Kemhan RI Sebut Pembelian Jet Tempur KAAN Turki Pakai Skema Utang

oleh -76 Dilihat
oleh
Jet tempur KAAN buatan Turkiye yang akan diekspor ke Indonesia secara bertahap dalam sepuluh tahun. Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan pada Rabu (11/6/2025) mengumumkan kontrak pembelian KAAN senilai 10 miliar dollar AS atau Rp 164 triliun

RealBatam.Com. Jakarta-Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI mengatakan, pembelian pesawat tempur KAAN dari Turkish Aerospace Industries menggunakan mekanisme Pinjaman Luar Negeri (PLN) alias utang. โ€œTerkait pesawat tempur KAAN.

 

Untuk KAAN, sudah ada kontrak awal dalam jumlah terbatas yang saat ini masih dalam proses aktivasi melalui mekanisme PLN (Pinjaman Luar Negeri) bersama Kemenkeu,โ€ kata Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kementerian Pertahanan, Rico Ricardo Sirait dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (3/4/2026).

 

Hal tersebut disampaikan Kemenhan dalam merespons isu pengadaan pesawat tempur KAAN dari Turki. Baca juga: Jet Siluman KAAN Ogah Terus Pakai Mesin Buatan AS, Turkiye Kebut Produksi Dalam Negeri Rio mengatakan, pengadaan akan dilakukan bertahap sesuai kesiapan anggaran dan kebutuhan TNI.

Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Sjafrie Sjamsoeddin menyaksikan penandatanganan kontrak pembelian 48 pesawat tempur KAAN dari Turkiye, Sabtu (26/7/2025). (Dokumentasi Biro Infohan Setjen Kemenhan.)

Penandatanganan kontrak pembelian 48 jet KAAN Sebelumnya, Pemerintah Indonesia resmi menandatangani kontrak pembelian 48 unit pesawat tempur KAAN dari Turki. Shell Disebut Susul Vivo & AKR Dapat BBM Artikel Kompas.id Penandatanganan berlangsung dalam rangkaian pameran pertahanan internasional (IDEF) 2025 di Istanbul, Sabtu (26/7/2025), dan disaksikan langsung oleh Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin.

“Penandatanganan ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan Government-to-Government (G2G) yang telah ditandatangani sebelumnya pada 11 Juni 2025,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang dalam keterangannya, Senin (28/7/2025). Frega menyebutkan, kontrak ini bukan sekadar pengadaan alutsista canggih, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat kapasitas industri pertahanan dalam negeri.

 

Menurut dia, dengan kontrak ini, Indonesia tidak hanya memperoleh alutsista berteknologi tinggi, tetapi juga berkesempatan besar untuk mengembangkan basis industri pertahanan lokal. โ€œBasis industri lokal yang akan dibentuk di Indonesia diharapkan menjadi bukti nyata dari kemitraan yang saling menguntungkan dan berlandaskan pada persahabatan,” ujar Frega.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.