RealBatam.com,Tanjungpinang-Kebijakan Work From Anywhere (WFA) diperkirakan akan memicu pergerakan masyarakat untuk mudik Lebaran lebih awal pada tahun ini.
Hal tersebut disampaikan Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar dari Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang, Senin (9/3/2026).
Menurut Tito, kebijakan kerja fleksibel yang memungkinkan pegawai bekerja dari berbagai lokasi diperkirakan akan memengaruhi pola perjalanan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Dengan adanya kebijakan tersebut, sebagian masyarakat berpotensi melakukan perjalanan mudik lebih cepat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Diperkirakan arus mudik mulai terjadi pada 16 Maret 2026. Sementara itu, arus balik diprediksi berlangsung pada 27 Maret 2026 setelah masyarakat menyelesaikan rangkaian perayaan Idul Fitri.
“Menjelang hari raya, banyak persoalan yang harus diantisipasi secara bersama oleh kepala daerah, mulai dari stabilitas harga barang, kesiapan infrastruktur, pengaturan arus mudik dan balik, hingga pengamanan pelaksanaan ibadah. Semua perlu disinergikan bersama Forkopimda,” tegas Tito.
Tito menegaskan bahwa pemerintah daerah perlu melakukan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran.
Koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk aparat keamanan, pengelola transportasi, serta instansi terkait lainnya menjadi kunci untuk memastikan kelancaran arus perjalanan masyarakat.
Selain itu, pemerintah daerah juga diminta menjaga stabilitas harga bahan pokok agar tidak terjadi lonjakan harga yang dapat memberatkan masyarakat menjelang hari raya.
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menyatakan bahwa pemerintah daerah siap memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kesiapan daerah menghadapi momentum mudik Lebaran.
Menurutnya, berbagai langkah akan terus dilakukan bersama pemerintah kabupaten dan kota serta instansi terkait guna memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman.
“Kita akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh kabupaten/kota, Forkopimda, serta instansi terkait agar stabilitas harga tetap terjaga dan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan lancar,” ujar Ansar.
Ia menambahkan bahwa kesiapan infrastruktur transportasi serta pengamanan arus perjalanan masyarakat akan menjadi perhatian penting pemerintah daerah menjelang Hari Raya Idul Fitri.









