10 Tahun Diperjuangkan, Gas Natuna Kini Resmi Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi Operasi Patuh 2026, Polri Ajak Masyarakat Jadikan Keselamatan sebagai Kebiasaan BP Batam Matangkan Pekerjaan Teknis Jalan Gajah Mada, Pembukaan jalan Ditargetkan Sesuai Jadwal Hj.Eva Susanti Apresiasi Posbakum YBH-SSB, Dorong Sinergi Bantuan Hukum bagi Masyarakat Miskin di Palembang Komitmen Kapolda Jawa Timur menjaga Pemuda: “Pemuda Berani Melawan Narkoba, Menjaga Persatuan dan Masa Depan Jawa Timur” Daarurrahmah Cup V Resmi Dibuka, Jadi Ajang Silaturahmi dan Unjuk Bakat Pelajar SD/MI se-Kabupaten Bekasi

Nasional

Solidaritas untuk NTT, Muhammadiyah Himpun Dana Bantuan Rp 6 Miliar dan Layani 7.225 Penyintas

badge-check


					Solidaritas untuk NTT, Muhammadiyah Himpun Dana Bantuan Rp 6 Miliar dan Layani 7.225 Penyintas Perbesar

Realbatam.com. Jakarta-Muhammadiyah terus melanjutkan aksi layanan kemanusiaan bagi penyintas gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terjadi pada 15 Agustus 2026. Respons kemanusiaan tersebut dilakukan melalui kolaborasi Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Lazismu.

Sejak awal bencana, Muhammadiyah memobilisasi sumber daya dari berbagai daerah untuk memberikan layanan kepada masyarakat terdampak. Respons awal dilakukan melalui Pos Koordinasi Wilayah yang berlokasi di Klinik Muhammadiyah Ende, Jalan Mahoni, Kelurahan Kota Ratu, Kecamatan Ende Utara, Kabupaten Ende.

Pos Koordinasi Wilayah tersebut berfungsi sebagai pusat perencanaan, koordinasi, dan evaluasi aksi layanan kemanusiaan. Hingga saat ini, Muhammadiyah telah mendirikan tujuh Pos Koordinasi Daerah di tujuh kabupaten terdampak serta 10 Pos Pelayanan untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Dalam mendukung respons bencana, Muhammadiyah menjalankan sejumlah klaster layanan prioritas, meliputi layanan kesehatan, layanan nonkesehatan, dan layanan logistik.

Pada sektor kesehatan, Muhammadiyah mengerahkan Emergency Medical Team (EMT) Type-1 Fixed dan EMT Mobile. EMT Type-1 Fixed terdiri atas 50 personel dan mendirikan rumah sakit lapangan di Puskesmas Dampek, Manggarai Timur, yang mengalami kerusakan akibat gempa.

Tim EMT Muhammadiyah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI dan dijadwalkan bertugas selama 30 hari sejak 17 Agustus 2026. Sementara itu, EMT Mobile dikerahkan untuk menjangkau lokasi-lokasi pengungsian yang tidak terjangkau layanan kesehatan tetap. Tim ini melibatkan tenaga medis dari berbagai Rumah Sakit Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Indonesia.

Hingga 3 September 2026, layanan kesehatan Muhammadiyah telah menangani 7.225 penyintas. Mereka terdiri atas 85 pasien bayi, 229 balita, 266 anak, 150 remaja, 2.173 dewasa, 22 ibu hamil, dan 799 lansia berdasarkan kelompok usia yang tercatat dalam layanan EMT.

Dari pemeriksaan yang dilakukan di rumah sakit lapangan, sejumlah diagnosis yang banyak ditemukan di antaranya infeksi saluran pernapasan sebanyak 437 kasus, nyeri otot dan pegal-pegal 372 kasus, hipertensi 233 kasus, rasa tidak nyaman atau nyeri di sekitar perut 186 kasus, serta sakit kepala dan nyeri leher hingga tengkuk sebanyak 153 kasus.

Selain layanan kesehatan, Muhammadiyah memberikan layanan nonkesehatan berupa dapur umum yang telah melayani 1.750 jiwa. Muhammadiyah juga membangun fasilitas sanitasi dan air bersih di dua titik serta memberikan layanan psikososial kepada 1.773 jiwa.

Dukungan bagi penyintas juga dilakukan melalui distribusi berbagai bantuan logistik, antara lain mobil dapur umum, mobil taktis, 500 paket family kit, 600 paket school kit, 1.440 kaleng RendangMu, serta terpal sepanjang 500 meter. Dukungan logistik dan obat-obatan juga diberikan oleh tim EMT Mobile dari Rumah Sakit Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.

Lazismu Himpun Rp6,09 Miliar

Dalam mendukung aksi kemanusiaan tersebut, Lazismu menghimpun dana melalui program Indonesia Siaga untuk respons gempa bumi NTT.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebelumnya menerbitkan Surat Edaran Nomor 18/EDR/I.0/H/2026 tertanggal 20 Agustus 2026 yang menginstruksikan masjid-masjid Muhammadiyah untuk melakukan penggalangan infak Salat Jumat bagi korban bencana gempa bumi di NTT. Penggalangan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Hingga 3 September 2026, dana yang berhasil dihimpun tercatat sebesar Rp6.099.163.820. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp3.455.958.814 telah disalurkan untuk mendukung aksi layanan kemanusiaan Muhammadiyah di NTT.

Direktur Utama Lazismu, Barry Adhitya, menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan Muhammadiyah yang terlibat dalam respons bencana serta para donatur dan jamaah Salat Jumat yang telah memberikan kepercayaan melalui dukungan donasi.

“Kami apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh relawan Muhammadiyah di lapangan atas kerja-kerja kemanusiaan. Tentu kami juga berterima kasih kepada para donatur dan jamaah Salat Jumat atas kepercayaannya, sehingga aksi layanan kemanusiaan Muhammadiyah kepada penyintas bencana di NTT dapat terus dilanjutkan,” ujar Barry pada Jumat (4/9).

Ia menegaskan, Lazismu akan terus memantau dan mengevaluasi pelaksanaan program Indonesia Siaga di NTT. Dana yang dihimpun dari masyarakat akan dioptimalkan untuk mendukung proses pemulihan masyarakat terdampak, termasuk hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Insyaallah, dukungan ini akan terus dilanjutkan untuk membangun ketangguhan masyarakat dan membantu penyintas bangkit dari dampak bencana,” imbuhnya.

Masyarakat dapat terus mendukung aksi layanan kemanusiaan Muhammadiyah untuk penyintas gempa bumi NTT melalui donasi.lazismu.org/bantuanbencana dan memantau perkembangan respons melalui lazismu.org/dashboardresponntt. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

10 Tahun Diperjuangkan, Gas Natuna Kini Resmi Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi

29 Oktober 2026 - 02:52 WIB

Operasi Patuh 2026, Polri Ajak Masyarakat Jadikan Keselamatan sebagai Kebiasaan

29 Oktober 2026 - 00:35 WIB

Setelah Ramai Jadi Sorotan Publik, Dua Putra Gus Irfan Tinggalkan Jabatan Tenaga Ahli Kemenhaj

27 Oktober 2026 - 16:07 WIB

Wamenhaj Imbau Umrah Tak Naik Pesawat Transit Malaysia-Singapura

27 Oktober 2026 - 03:20 WIB

Bamsoet Dukung Sufmi Dasco: Indonesia Harus Berani Tentukan Rating Bursa Sendiri, MSCI Bukan Penentu Nasib Ekonomi Bangsa

26 Oktober 2026 - 19:28 WIB

Trending di Nasional