Pimpin Apel Gabungan, Bupati Aneng Tekankan Pentingnya Disiplin dan Integritas ASN Wamenhaj Imbau Umrah Tak Naik Pesawat Transit Malaysia-Singapura Rencana Penggunaan PLTN di Batam: Antara Ketahanan Energi Nasional dan Ancaman Keselamatan Publik Bamsoet Dukung Sufmi Dasco: Indonesia Harus Berani Tentukan Rating Bursa Sendiri, MSCI Bukan Penentu Nasib Ekonomi Bangsa Mendagri Tito Karnavian: Normalisasi 137 Sungai Jadi Prioritas Pulihkan Pascabencana Sumatera Hari Bakti ke-55, BP Batam Gaungkan Semangat “Batam Maju, Investasi Melaju”

Jawa Barat

Bukan Sekadar Persoalan Satu Pasien, Kasus Infus Balita di Karawang Jadi Momentum Pembenahan Pelayanan Kesehatan

badge-check


					Bukan Sekadar Persoalan Satu Pasien, Kasus Infus Balita di Karawang Jadi Momentum Pembenahan Pelayanan Kesehatan Perbesar

Realbatam.com. Karawang-Dugaan kegagalan pemasangan infus terhadap seorang balita di RS Permata Keluarga Karawang diharapkan menjadi momentum pembenahan pelayanan kesehatan, khususnya dalam penanganan pasien anak.

Advokat Romadhoni, S.Sy., CPM., CPS., menyatakan bahwa persoalan yang dialami keluarga kliennya perlu dilihat secara lebih luas, terutama dalam konteks keselamatan pasien dan kualitas pelayanan rumah sakit.

Berdasarkan keterangan keluarga, pada 29 Juli 2026, anak mereka menjalani pemeriksaan akibat demam, mual, dan sakit kepala. Ketika dipersiapkan untuk rawat inap, pemasangan infus diduga mengalami lima kali kegagalan.

Anak dilaporkan menangis dan menjerit kesakitan. Keluarga akhirnya menghentikan proses pemasangan infus dan memutuskan untuk tidak melanjutkan rawat inap.

Setelah itu, keluarga menjalani konsultasi psikologis. Hasil asesmen pada 7 September 2026 mencatat bahwa anak memperagakan pengalaman ditusuk-tusuk serta menyampaikan ketidakmauannya untuk kembali ke rumah sakit.

Keluarga menyatakan telah mengupayakan mediasi sebanyak tiga kali, tetapi belum menemukan titik temu.

Romadhoni menegaskan bahwa upaya penyelesaian persoalan ini tidak semata-mata berorientasi pada proses hukum, tetapi juga pada perbaikan sistem pelayanan kesehatan.

“Kami ingin ada evaluasi yang nyata. Rumah sakit perlu memastikan bahwa prosedur pelayanan berjalan sesuai standar, komunikasi kepada keluarga dilakukan secara baik, dan keselamatan pasien anak benar-benar menjadi prioritas,” tegasnya.

Ia berharap rumah sakit, Dinas Kesehatan, tenaga kesehatan, dan masyarakat dapat menjadikan persoalan ini sebagai bahan refleksi untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan harus dibangun melalui pelayanan yang profesional, transparan, dan bertanggung jawab.

Keluarga berharap persoalan yang mereka alami dapat memperoleh penyelesaian secara adil sekaligus mendorong terciptanya pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat Karawang, pungkasnya. (8/akm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PA GMNI Jabar Siap Jadi Mitra Strategis & Kritis Pemerintah

26 Oktober 2026 - 01:07 WIB

Dinkes Karawang Diminta Beri sangsi terhadap R.S Permata Keluarga Kasus Dugaan Kelalaian Pelayanan Anak

2 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Perlindungan Pasien Anak Jadi Sorotan, Keluarga Pertanyakan Prosedur Pemasangan Infus di RS Permata Keluarga

2 Oktober 2026 - 15:33 WIB

Dugaan Kelalaian Pelayanan Medis, Advokat Romadhoni Kaji Laporan Pidana dan Gugatan Perdata terhadap Rumah Sakit

2 Oktober 2026 - 15:24 WIB

LBH GMBI Dorong Transparansi Rumah Sakit, Kasus Dugaan Kelalaian Pelayanan Anak Jadi Perhatian

2 Oktober 2026 - 15:17 WIB

Trending di Jawa Barat