PII Wati Rayakan Hari Lahir ke-62, Melisa: Tumbuh Berdaya, Merawat Diri, Menginspirasi Negeri PII Wati Luncurkan Rumah Aman Sahabat, Hadirkan Ruang Perlindungan bagi Perempuan dan Anak Rapimnas PII 2026 Digelar di Jakarta, Amsal Tegaskan Penguatan Pendidikan dan Kewirausahaan Pelajar Pemko Batam-APINDO Perkuat Serapan Tenaga Kerja Lokal, 30 Perusahaan Berkomitmen Koopsudnas Gelar Latihan Force Down di Batam, Amsakar Puji Kesiapsiagaan TNI AU Jaga Udara Batam Kualitas Udara Tanjungpinang Masih Kategori Sedang, Masyarakat Diimbau Tetap Waspada

Regional

PRIMA DMI Jabar Serukan Perlawanan terhadap Fitnah, Bela Jusuf Kalla dari Serangan Isu Manipulatif

badge-check


					PRIMA DMI Jabar Serukan Perlawanan terhadap Fitnah, Bela Jusuf Kalla dari Serangan Isu Manipulatif Perbesar

Realbatam.com. Bandung — Dinamika ruang publik kembali diwarnai polemik yang menyeret nama tokoh nasional Jusuf Kalla. Di tengah derasnya arus informasi digital, Pimpinan Wilayah Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (PW PRIMA DMI) Jawa Barat Masa Khidmat 2026–2030 memilih mengambil sikap tegas: melawan apa yang mereka nilai sebagai gelombang fitnah yang tidak berdasar. Pada hari Jumat (24/4/2026).

Ketua Umum PW PRIMA DMI Jawa Barat, Romadhoni, menilai tuduhan penistaan agama yang diarahkan kepada Ketua Umum Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI) tersebut sebagai bentuk manipulasi informasi yang berbahaya. Ia merujuk pada potongan video ceramah di lingkungan Universitas Gadjah Mada yang dinilai telah dipelintir keluar dari konteks aslinya.

“Yang disampaikan Ayahanda Jusuf Kalla adalah analisis akademis-historis, bukan doktrin keagamaan. Namun narasi yang beredar justru dipotong untuk menciptakan kegaduhan,” ujarnya dalam keterangan resmi di Bandung, Jumat (24/4/2026).

Dalam perspektif organisasi, fenomena ini bukan sekadar kesalahan persepsi, melainkan bagian dari pola yang lebih luas: upaya sistematis mendiskreditkan tokoh publik. Romadhoni menyebutnya sebagai bentuk character assassination yang dapat merusak tatanan kepercayaan publik jika tidak dilawan dengan narasi yang objektif dan bertanggung jawab.

Melawan Narasi yang Dipelintir

PW PRIMA DMI Jawa Barat menilai masyarakat, khususnya kalangan remaja masjid, memiliki peran strategis dalam menjaga kejernihan informasi. Jawa Barat yang dikenal sebagai wilayah religius dinilai harus menjadi benteng utama dalam membendung penyebaran hoaks berbasis sentimen keagamaan.

Menurut Romadhoni, tuduhan penistaan agama terhadap Jusuf Kalla justru menjadi ironi, mengingat rekam jejaknya sebagai tokoh yang aktif dalam berbagai misi perdamaian, baik di tingkat nasional maupun internasional. Oleh karena itu, ia mengajak publik untuk tidak mudah terprovokasi oleh potongan informasi yang tidak utuh.

Isu “Bohir” dan Politik Informasi

Tak hanya itu, isu lain yang menyeret nama Jusuf Kalla—yakni tuduhan sebagai “bohir” dalam polemik ijazah Presiden ke-7 RI—juga dinilai sebagai hoaks yang tidak memiliki dasar faktual. PW PRIMA DMI Jawa Barat menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak disertai bukti yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum maupun moral.

Dalam lanskap politik informasi saat ini, tuduhan tanpa bukti seperti ini dinilai berpotensi memperkeruh ruang publik dan melemahkan kepercayaan terhadap institusi serta tokoh bangsa.

Instruksi Organisasi: Tabayyun sebagai Prinsip

Sebagai langkah konkret, PW PRIMA DMI Jawa Barat menginstruksikan seluruh jajaran Pimpinan Daerah (PD) di kabupaten/kota untuk memperkuat literasi digital di lingkungan masjid. Narasi tandingan berbasis fakta diminta untuk terus digelorakan di media sosial, sembari menjaga kondusivitas umat.

Prinsip tabayyun atau klarifikasi ditekankan sebagai fondasi utama dalam menyikapi setiap informasi yang beredar, terutama di era di mana disinformasi dapat menyebar dengan sangat cepat.

Menindaklanjuti Instruksi Pusat

Sementara itu, Sekretaris Umum PW PRIMA DMI Jawa Barat, Ikmal Anshary, menegaskan bahwa sikap ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Pimpinan Pusat PRIMA DMI tertanggal 19 April 2026 Nomor PP/238/SEK/IV/1447-2026 tentang instruksi penerbitan pernyataan sikap oleh seluruh pimpinan wilayah dan daerah se-Indonesia.

Menurutnya, langkah ini bukan sekadar respons situasional, melainkan bagian dari tanggung jawab moral dan organisatoris dalam menjaga nilai kebenaran, keadilan, serta persatuan bangsa.

“Pimpinan Pusat PRIMA DMI telah menetapkan Pernyataan Sikap Resmi sebagai bentuk komitmen menjaga integritas informasi di tengah masyarakat. Kami di Jawa Barat menyatakan sikap tegas untuk berdiri di garis yang sama—melawan fitnah dan menjaga persatuan umat,” ujar Ikmal.

Ia juga menekankan bahwa organisasi remaja masjid tidak boleh terjebak dalam pusaran konflik berbasis hoaks, melainkan harus menjadi pelopor dalam membangun ruang publik yang sehat, beretika, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Menjaga Ruang Publik dari Polarisasi

Pernyataan sikap ini sekaligus menjadi refleksi bahwa pertarungan di era digital bukan hanya soal informasi, tetapi juga tentang menjaga nalar publik agar tetap jernih. Dalam konteks ini, peran organisasi keagamaan seperti PRIMA DMI menjadi semakin relevan—tidak hanya sebagai penjaga nilai spiritual, tetapi juga sebagai aktor sosial yang aktif merawat persatuan bangsa.

Di tengah derasnya arus disinformasi, pesan yang disampaikan PW PRIMA DMI Jawa Barat menjadi sederhana namun mendasar: kebenaran harus diperjuangkan, dan fitnah tidak boleh dibiarkan menjadi arus utama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BPJS Ketenagakerjaan Langsa Siap Berkolaborasi Sukseskan Festival PKRM PRIMA DMI

11 September 2026 - 08:39 WIB

Sekretaris Umum HISSI Aceh Apresiasi dan Dukung Penuh PKRM PRIMA DMI Langsa

11 September 2026 - 08:35 WIB

Dari Julok Menuju Tiongkok: Shilva Zohra Raih Beasiswa Penuh Kuliah Di China

10 September 2026 - 18:17 WIB

Dari Tunai Ke Digital, KKN Desa Dewi Sri Dampingi UMKM Desa Dewi Sri Gunakan Qris

10 September 2026 - 16:27 WIB

Semarak Memperingati Maulid, KKN Desa Dewi Sri Melaksanakan Pekan Kreativitas Anak Islami asah potensi dan Nilai Keislamaan Anak

10 September 2026 - 15:21 WIB

Trending di Regional