Pimpin Apel Gabungan, Bupati Aneng Tekankan Pentingnya Disiplin dan Integritas ASN Wamenhaj Imbau Umrah Tak Naik Pesawat Transit Malaysia-Singapura Rencana Penggunaan PLTN di Batam: Antara Ketahanan Energi Nasional dan Ancaman Keselamatan Publik Bamsoet Dukung Sufmi Dasco: Indonesia Harus Berani Tentukan Rating Bursa Sendiri, MSCI Bukan Penentu Nasib Ekonomi Bangsa Mendagri Tito Karnavian: Normalisasi 137 Sungai Jadi Prioritas Pulihkan Pascabencana Sumatera Hari Bakti ke-55, BP Batam Gaungkan Semangat “Batam Maju, Investasi Melaju”

Lingga

Masjid Al-Aula Jadi Ikon Kerukunan di Dabo Singkep

badge-check


					Tampak bangunan terkini Masjid Al-Aula di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Senin (23/2). Masjid yang berdiri sejak 1931 ini merupakan masjid tertua di Pulau Singkep Perbesar

Tampak bangunan terkini Masjid Al-Aula di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Senin (23/2). Masjid yang berdiri sejak 1931 ini merupakan masjid tertua di Pulau Singkep

RealBatam.com,Lingga- Al-Aula tercatat sebagai masjid tertua di Pulau Singkep, Kabupaten Lingga. Masjid yang terletak di belakang Pasar Dabo Singkep ini telah berdiri sejak 16 Januari 1931 Masehi atau bertepatan dengan 26 Sya’ban 1349 Hijriah.

Keberadaan masjid ini menjadi simbol kerukunan umat beragama di Dabo Singkep. Meski berada di kawasan yang mayoritas dihuni masyarakat Tionghoa, Masjid Al-Aula tetap berdiri kokoh dan menjadi pusat kegiatan ibadah umat Islam setempat.

Masjid ini dibangun di atas tanah hibah masyarakat dengan pembiayaan swadaya. Awalnya, bangunan masjid berbentuk panggung sederhana dan hanya mampu menampung kurang dari 100 jamaah.

Tokoh agama Dabo Singkep, Kisan Jaya, menjelaskan bahwa seiring waktu dan dukungan masyarakat serta pemerintah, bangunan masjid mengalami renovasi bertahap hingga menjadi dua lantai.

“Dulu bentuknya kecil dan panggung, paling muat 50 sampai kurang dari 100 jamaah. Sekarang sudah dua lantai dan bisa menampung sekitar 700 jamaah,” ujar Kisan, Senin (23/2).

Memasuki usia hampir satu abad, pada 2025 lalu Masjid Al-Aula resmi ditetapkan sebagai Masjid Jami’ karena dinilai telah memenuhi kriteria dan ketentuan yang berlaku.

Selain mengalami perubahan fisik, sarana dan prasarana masjid juga semakin lengkap. Area parkir kini lebih luas, tempat wudhu memadai, serta ruang ibadah telah dilengkapi pendingin ruangan.

Tak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, Masjid Al-Aula juga aktif menjalankan berbagai kegiatan keagamaan. Pengurus rutin menggelar program Magrib Mengaji, kajian agama, hingga latihan manasik haji gratis bagi masyarakat.

“Jadi kami tidak hanya membenahi bangunannya, tapi juga bagaimana jamaah selalu datang dan memakmurkan masjid,” kata Kisan.

Ia menambahkan, meski kepengurusan telah beberapa kali berganti dan bangunan mengalami renovasi, komitmen awal untuk menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat tetap terjaga.

“Pengajian tetap berjalan sejak dulu, hanya tata caranya yang menyesuaikan perkembangan zaman,” tambahnya.

Kisan berharap Masjid Al-Aula dapat terus menjadi motor penggerak bagi generasi muda dan masyarakat dalam menebar kebaikan serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan di Pulau Singkep.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pembinaan Berkelanjutan Kemendikdasmen Antarkan Talenta Muda Indonesia Berprestasi di IOAA 2026

12 Oktober 2026 - 23:42 WIB

Ketua DPRD Lingga Menghadiri Pembukaan Turnamen Berjung Cup II

22 September 2026 - 23:51 WIB

Tim Gabungan Berhasil Padamkan Kebakaran Lahan di Desa Mepar, Luas Terbakar ± ½ Hektare

20 September 2026 - 15:54 WIB

Hadapi Kekeringan dan Kabut Asap, Pemkab Lingga Gelar Salat Taubat dan Istighosah

17 September 2026 - 00:03 WIB

Lapangan Merdeka Bergemuruh, Nelayan Tangguh Unjuk Gigi

21 Agustus 2026 - 04:33 WIB

Trending di Lingga