Realbatam.com. Bintan-Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) tengah mematangkan rencana strategis pembentukan Komando Daerah Militer (Kodam) khusus di wilayah Provinsi Kepulauan Riau.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem pertahanan di kawasan perbatasan yang memiliki nilai geopolitik tinggi.
Rencana tersebut sekaligus akan memisahkan kendali teritorial Kepri dari Kodam XIX/Tuanku Tambusai yang saat ini masih membawahi dua provinsi, yakni Riau dan Kepulauan Riau.
Kepala Staf Korem (Kasrem) 033/Wira Pratama, Achmad Marzuki, mengonfirmasi bahwa Kepri ke depan akan memiliki komando teritorial sendiri.
“Kita akan punya Kodam sendiri, Kodam Kepulauan Riau. Terpisah dari yang di Riau,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa jadwal resmi pembentukan masih menunggu keputusan dari pimpinan TNI AD.
“Tunggu dan dengar saja soal waktunya,” tambahnya.
Seiring rencana pembentukan Kodam, TNI AD juga menyiapkan penguatan di level bawah melalui penambahan Batalyon Teritorial Pembangunan. Saat ini, satu batalyon telah beroperasi di Lingga dengan fokus pada kegiatan teritorial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Ke depan, dua batalyon tambahan direncanakan akan dibangun di Bintan dan Natuna. Satuan ini memiliki fungsi khusus, termasuk mendukung sektor pertanian dan peternakan sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan.
Sementara untuk wilayah Batam, pembangunan batalyon masih menunggu kajian teknis dari Kementerian Pertahanan.
Sebelumnya, Komandan Korem 033/Wira Pratama, Bambang Herqunanto, menegaskan bahwa pembentukan struktur komando baru merupakan respons terhadap meningkatnya kompleksitas ancaman global, khususnya di kawasan strategis seperti Selat Malaka dan Laut Cina Selatan.
“Dengan ancaman yang semakin tinggi, kita membutuhkan kendali yang lebih efektif dan cepat,” ujarnya dalam pernyataan sebelumnya.
Langkah ini juga sejalan dengan kebijakan nasional yang sebelumnya telah meresmikan sejumlah Kodam baru, termasuk pembentukan Kodam XIX/Tuanku Tambusai sebagai hasil pemekaran dari Kodam I/Bukit Barisan.
Peresmian tersebut dilakukan oleh Prabowo Subianto dalam upacara militer pada Agustus 2025 sebagai bagian dari strategi memperkuat pertahanan negara.
Dengan karakter wilayah yang didominasi lautan serta berada di jalur perdagangan internasional, Kepulauan Riau dinilai membutuhkan sistem komando yang lebih mandiri dan responsif.
Pembentukan Kodam khusus Kepri diharapkan mampu mempercepat pengambilan keputusan militer, meningkatkan pengawasan wilayah perbatasan, serta memperkuat stabilitas keamanan di kawasan yang berbatasan langsung dengan negara lain.
Langkah ini sekaligus menandai babak baru dalam penataan kekuatan pertahanan Indonesia di wilayah maritim strategis.







