Mulai 7 September 2026, Bank Pekreditan Rakyat Bestari Bertransformasi Menjadi PT. BPR Bestari (Perseroda) Gubernur Ansar Dorong Percepatan Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes Dorong Percepatan Penemuan Kasus TBC di Kepulauan Riau, 10 Unit X-Ray Disiapkan untuk Perkuat Deteksi Dini Wamenkes II RI Tinjau Posyandu di Tanjungpinang, Sosialisasikan Program CKG bagi Lansia Dialog di RRI Tanjungpinang, Hendri Kurniadi Tekankan Pentingnya Literasi Digital Bagi Masyarakat Dewi Ansar: Fokus Posyandu Bukan Cuma Kesehatan, Tapi Mencakup 6 Standar Pelayanan Minimal

Aceh

Tuntut Stimulan Dan Jadup, Korban Banjir Geruduk Kantor Walikota Langsa

badge-check


					Tuntut Stimulan Dan Jadup, Korban Banjir Geruduk Kantor Walikota Langsa Perbesar

Realbatam.com. Langsa-Persoalan bantuan bagi korban banjir di Kota Langsa belum sepenuhnya selesai. Puluhan warga yang tergabung dalam Korban Banjir Langsa (KBL) mendatangi Kantor Wali Kota Langsa, Rabu, 26 Agustus 2026, untuk menagih kejelasan sekaligus mendesak pemerintah segera menuntaskan hak masyarakat terdampak.

Massa menggelar aksi di depan kantor wali kota dengan membawa sejumlah tuntutan terkait bantuan yang mereka nilai masih belum diterima secara penuh. Mereka menilai penanganan pascabanjir tidak boleh berhenti setelah air surut, sementara kebutuhan warga terdampak masih belum seluruhnya terpenuhi.

Aksi tersebut dipimpin Koordinator Aksi, Jantana Pratama Putra. Secara bergantian, massa menyampaikan kritik dan tuntutan kepada Pemerintah Kota (Pemko) Langsa. Ada tiga persoalan utama yang mereka soroti. Pertama, bantuan banjir tahap III yang hingga kini disebut belum sepenuhnya disalurkan kepada masyarakat terdampak.

Kedua, penyelesaian termin II atau bantuan dalam bentuk jaminan hidup (jadup) yang dinilai masih menyisakan persoalan. Ketiga, massa meminta Pemko Langsa mempermudah proses pengajuan serta penyaluran bantuan rehabilitasi rumah bagi warga yang rumahnya terdampak banjir.

Bagi warga, keterlambatan penyelesaian bantuan menjadi persoalan serius. Beberapa bulan setelah bencana berlalu, mereka masih harus berhadapan dengan dampak yang ditinggalkan, sementara kepastian mengenai bantuan yang dijanjikan belum sepenuhnya mereka dapatkan.

Massa juga mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Mereka berharap Pemko Langsa tidak sekadar memberikan penjelasan, tetapi memastikan bantuan benar-benar sampai kepada warga yang berhak.

Kekecewaan massa semakin terlihat ketika Wali Kota Langsa disebut tidak berada di tempat karena sedang melakukan perjalanan ke luar kota. Kondisi itu membuat warga tetap bertahan di depan kantor wali kota sambil menunggu adanya kepastian dari pemerintah.

Hingga berita ini diturunkan, massa masih melakukan aksi. Mereka meminta Pemko Langsa segera memberikan kejelasan mengenai jadwal penyaluran bantuan tahap III, penyelesaian jadup serta mekanisme bantuan rehabilitasi rumah. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BPJS Ketenagakerjaan Langsa Siap Berkolaborasi Sukseskan Festival PKRM PRIMA DMI

11 September 2026 - 08:39 WIB

Sekretaris Umum HISSI Aceh Apresiasi dan Dukung Penuh PKRM PRIMA DMI Langsa

11 September 2026 - 08:35 WIB

Dari Julok Menuju Tiongkok: Shilva Zohra Raih Beasiswa Penuh Kuliah Di China

10 September 2026 - 18:17 WIB

Dari Tunai Ke Digital, KKN Desa Dewi Sri Dampingi UMKM Desa Dewi Sri Gunakan Qris

10 September 2026 - 16:27 WIB

Semarak Memperingati Maulid, KKN Desa Dewi Sri Melaksanakan Pekan Kreativitas Anak Islami asah potensi dan Nilai Keislamaan Anak

10 September 2026 - 15:21 WIB

Trending di Regional