PII Wati Rayakan Hari Lahir ke-62, Melisa: Tumbuh Berdaya, Merawat Diri, Menginspirasi Negeri PII Wati Luncurkan Rumah Aman Sahabat, Hadirkan Ruang Perlindungan bagi Perempuan dan Anak Rapimnas PII 2026 Digelar di Jakarta, Amsal Tegaskan Penguatan Pendidikan dan Kewirausahaan Pelajar Pemko Batam-APINDO Perkuat Serapan Tenaga Kerja Lokal, 30 Perusahaan Berkomitmen Koopsudnas Gelar Latihan Force Down di Batam, Amsakar Puji Kesiapsiagaan TNI AU Jaga Udara Batam Kualitas Udara Tanjungpinang Masih Kategori Sedang, Masyarakat Diimbau Tetap Waspada

Politik

Pimpinan Pusat Singa Muda Hanura menggelar Dialog Kebangsaan

badge-check


					Pimpinan Pusat Singa Muda Hanura menggelar Dialog Kebangsaan Perbesar

Realbatam.com. Jakarta-Pimpinan Pusat Singa Muda Hanura menggelar Dialog Kebangsaan bertajuk “Refleksi 81 Tahun Proklamasi: Sudahkah Indonesia Merdeka?” di Kantor DPP Partai Hanura, Sabtu (22/8/2026).

Forum tersebut mempertemukan sejumlah tokoh organisasi kepemudaan untuk membahas kembali makna kemerdekaan Indonesia setelah 81 tahun Proklamasi. Diskusi tidak hanya menyoroti capaian bangsa selama lebih dari delapan dekade, tetapi juga mengangkat persoalan ketimpangan ekonomi, distribusi kekayaan, akses pengetahuan, hingga tantangan demokrasi dan politik di Indonesia.

Sejumlah narasumber hadir dalam forum tersebut, yakni Ketua Umum DPP GMNI Sujahri Somar, Ketua EN-LMND Yoga Aldo Novensi yang diwakili Sekretaris Jenderal dalam penyampaian pandangannya, Ketua Pimpinan Pusat Singa Muda Hanura Abraham, Ketua PP PMKRI Delvis Rettob, serta Koordinator Aliansi PERISAI Lalu M. Rizaldy. Diskusi dimoderatori Agustini Nurur Rohmah.

Ketimpangan Kekayaan Jadi Sorotan

Salah satu isu yang mengemuka dalam dialog adalah pertanyaan mengenai sejauh mana kemerdekaan telah dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat.

Mewakili Ketua Umum EN-LMND, Sekretaris Jenderal LMND mempertanyakan kembali makna kemerdekaan dari perspektif distribusi kekayaan dan pengetahuan.

“Sudahkah negeri ini merdeka? Lihatlah sebaran kekayaan negara kita. Hari ini kekayaan terkonsentrasi, tanah timpang dan pengetahuan tidak setara,” ujarnya dalam forum tersebut.

Menurut dia, tantangan generasi saat ini bukan sekadar mempertahankan kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pendahulu, tetapi memastikan sumber daya dan pengetahuan dapat diakses secara lebih adil.

“Tugas generasi hari ini adalah mendistribusikan ulang kekayaan, tanah, dan ilmu pengetahuan,” katanya.

Pernyataan tersebut menempatkan persoalan ketimpangan sebagai salah satu pekerjaan rumah utama Indonesia di usia kemerdekaan yang ke-81.

Kemerdekaan, dalam perspektif tersebut, tidak cukup dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan secara politik. Kemerdekaan juga berkaitan dengan kemampuan masyarakat untuk memperoleh akses yang adil terhadap sumber daya ekonomi, tanah, pendidikan, dan pengetahuan.

“Masih Bertumpu pada Topangan Asing”

Sorotan lain datang dari Koordinator Aliansi PERISAI, Lalu M. Rizaldy. Ia menilai perjalanan Indonesia selama 81 tahun masih menghadapi persoalan kemandirian nasional.

“Indonesia berdiri selama 81 tahun masih berada pada pondasi dan topangan asing,” ujar Lalu.

Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan lebih jauh mengenai sejauh mana Indonesia mampu berdiri secara mandiri dalam menentukan arah pembangunan, ekonomi, maupun kebijakan strategisnya.

Dalam konteks tersebut, refleksi kemerdekaan tidak hanya berkaitan dengan apa yang telah dicapai Indonesia, tetapi juga mengenai ketergantungan yang masih dihadapi serta kemampuan negara membangun kekuatan sendiri.

Mahalnya Ongkos Politik dan Tantangan Demokrasi

Selain persoalan ketimpangan kekayaan, dialog juga menempatkan dinamika politik sebagai bagian penting dalam pembahasan mengenai masa depan demokrasi Indonesia.

Mahalnya ongkos politik menjadi salah satu persoalan yang relevan untuk dibicarakan karena berhubungan dengan kualitas partisipasi politik dan kesempatan masyarakat untuk terlibat dalam proses demokrasi.

Ketika politik membutuhkan biaya yang besar, ruang partisipasi dapat berisiko semakin sulit diakses oleh kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan sumber daya.

Karena itu, refleksi 81 tahun Proklamasi dalam forum tersebut diarahkan bukan sekadar untuk melihat sejarah, melainkan mempertanyakan kembali apa arti kemerdekaan bagi generasi Indonesia hari ini.

Pemuda Didorong Tidak Sekadar Menjadi Penonton

Ketua Pimpinan Pusat Singa Muda Hanura, Abraham, mengatakan ruang dialog antarkelompok pemuda diperlukan untuk mempertemukan berbagai perspektif mengenai persoalan bangsa.

Forum tersebut memperlihatkan bahwa isu kemerdekaan memiliki dimensi yang semakin luas. Bukan lagi hanya soal mempertahankan kedaulatan dari penjajahan fisik, tetapi juga bagaimana memastikan negara memiliki kemandirian ekonomi, pemerataan kesejahteraan, distribusi pengetahuan, serta sistem politik yang memberikan ruang partisipasi lebih luas.

Dengan mengusung semangat “Daerah Berdaya, Indonesia Sejahtera”, Singa Muda Hanura menempatkan dialog tersebut sebagai ruang refleksi sekaligus pertukaran gagasan antargenerasi muda.

Pertanyaan yang kemudian tersisa bukan hanya “Sudahkah Indonesia merdeka?”, tetapi juga “Seperti apa kemerdekaan yang ingin diwujudkan generasi Indonesia berikutnya?”

Dialog Kebangsaan tersebut berlangsung mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai di Kantor DPP Partai Hanura, Jakarta.

Penulis: Yusuf W
Editor  : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PII Wati Rayakan Hari Lahir ke-62, Melisa: Tumbuh Berdaya, Merawat Diri, Menginspirasi Negeri

11 September 2026 - 17:45 WIB

PII Wati Luncurkan Rumah Aman Sahabat, Hadirkan Ruang Perlindungan bagi Perempuan dan Anak

11 September 2026 - 16:55 WIB

Rapimnas PII 2026 Digelar di Jakarta, Amsal Tegaskan Penguatan Pendidikan dan Kewirausahaan Pelajar

11 September 2026 - 16:51 WIB

Mardiono Ucapkan Selamat HUT Demokrat ke-25: Bergandeng Tangan Menuju Indonesia Makmur

10 September 2026 - 15:34 WIB

ISIM Audiensi dengan Kemenpora RI, Dorong Kolaborasi Penguatan Karakter Pemuda Menuju Indonesia Emas 2045

9 September 2026 - 18:16 WIB

Trending di Nasional