Pesantren An Ni’mah Sagulung Terbakar, Santri Terlihat Panik dan Berhamburan Dewi Ansar Buka OKE GAS di Mapur, Perkuat Peran Keluarga Cegah Stunting DPP GEMA SILAMPARI Desak Usut Dugaan Penyimpangan Anggaran Proyek Infrastruktur Di Kota Lubuklinggau. Pemprov Kepri dan Kejati Kepri Perkuat Pengamanan Proyek Strategis dan Pemulihan Aset Daerah Merawat Warisan Sejarah Pulau Penyengat, Harapan Ekonomi Masyarakat Menguat 442 Atlet Batam Berlaga di Porprov Kepri 2026, Targetkan Juara Umum

Kepulauan Riau

Peringatan Hari Pangan Sedunia 2026, Wagub Nyanyang Ajak Petani Kepri Berinovasi, Perkuat Ketahanan Pangan melalui Teknologi Pertanian

badge-check


					Wagub Nyanyang mencoba inovasi pembajak sawah yang dimodifikasi menggunakan mesin. Perbesar

Wagub Nyanyang mencoba inovasi pembajak sawah yang dimodifikasi menggunakan mesin.

Realbatam.com. Dompak-Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura mengajak para petani terus berinovasi dan memanfaatkan teknologi pertanian untuk meningkatkan produktivitas serta memperkuat ketahanan pangan daerah.

Hal tersebut disampaikannya saat memperingati Hari Pangan Sedunia Tahun 2026 melalui kegiatan tanam padi bersama menggunakan sistem PM-AAS di Kelompok Tani Poyotomo Makmur, Desa Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan, Jumat (16/10/2026).

Mengusung tema “Berinovasi Hari Ini, Memberi Makan Masa Depan”, kegiatan ini menjadi momentum untuk mendorong penerapan pertanian modern yang lebih efisien, terukur, dan sesuai dengan kondisi lahan di Kepulauan Riau.

Nyanyang mengatakan, ketahanan pangan merupakan tantangan penting bagi Kepri yang memiliki karakteristik wilayah kepulauan, dengan kondisi lahan, iklim, dan akses distribusi yang beragam. Karena itu, peningkatan produksi pangan lokal perlu didukung pemanfaatan teknologi yang tepat guna serta penguatan kapasitas petani.

Menurutnya, inovasi dalam pertanian tidak cukup hanya dengan memperkenalkan teknologi baru. Penerapannya juga harus diikuti pendampingan yang berkelanjutan agar petani mampu mengelola lahan secara optimal dan memperoleh manfaat nyata dari peningkatan produktivitas.

“Teknologi harus benar-benar memberi manfaat bagi petani. Karena itu, penerapannya perlu didukung pengelolaan air dan tanah yang baik, penggunaan benih bermutu, pemupukan berimbang, serta pengendalian hama yang tepat,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tanam padi bersama ini tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi menjadi sarana pembelajaran dan percontohan yang dapat dievaluasi secara berkelanjutan. Hasilnya perlu dicatat, mulai dari pertumbuhan tanaman, efisiensi penggunaan sarana produksi, produktivitas yang dicapai, hingga dampaknya terhadap pendapatan petani.

Dengan demikian, penerapan sistem PM-AAS dapat menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan pertanian pada musim tanam berikutnya.

Dalam kesempatan tersebut, juga direncanakan penyerahan bantuan sarana produksi pertanian kepada kelompok tani penerima, terdiri atas sembilan kelompok tani untuk komoditas cabai dan dua kelompok tani untuk komoditas padi.

Nyanyang berharap bantuan tersebut dimanfaatkan secara tepat sasaran dan bertanggung jawab sehingga dapat mendorong peningkatan produksi. Ia juga meminta perangkat daerah, penyuluh, Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP), serta seluruh mitra untuk terus mendampingi petani sejak persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, hingga panen dan pemasaran.

Menurutnya, peningkatan produksi harus berjalan seiring dengan terbukanya akses pasar dan membaiknya kesejahteraan petani. Sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, instansi teknis, dunia usaha, organisasi petani, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian pangan daerah.

“Keberhasilan ketahanan pangan tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari meningkatnya produksi, membaiknya pendapatan petani, terjaganya lingkungan, dan semakin kuatnya kemandirian pangan daerah,” tegasnya.

Melalui peringatan Hari Pangan Sedunia 2026, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau berharap semangat inovasi dan kolaborasi semakin tumbuh di kalangan petani. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat produksi pangan lokal sekaligus mengurangi kerentanan daerah terhadap gangguan pasokan dan gejolak harga pangan.

Kegiatan ini diselenggarakan melalui kolaborasi Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan Provinsi Kepri, BRMP Kepulauan Riau, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bintan, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), para penyuluh, serta kelompok tani. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dewi Ansar Buka OKE GAS di Mapur, Perkuat Peran Keluarga Cegah Stunting

27 Oktober 2026 - 20:48 WIB

Pemprov Kepri dan Kejati Kepri Perkuat Pengamanan Proyek Strategis dan Pemulihan Aset Daerah

27 Oktober 2026 - 20:25 WIB

Merawat Warisan Sejarah Pulau Penyengat, Harapan Ekonomi Masyarakat Menguat

27 Oktober 2026 - 19:46 WIB

Seluruh Fraksi Setuju, Ranperda Pengelolaan Barang Milik Daerah Kepri Siap Disahkan

26 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Wagub Nyanyang Pantau Pelaksanaan TKA SMA/SMK di Batam, Motivasi Siswa Raih Hasil Terbaik

26 Oktober 2026 - 16:36 WIB

Trending di Kepulauan Riau