10 Tahun Diperjuangkan, Gas Natuna Kini Resmi Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi Operasi Patuh 2026, Polri Ajak Masyarakat Jadikan Keselamatan sebagai Kebiasaan BP Batam Matangkan Pekerjaan Teknis Jalan Gajah Mada, Pembukaan jalan Ditargetkan Sesuai Jadwal Hj.Eva Susanti Apresiasi Posbakum YBH-SSB, Dorong Sinergi Bantuan Hukum bagi Masyarakat Miskin di Palembang Komitmen Kapolda Jawa Timur menjaga Pemuda: “Pemuda Berani Melawan Narkoba, Menjaga Persatuan dan Masa Depan Jawa Timur” Daarurrahmah Cup V Resmi Dibuka, Jadi Ajang Silaturahmi dan Unjuk Bakat Pelajar SD/MI se-Kabupaten Bekasi

Pemko Batam

Investasi Batam Capai Rp17,4 Triliun, Kepercayaan Investor Domestik dan Asing Meningkat

badge-check


					Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. Perbesar

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.

Realbatam.com. Batam-Realisasi investasi Kota Batam pada triwulan I tahun 2026 mencapai Rp17,4 triliun. Capaian tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor domestik maupun asing terhadap iklim usaha di Batam yang dinilai semakin kondusif dan kompetitif.

Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyebut pertumbuhan investasi yang signifikan itu menjadi sinyal positif bagi penguatan ekonomi daerah. Kota Batam mencatat realisasi investasi sepanjang Januari hingga Maret 2026 mencapai Rp17,4 triliun. Angka tersebut tumbuh 102,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan meningkat 68,92 persen dibandingkan triwulan IV 2025.

Amsakar mengatakan, pertumbuhan investasi tersebut tidak hanya terlihat dari sisi nilai, tetapi juga dari percepatan realisasi proyek di lapangan. Menurutnya, peningkatan PMDN menjadi salah satu capaian penting pada awal tahun ini. Realisasi PMDN tercatat sebesar Rp8,5 triliun atau tumbuh hingga 216 persen secara tahunan. Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp8,8 triliun.

“Pertumbuhan PMDN ini menjadi sinyal positif bahwa investor domestik semakin percaya terhadap prospek ekonomi dan kepastian investasi di Batam,” kata Amsakar, Selasa (12/5/2026).

Ia menilai keseimbangan pertumbuhan antara PMDN dan PMA memperlihatkan fondasi investasi Batam semakin kuat. Kondisi tersebut juga mencerminkan iklim usaha yang kondusif serta dukungan infrastruktur dan kawasan industri yang terus berkembang.

Dari sisi sektor usaha, investasi di Batam masih didominasi industri bernilai tambah. Industri mesin dan elektronik menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 23,65 persen. Selanjutnya, industri kimia dan farmasi sebesar 21,18 persen, serta sektor jasa lainnya sebesar 17,70 persen.

Adapun sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran berkontribusi sebesar 13,09 persen. Komposisi tersebut menunjukkan arah pembangunan Batam yang semakin mengarah pada penguatan industri modern dan ekosistem bisnis terpadu.

Selain mencatat pertumbuhan tinggi, Batam juga menjadi kontributor utama investasi di Provinsi Kepulauan Riau. Dari total realisasi investasi Kepri sebesar Rp23,8 triliun pada periode yang sama, Batam menyumbang sekitar 73,5 persen.

Amsakar menegaskan capaian tersebut memperkuat posisi Batam sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan investasi strategis di wilayah barat Indonesia.

“Batam terus menunjukkan kemampuan dalam menarik investasi sekaligus mempercepat realisasinya secara produktif. Ini menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan membuka lapangan kerja,” ujarnya. (Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BP Batam Matangkan Pekerjaan Teknis Jalan Gajah Mada, Pembukaan jalan Ditargetkan Sesuai Jadwal

28 Oktober 2026 - 23:39 WIB

Amsakar Luncurkan DUKSTAR, Pelayanan Kependudukan Lebih Dekat ke Warga

28 Oktober 2026 - 11:27 WIB

Peringati Sumpah Pemuda 2026, Dorong Generasi Muda Berkarakter dan Peduli

28 Oktober 2026 - 11:21 WIB

Bertepatan dengan Hari Bakti ke-55, Kepala BP Batam Raih Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2026

28 Oktober 2026 - 10:26 WIB

Pesantren An Ni’mah Sagulung Terbakar, Santri Terlihat Panik dan Berhamburan

27 Oktober 2026 - 21:54 WIB

Trending di Batam