10 Tahun Diperjuangkan, Gas Natuna Kini Resmi Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi Operasi Patuh 2026, Polri Ajak Masyarakat Jadikan Keselamatan sebagai Kebiasaan BP Batam Matangkan Pekerjaan Teknis Jalan Gajah Mada, Pembukaan jalan Ditargetkan Sesuai Jadwal Hj.Eva Susanti Apresiasi Posbakum YBH-SSB, Dorong Sinergi Bantuan Hukum bagi Masyarakat Miskin di Palembang Komitmen Kapolda Jawa Timur menjaga Pemuda: “Pemuda Berani Melawan Narkoba, Menjaga Persatuan dan Masa Depan Jawa Timur” Daarurrahmah Cup V Resmi Dibuka, Jadi Ajang Silaturahmi dan Unjuk Bakat Pelajar SD/MI se-Kabupaten Bekasi

Nasional

Ada Tarik-Menarik Solo dan Hambalang? Rocky Gerung Baca Arah Politik Prabowo-Jokowi-Gibran

badge-check


					Ada Tarik-Menarik Solo dan Hambalang? Rocky Gerung Baca Arah Politik Prabowo-Jokowi-Gibran Perbesar

Realbatam.com. Jakarta-Hubungan Presiden Prabowo Subianto dengan Joko Widodo kembali menjadi perhatian. Kali ini, posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ikut berada di tengah pembacaan politik yang mengarah pada persiapan menuju Pemilu 2029.

Pengamat politik Rocky Gerung menilai hubungan Prabowo, Jokowi, dan Gibran tidak cukup dilihat sebagai relasi antara presiden, wakil presiden, dan mantan presiden. Ada kalkulasi politik jangka panjang yang dinilai ikut memengaruhi sikap masing-masing tokoh.

Dalam diskusi yang disiarkan Total Politik, Rocky menyinggung aktivitas Jokowi setelah meninggalkan Istana. Menurut dia, safari politik dan kunjungan Jokowi ke berbagai daerah dapat dibaca sebagai upaya mempertahankan pengaruh sekaligus menjaga ruang politik bagi Gibran.

Rocky bahkan mengaitkan masa depan politik Gibran dengan posisi Jokowi setelah tidak lagi menjadi presiden. Ia menilai keberhasilan Gibran melanjutkan karier politik hingga posisi tertinggi dapat menjadi faktor penting bagi keamanan politik keluarga Jokowi.

“Jokowi berkepentingan Gibran punya masa depan politik yang kuat,” kata Rocky, dikutip Minggu, 6 September 2026.

Pembacaan tersebut kemudian berkembang menjadi spekulasi mengenai hubungan politik antara kubu yang diasosiasikan dengan Solo dan lingkaran Hambalang. Setiap pertemuan, gestur, hingga posisi dalam agenda kenegaraan pun ikut diamati publik.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah perubahan tata letak tempat duduk dalam sejumlah kegiatan resmi. Meski pengaturan protokoler memiliki alasan tersendiri, detail tersebut tetap memunculkan spekulasi mengenai kedekatan maupun dinamika hubungan Prabowo dan Gibran.

Bagi Rocky, persoalannya bukan sekadar posisi duduk. Gestur politik dapat menjadi pesan yang dibaca publik, terutama ketika tiga tokoh tersebut memiliki kepentingan politik yang saling berkaitan.

Prabowo sendiri menghadapi situasi yang tidak sederhana. Pemerintahannya harus menjaga stabilitas politik saat kalkulasi menuju 2029 mulai muncul.

Hubungan dengan Jokowi dan Gibran pun tidak hanya menyangkut persoalan personal, tetapi berpotensi memengaruhi persepsi publik terhadap pemerintahan.

Rocky menilai setiap kubu memiliki perhitungan masing-masing. Prabowo disebut harus mempertimbangkan konsekuensi politik apabila terus dikaitkan dengan warisan kekuasaan sebelumnya.

“Semua pihak tentu menghitung dampak politik dan elektoralnya,” ujar Rocky.

Dinamika Prabowo, Jokowi, dan Gibran akhirnya menjadi salah satu gambaran bahwa pertarungan politik 2029 sudah mulai terbentuk sejak jauh hari.

Namun, apakah hubungan ketiganya benar-benar sedang mengalami tarik-menarik kepentingan atau hanya menjadi tafsir publik, masih membutuhkan perkembangan politik berikutnya.

Untuk saat ini, satu hal terlihat jelas: setiap langkah Jokowi, Prabowo, maupun Gibran semakin mudah menjadi bahan pembacaan politik. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

10 Tahun Diperjuangkan, Gas Natuna Kini Resmi Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi

29 Oktober 2026 - 02:52 WIB

Operasi Patuh 2026, Polri Ajak Masyarakat Jadikan Keselamatan sebagai Kebiasaan

29 Oktober 2026 - 00:35 WIB

Setelah Ramai Jadi Sorotan Publik, Dua Putra Gus Irfan Tinggalkan Jabatan Tenaga Ahli Kemenhaj

27 Oktober 2026 - 16:07 WIB

Wamenhaj Imbau Umrah Tak Naik Pesawat Transit Malaysia-Singapura

27 Oktober 2026 - 03:20 WIB

Bamsoet Dukung Sufmi Dasco: Indonesia Harus Berani Tentukan Rating Bursa Sendiri, MSCI Bukan Penentu Nasib Ekonomi Bangsa

26 Oktober 2026 - 19:28 WIB

Trending di Nasional