LAM Kota Batam: Do’a selamat dan Do’a Arwah Sempena Hari Jadi LAM Yang Ke-26 PII Wati Rayakan Hari Lahir ke-62, Melisa: Tumbuh Berdaya, Merawat Diri, Menginspirasi Negeri PII Wati Luncurkan Rumah Aman Sahabat, Hadirkan Ruang Perlindungan bagi Perempuan dan Anak Rapimnas PII 2026 Digelar di Jakarta, Amsal Tegaskan Penguatan Pendidikan dan Kewirausahaan Pelajar Pemko Batam-APINDO Perkuat Serapan Tenaga Kerja Lokal, 30 Perusahaan Berkomitmen Koopsudnas Gelar Latihan Force Down di Batam, Amsakar Puji Kesiapsiagaan TNI AU Jaga Udara Batam

Aceh

Migas Blok Andaman Tarik Minat Investor, KEK ARun Disiapkan Jadi Pusat Hilirisasi Eenergi Aceh

badge-check


					Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem).|Foto:Ist Perbesar

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem).|Foto:Ist

Realbatam.com. Banda Aceh – Potensi cadangan gas raksasa di Blok Andaman mulai menarik perhatian sejumlah korporasi nasional maupun internasional untuk berinvestasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe. Meski proyek hulu migas masih dalam tahap pengembangan, geliat investasi sektor hilir mulai menunjukkan perkembangan positif.

Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) menyambut baik meningkatnya minat investor terhadap hilirisasi migas di Aceh. Menurutnya, investasi tersebut diharapkan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

“Semoga membawa kebaikan dan kemakmuran bagi Aceh,” kata Mualem melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, Senin (13/7/2026).

Nurlis mengatakan Pemerintah Aceh membuka peluang seluas-luasnya bagi investor yang ingin mengembangkan industri hilir di KEK Arun. Menurutnya, hilirisasi migas dari Blok Andaman merupakan salah satu agenda strategis Gubernur Aceh dalam mendorong transformasi ekonomi daerah.

Karena itu, Mualem meminta seluruh pemangku kepentingan, khususnya Pemerintah Aceh, mulai mempersiapkan berbagai aspek pendukung agar pengembangan industri hilir dapat berjalan optimal ketika produksi gas dimulai.

Sejumlah perusahaan, baik nasional maupun asing, kini mulai menjajaki peluang investasi di KEK Arun. Salah satunya PT Indoasia Oiltank Terminal yang bergerak di bidang infrastruktur energi dan petrokimia.

Perusahaan tersebut dipimpin salah satu pemegang sahamnya, Mohamad Bawazeer, yang juga merupakan pimpinan Indrillco Group serta Ketua Komite Bilateral Arab Saudi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Direksi Indoasia Oiltank Terminal bertemu dengan Pemerintah Aceh di Kantor Gubernur Aceh, Senin (13/7/2026), dan diterima Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir Syamaun. Dalam pertemuan itu, perusahaan juga menggandeng Fakultas Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala (USK) dengan melibatkan tiga profesor sebagai mitra akademik.

“Kami menyambut baik setiap calon investor yang ingin berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja di Aceh,” kata Nasir.

Ia mengapresiasi langkah perusahaan yang melibatkan USK dalam pengembangan proyek. Menurutnya, kolaborasi tersebut menunjukkan komitmen untuk membangun investasi yang turut memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan dunia pendidikan di Aceh.

Selain Indoasia Oiltank Terminal, minat investasi juga datang dari PT Pupuk Indonesia (Persero). Sebelumnya, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menyampaikan rencana pembangunan dua pabrik metanol di Aceh dan Kalimantan Timur guna memenuhi kebutuhan bahan baku biodiesel nasional.

Ketertarikan serupa juga disampaikan perusahaan energi yang berbasis di Dubai, Uni Emirat Arab, melalui surat kepada Gubernur Aceh pada 26 April 2026. Perusahaan tersebut menyatakan minat membangun pabrik metanol di KEK Arun.

Tak hanya itu, perusahaan asal Jiangsu, China, bersama mitra nasional di Jakarta juga telah mengajukan proposal kepada Pemerintah Aceh pada 8 Juli 2026 untuk mengembangkan proyek likuefaksi LNG di KEK Arun.

Besarnya minat investor tidak terlepas dari potensi Blok Andaman yang memiliki enam wilayah kerja migas, yakni Andaman I, Andaman II, Andaman III, Central Andaman, South Andaman, dan South West Andaman.

Tahap awal pengembangan akan dimulai dari Lapangan Gas Tangkulo di Wilayah Kerja South Andaman yang dioperasikan Mubadala Energy.

“Proyek inilah yang akan menjadi pintu masuk dimulainya hilirisasi migas di Aceh,” ujar Nurlis.

Pemerintah Aceh menargetkan KEK Arun menjadi pusat hilirisasi migas yang terintegrasi. Target tersebut sejalan dengan Proyek Strategis Nasional dalam RPJMN 2025–2029 yang menetapkan pengembangan KEK Arun sebagai salah satu program prioritas, sekaligus mendukung arah pembangunan dalam RPJMA Aceh 2025–2029.

Nurlis menjelaskan Lapangan Gas Tangkulo diproyeksikan menghasilkan sekitar 300 MMSCFD gas. Dari jumlah itu, sekitar 160 MMSCFD telah memiliki komitmen penjualan melalui Gas Sale Agreement (GSA) kepada PLN, sementara sisanya membuka peluang besar bagi pengembangan industri hilir di Aceh.

“Potensinya masih sangat besar untuk mendukung pertumbuhan industri di Aceh,” katanya.

Selain gas alam yang dapat diolah menjadi metanol dan hidrogen, Lapangan South Andaman juga diperkirakan memproduksi sekitar 7.500 barel kondensat per hari. Produk tersebut dapat diolah menjadi nafta, kerosin, hingga gasoline yang menjadi bahan baku industri petrokimia, cat, dan bahan bakar minyak.

Dengan mulai berdatangannya investor, Pemerintah Aceh optimistis KEK Arun akan kembali menjadi kawasan industri energi strategis yang mampu menciptakan nilai tambah, meningkatkan investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Aceh. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BPJS Ketenagakerjaan Langsa Siap Berkolaborasi Sukseskan Festival PKRM PRIMA DMI

11 September 2026 - 08:39 WIB

Sekretaris Umum HISSI Aceh Apresiasi dan Dukung Penuh PKRM PRIMA DMI Langsa

11 September 2026 - 08:35 WIB

Dari Julok Menuju Tiongkok: Shilva Zohra Raih Beasiswa Penuh Kuliah Di China

10 September 2026 - 18:17 WIB

Dari Tunai Ke Digital, KKN Desa Dewi Sri Dampingi UMKM Desa Dewi Sri Gunakan Qris

10 September 2026 - 16:27 WIB

Semarak Memperingati Maulid, KKN Desa Dewi Sri Melaksanakan Pekan Kreativitas Anak Islami asah potensi dan Nilai Keislamaan Anak

10 September 2026 - 15:21 WIB

Trending di Regional