemenhaj

27 Oktober 2026 - 16:07 WIB

Wamenhaj Imbau Umrah Tak Naik Pesawat Transit Malaysia-Singapura

27 Oktober 2026 - 03:20 WIB

Bamsoet Dukung Sufmi Dasco: Indonesia Harus Berani Tentukan Rating Bursa Sendiri, MSCI Bukan Penentu Nasib Ekonomi Bangsa

26 Oktober 2026 - 19:28 WIB

Mendagri Tito Karnavian: Normalisasi 137 Sungai Jadi Prioritas Pulihkan Pascabencana Sumatera

26 Oktober 2026 - 19:20 WIB

DEN Dorong MBG Prioritaskan Wilayah 3T, Desa dan Masyarakat Miskin

21 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Trending di Nasional