10 Tahun Diperjuangkan, Gas Natuna Kini Resmi Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi Operasi Patuh 2026, Polri Ajak Masyarakat Jadikan Keselamatan sebagai Kebiasaan BP Batam Matangkan Pekerjaan Teknis Jalan Gajah Mada, Pembukaan jalan Ditargetkan Sesuai Jadwal Hj.Eva Susanti Apresiasi Posbakum YBH-SSB, Dorong Sinergi Bantuan Hukum bagi Masyarakat Miskin di Palembang Komitmen Kapolda Jawa Timur menjaga Pemuda: “Pemuda Berani Melawan Narkoba, Menjaga Persatuan dan Masa Depan Jawa Timur” Daarurrahmah Cup V Resmi Dibuka, Jadi Ajang Silaturahmi dan Unjuk Bakat Pelajar SD/MI se-Kabupaten Bekasi

Nasional

Peringatan Hari Damai Aceh Diwarnai Bendera Bulan Bintang, JK: Bukan Aksi Menentang Pemerintah Pusat

badge-check


					Wakil Presiden ke-10 dan 12, Jusuf Kalla (JK) Perbesar

Wakil Presiden ke-10 dan 12, Jusuf Kalla (JK)

Jakarta-Wakil Presiden ke-10 dan 12, Jusuf Kalla (JK) merespons kericuhan yang terjadi saat peringatan 21 tahun Hari Damai Aceh di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026). Menurutnya, aksi yang diwarnai pengibaran bendera bulan bintang bukan untuk menentang pemerintah pusat.

JK menilai, peristiwa itu lebih dipicu ketidakpuasan internal di kalangan mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Dia menyebut, tuntutan yang muncul dalam aksi tersebut tidak mengarah kepada pemerintah pusat.

“Ini hanya ada ketidaksenangan kelompok internal. Jadi menujunya bukan ke pusat ini tuntutan, tapi menujunya adanya suatu perbaikan-perbaikan internal di Aceh itu,” kata JK di kediamannya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (15/8/2026).

Peringatan Hari Damai Aceh awalnya berlangsung dalam bentuk doa dan zikir untuk mengenang 21 tahun penandatanganan Nota Kesepahaman Helsinki pada 15 Agustus 2005. Namun, situasi memanas setelah muncul aksi pengibaran bendera GAM yang kemudian memicu bentrokan dengan aparat keamanan.

Meski demikian, JK menilai kericuhan tersebut tidak mencerminkan keinginan masyarakat Aceh secara umum. Menurutnya, masyarakat Aceh telah merasakan manfaat perdamaian selama lebih dari dua dekade terakhir.

“Nah sehingga menimbulkan justru bukan mendemo pemerintah pusat, tidak. Dia mendemo antarpimpinan eks GAM di sana,” kata JK.

JK juga mengungkapkan, perdamaian Aceh yang telah berlangsung selama 21 tahun tidak sedang terancam. Selama periode tersebut, kata dia, berbagai pemilihan kepala daerah berlangsung aman tanpa gangguan berarti.

“Pertama perdamaiannya sudah 21 tahun, sudah sangat sudah sangat dan sudah empat kali pemilihan gubernur tidak ada masalah,” katanya.

JK menilai pengibaran bendera Bulan Bintang lebih merupakan simbol ketidakpuasan sebagian kelompok daripada upaya menghidupkan kembali konflik di Aceh.

“Saya kira tidak. Seluruh masyarakat termasuk eks GAM sudah menikmati kedamaian,” ucapnya.

JK berharap para pemimpin Aceh dapat segera meredam situasi dan menyelesaikan persoalan yang menjadi sumber ketidakpuasan di daerah tersebut agar perdamaian yang telah terjaga selama dua dekade lebih tetap terpelihara.

“Kalau masalah sekali lagi masalah Banda Aceh, ini lebih banyak unsur perbedaan pendapat internal sehingga kita harapkan mereka mempunyai pandangan mengikuti langkah-langkah pemimpin Gubernur, Wali Nanggroe, mudah-mudahan Gubernur dan Wali Nanggroe segera kembali ke Banda Aceh untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut,” kata dia.

Sebelumnya diberitakan, suasana peringatan 21 tahun perdamaian Aceh di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, mendadak memanas setelah sejumlah warga mengibarkan bendera Bulan Bintang, Sabtu (15/8/2026). Massa teribat keributan dengan polisi hingga terjadi aksi saling dorong.

Peringatan 21 tahun perdamaian Aceh ini awalnya digelar melalui doa bersama dan zikir di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Namun massa mengibarkan bendera Bulan Bintang yang memicu ketegangan dengan aparat.

Dalam video yang beredar, sejumlah warga terlihat membawa dan mengibarkan bendera Bulan Bintang di halaman masjid. Massa juga membawa bendera putih serta bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

10 Tahun Diperjuangkan, Gas Natuna Kini Resmi Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi

29 Oktober 2026 - 02:52 WIB

Operasi Patuh 2026, Polri Ajak Masyarakat Jadikan Keselamatan sebagai Kebiasaan

29 Oktober 2026 - 00:35 WIB

Setelah Ramai Jadi Sorotan Publik, Dua Putra Gus Irfan Tinggalkan Jabatan Tenaga Ahli Kemenhaj

27 Oktober 2026 - 16:07 WIB

Wamenhaj Imbau Umrah Tak Naik Pesawat Transit Malaysia-Singapura

27 Oktober 2026 - 03:20 WIB

Bamsoet Dukung Sufmi Dasco: Indonesia Harus Berani Tentukan Rating Bursa Sendiri, MSCI Bukan Penentu Nasib Ekonomi Bangsa

26 Oktober 2026 - 19:28 WIB

Trending di Nasional