Arus Balik HMI: Dari Kuadran Pasar Menuju Sosialisme Konstitusional Pimpin Apel Gabungan, Bupati Aneng Tekankan Pentingnya Disiplin dan Integritas ASN Wamenhaj Imbau Umrah Tak Naik Pesawat Transit Malaysia-Singapura Rencana Penggunaan PLTN di Batam: Antara Ketahanan Energi Nasional dan Ancaman Keselamatan Publik Bamsoet Dukung Sufmi Dasco: Indonesia Harus Berani Tentukan Rating Bursa Sendiri, MSCI Bukan Penentu Nasib Ekonomi Bangsa Mendagri Tito Karnavian: Normalisasi 137 Sungai Jadi Prioritas Pulihkan Pascabencana Sumatera

Lingga

Selain Pantai Dungun, Karung Diduga Berisi Limbah B3 Juga Ditemukan di Tiga Pantai Lainnya

badge-check


					Selain Pantai Dungun, Karung Diduga Berisi Limbah B3 Juga Ditemukan di Tiga Pantai Lainnya Perbesar

RealBatam.com,Lingga-Temuan karung yang diduga berisi limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di Pantai Dungun, Desa Belungkur, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga, ternyata tidak berdiri sendiri. Limbah serupa juga ditemukan di tiga pantai lain di wilayah desa tersebut.

Kepala Desa Belungkur, Arif Rafandi, mengatakan karung-karung dengan ciri yang sama ditemukan di Pantai Karang Batu, Pantai Laboh Ujung, dan Pantai Bokelang, selain di Pantai Dungun.
“Selain di Pantai Dungun, karung yang diduga berisi limbah B3 juga ditemukan di Pantai Karang Batu, Pantai Laboh Ujung, dan Pantai Bokelang,” kata Arif saat dikonfirmasi, Senin (9/2).

Arif menjelaskan, hingga saat ini karung yang berhasil diamankan baru berada di kawasan Pantai Dungun. Proses pengamanan dilakukan oleh pemerintah desa bersama masyarakat dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lingga.
“Yang baru bisa kami amankan sementara ini baru di Pantai Dungun, itu pun belum semuanya. Masih banyak karung yang berserakan di pantai lain,” ujarnya.

Berdasarkan perkiraan sementara, jumlah karung yang terdampar di empat pantai tersebut mencapai lebih dari 100 karung. Sebagian di antaranya bahkan dilaporkan sudah pecah dan rusak akibat terbentur batu karang.
“Kalau kami perkirakan, totalnya bisa lebih dari 100 karung. Ada juga yang sudah pecah karena terkena batu karang,” tambah Arif.

Ia mengakui, proses evakuasi seluruh karung tersebut terkendala keterbatasan anggaran. Pemerintah desa, kata dia, tidak memiliki dana operasional untuk menyewa alat berat atau kendaraan khusus guna memindahkan karung ke lokasi yang aman.

“Kami tidak memiliki anggaran untuk operasional pengangkutan. Warga bisa membantu mengumpulkan di tepi pantai, tetapi untuk membawa ke tempat aman tetap membutuhkan alat dan biaya,” ungkapnya.

Meski kondisi perairan saat ini masih terpantau normal, masyarakat berharap penanganan segera dilakukan agar limbah tersebut tidak menimbulkan dampak buruk bagi ekosistem laut dan aktivitas warga pesisir.

“Kami berharap karung-karung ini bisa segera diamankan agar tidak merugikan masyarakat dan lingkungan,” pungkas Arif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pembinaan Berkelanjutan Kemendikdasmen Antarkan Talenta Muda Indonesia Berprestasi di IOAA 2026

12 Oktober 2026 - 23:42 WIB

Ketua DPRD Lingga Menghadiri Pembukaan Turnamen Berjung Cup II

22 September 2026 - 23:51 WIB

Tim Gabungan Berhasil Padamkan Kebakaran Lahan di Desa Mepar, Luas Terbakar ± ½ Hektare

20 September 2026 - 15:54 WIB

Hadapi Kekeringan dan Kabut Asap, Pemkab Lingga Gelar Salat Taubat dan Istighosah

17 September 2026 - 00:03 WIB

Lapangan Merdeka Bergemuruh, Nelayan Tangguh Unjuk Gigi

21 Agustus 2026 - 04:33 WIB

Trending di Lingga