BP Batam dan UIB Jalin Kerja Sama Penyelenggaraan Rumah Sakit Pendidikan Lepas Kontingen Karimun, Endipat Wijaya Siapkan Bonus untuk Atlet yang Berprestasi Reses di Karimun, Endipat Wijaya Perjuangkan Pendidikan hingga Ambulance Gratis Sekda Firmansyah: Mubaligh Berperan Penting Menjaga Persatuan dan Menangkal Hoaks Pemprov Kepri dan Lima Daerah Bersinergi, Siapkan 171 ASN Jadi Komponen Cadangan Pemprov Kepri Hibahkan Barang dan Kendaraan untuk Lembaga Nirlaba Sosial Kemasyarakatan, Gubernur: “Ini Wujud Komitmen Pemerintah”

Nasional

Krisis Pendidikan Mengkhawatirkan, PB PII Temui Wamensos RI

badge-check


					Krisis Pendidikan Mengkhawatirkan, PB PII Temui Wamensos RI Perbesar

Realbatam.com. Jakarta-Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII) bersama Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono, membahas persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang masih menjadi tantangan serius dunia pendidikan nasional pada 2026.

 

Hal itu disampaikan Agus Jabo saat menerima audiensi PB PII di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, pada hari Senin (25/05/2025).

 

Dalam pertemuan tersebut, PB PII menyampaikan laporan komprehensif terkait kondisi ATS tahun 2026 sekaligus sejumlah rekomendasi strategis untuk penanganan di tingkat akar rumput. Berdasarkan data yang dipaparkan, jumlah ATS di Indonesia mencapai 3,96 juta anak yang terdiri dari anak putus sekolah, lulusan yang tidak melanjutkan pendidikan, hingga anak yang belum pernah bersekolah.

Ketua Umum PB PII, Amsal, menegaskan bahwa persoalan ATS tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan administratif pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dan organisasi pelajar.

 

“PB PII siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyelamatkan generasi muda dari ancaman putus sekolah. Pendekatan sesama pelajar dinilai lebih efektif untuk menjangkau anak-anak yang rentan meninggalkan pendidikan,” ujar Amsal.

 

PB PII juga menawarkan sejumlah rekomendasi strategis, di antaranya pembentukan “Satgas Pelajar Peduli”, penguatan sekolah ramah anak, advokasi dana pendidikan berbasis daerah, hingga penguatan pendidikan vokasional bagi remaja usia produktif.

Selain itu, PB PII mendorong adanya forum koordinasi permanen yang melibatkan kementerian terkait dan organisasi pelajar untuk memetakan serta menangani persoalan ATS secara terpadu dan berkelanjutan.

 

Agus Jabo menyambut baik gagasan dan rekomendasi yang disampaikan PB PII. Menurutnya, keterlibatan organisasi pelajar sangat penting dalam memperkuat upaya pemerintah menekan angka putus sekolah serta memastikan hak pendidikan anak terpenuhi secara merata.

 

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal penguatan sinergi antara pemerintah dan organisasi kepelajaran dalam menghadapi tantangan pendidikan menuju Indonesia Emas 2045. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

10 Tahun Diperjuangkan, Gas Natuna Kini Resmi Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi

29 Oktober 2026 - 02:52 WIB

Operasi Patuh 2026, Polri Ajak Masyarakat Jadikan Keselamatan sebagai Kebiasaan

29 Oktober 2026 - 00:35 WIB

Setelah Ramai Jadi Sorotan Publik, Dua Putra Gus Irfan Tinggalkan Jabatan Tenaga Ahli Kemenhaj

27 Oktober 2026 - 16:07 WIB

Wamenhaj Imbau Umrah Tak Naik Pesawat Transit Malaysia-Singapura

27 Oktober 2026 - 03:20 WIB

Bamsoet Dukung Sufmi Dasco: Indonesia Harus Berani Tentukan Rating Bursa Sendiri, MSCI Bukan Penentu Nasib Ekonomi Bangsa

26 Oktober 2026 - 19:28 WIB

Trending di Nasional