Pesantren An Ni’mah Sagulung Terbakar, Santri Terlihat Panik dan Berhamburan Dewi Ansar Buka OKE GAS di Mapur, Perkuat Peran Keluarga Cegah Stunting DPP GEMA SILAMPARI Desak Usut Dugaan Penyimpangan Anggaran Proyek Infrastruktur Di Kota Lubuklinggau. Pemprov Kepri dan Kejati Kepri Perkuat Pengamanan Proyek Strategis dan Pemulihan Aset Daerah Merawat Warisan Sejarah Pulau Penyengat, Harapan Ekonomi Masyarakat Menguat 442 Atlet Batam Berlaga di Porprov Kepri 2026, Targetkan Juara Umum

BP Batam

Interkoneksi Pipa, BP Batam Lakukan Penguatan Suplai Air Untuk Wilayah Nongsa

badge-check


					Interkoneksi Pipa, BP Batam Lakukan Penguatan Suplai Air Untuk Wilayah Nongsa Perbesar

Realbatam.com. Batam-Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) terus melakukan langkah mitigasi untuk menjaga pelayanan air di wilayah Nongsa dan sekitarnya.

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan Denny Tondano mengatakan dengan mempertimbangkan kondisi sumber air baku di Nongsa, pihaknya menyiapkan langkah penguatan dengan interkoneksi pipa dari IPA Duriangkang dan pengaturan suplai air, agar pelayanan bagi warga tetap terjaga.

“Memang kondisi sumber air baku Nongsa saat ini perlu kita sikapi bersama. Kondisi cuaca dan curah hujan yang relatif rendah turut memengaruhi ketersediaan air baku. Karena itu, pekerjaan interkoneksi ini kami lakukan untuk mengejar kebutuhan pelayanan bagi warga dan pengaturan suplai perlu dilakukan agar sumber air yang tersedia dapat dikelola secara optimal,” jelasnya.

Denny mengatakan pembangunan interkoneksi pipa 250 mm sepanjang 30 meter di Jl. Hang Lekiu Sambau dikebut dan dijadwalkan rampung pada Senin malam ini (5/10/2026).

Pasca-interkoneksi, normalisasi air ke rumah warga diperkirakan mengalir secara bertahap mulai besok malam. Untuk memenuhi kebutuhan selama masa pengerjaan, armada tangki air disiagakan di depan Polda (hidran pemadam) dan pendistribusiannya dikawal oleh Polsek Nongsa dan Tim SPAM.

“Khusus wilayah Bakau Serip, Kelurahan Sambau, Nongsa dan sekitarnya, sedang disiapkan dukungan suplai dari IPAM Duriangkang. Langkah ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat di tengah kondisi sumber air baku Nongsa saat ini,” imbuhnya.

Setelah sistem nantinya kembali stabil, diharapkan aliran air ke wilayah tersebut dan sekitarnya menjadi lebih baik.

Sementara itu, pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga awal Oktober 2026, fenomena El Niño masih berada pada kategori sangat kuat. Kondisi tersebut tercermin dari nilai Southern Oscillation Index (SOI) sebesar -20,4 dan indeks Niño 3.4 sebesar +2,63.

BMKG menyebut kondisi El Niño tersebut cenderung membatasi pembentukan awan hujan secara luas di wilayah Indonesia.

Bagi Batam, Waduk Nongsa tercatat menjadi salah satu yang paling terdampak akibat minimnya curah hujan selama periode musim kemarau hingga Dasarian 1 Oktober 2026.

“Memang kondisi sekarang ini bukan hanya di Batam, tapi di seluruh Indonesia, ada gejala El Niño yang sangat kuat sehingga mengakibatkan banyak kekeringan meteorologis.” jelasnya.

Selain faktor alam, aktivitas perambahan dan penambangan pasir di kawasan tangkapan air dinilai dapat mengurangi kemampuan lahan menyerap air. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap jumlah air yang dapat tersimpan dan kemudian dialirkan menuju waduk.

Lebih lanjut, Denny menerangkan pengaturan suplai air juga akan dilakukan untuk menjaga keberlanjutan pelayanan menyeluruh.

“PT Air Batam Hilir bersama BU SPAM BP Batam akan melakukan penyesuaian pengaturan suplai air untuk menjaga pelayanan dengan mempertimbangkan kondisi sumber air baku di Nongsa.” Terang Denny.

Denny menjelaskan, proses penyesuaian suplai tersebut berpotensi memengaruhi tekanan maupun waktu aliran air di sejumlah wilayah lain, khususnya pada jam pemakaian puncak.

Beberapa wilayah berpotensi terdampak di antaranya Batam Center, Panorama Regency, Buana Vista, Prasetya, Renggali, Bintang Raya, Bida 3, The Hill, Paragon, Bukit Palem, Pemko Sekawan, Taman Raya, BSI dan sekitarnya, serta pada area Batu Aji–Sagulung, Sei Lekop dan sekitarnya.

“Penyesuaian ini merupakan langkah mitigasi untuk menjaga keseimbangan sistem secara keseluruhan. Kami akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi sumber air baku maupun distribusi di lapangan sehingga penanganan dapat dilakukan sesuai kebutuhan,” ujar Denny.

Denny mengimbau masyarakat yang aliran airnya terpenuhi, agar dapat menggunakan air dengan bijak, menghindari pemakaian berlebihan, mengatur penggunaan pada jam puncak, dan menyiapkan cadangan air secukupnya.

“Terima kasih atas pengertian, kesabaran, dan kerja sama pelanggan. Bersama, kita gunakan air secara bijak.” kata Denny.

Masyarakat juga diimbau memperoleh informasi dan menyampaikan keluhan melalui saluran resmi layanan pelanggan Air Batam Hilir.

Dengan langkah mitigasi dan penguatan suplai tersebut, BP Batam berharap penyesuaian yang dilakukan dapat berjalan dengan baik sekaligus menjaga keberlanjutan pelayanan air bersih bagi masyarakat Kota Batam. (Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pesantren An Ni’mah Sagulung Terbakar, Santri Terlihat Panik dan Berhamburan

27 Oktober 2026 - 21:54 WIB

442 Atlet Batam Berlaga di Porprov Kepri 2026, Targetkan Juara Umum

27 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Jambore PKK Batam 2026 Digelar November, 120 Kader Siap Berpartisipasi

27 Oktober 2026 - 17:57 WIB

Hari Bakti ke-55, BP Batam Gaungkan Semangat “Batam Maju, Investasi Melaju”

26 Oktober 2026 - 17:18 WIB

Camat Sagulung Turun Langsung Gotong Royong, Bersihkan Jalan Alternatif di Perumahan Sentosa Perdana

26 Oktober 2026 - 01:21 WIB

Trending di Batam