Hantavirus dari Tikus Sering Tak Disadari karena Mirip Demam Biasa

oleh -33 Dilihat
oleh

Realbatam.com. Kota Tanjungpinang – Banyak masyarakat mengenal penyakit yang ditularkan nyamuk seperti dengue atau malaria. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa tikus juga dapat menjadi sumber penularan penyakit berbahaya, salah satunya hantavirus.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB (Dinkesdalduk KB) Kota Tanjungpinang, Rustam, mengingatkan masyarakat agar lebih menjaga kebersihan lingkungan dan mengendalikan populasi tikus di sekitar rumah guna mencegah risiko penyebaran hantavirus.

“Prinsipnya, lingkungan kita harus bebas dari tikus. Kebersihan rumah harus dijaga dan sampah harus dikelola dengan baik,” kata Rustam, Selasa (12/5/2026).

Hantavirus merupakan penyakit yang gejalanya sering sulit dikenali karena menyerupai demam biasa maupun penyakit lain seperti dengue dan leptospirosis. Gejala awal umumnya berupa demam, nyeri otot, sakit kepala, mual, dan tubuh terasa lemas.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat sebagian orang tidak menyadari telah terpapar virus karena mengira hanya mengalami demam biasa. Karena itu, Kementerian Kesehatan akan menyiapkan pemeriksaan khusus untuk membantu identifikasi kasus.

“Virusnya ini gejalanya sulit dibedakan karena sama-sama demam. Nanti ada tes dari Kemenkes supaya bisa diketahui,” ujarnya.

Rustam menjelaskan hantavirus bukan penyakit yang hanya ditemukan di luar negeri. Paparan virus tersebut juga pernah ditemukan di Indonesia dan berkaitan dengan keberadaan tikus sebagai pembawa virus.

Berbeda dengan penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk, hantavirus menyebar melalui urin, kotoran, atau air liur tikus yang mencemari udara maupun permukaan benda. Seseorang dapat terinfeksi ketika menghirup debu yang terkontaminasi, terutama saat membersihkan ruangan kotor atau area yang menjadi sarang tikus.

Lingkungan yang kotor, tumpukan sampah, saluran air yang tidak terawat, hingga gudang lembap dapat menjadi tempat berkembangnya tikus pembawa penyakit.

Selain menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, warga juga dianjurkan menggunakan masker saat membersihkan area berdebu atau tempat yang ditemukan banyak kotoran tikus guna mengurangi risiko paparan virus.

Upaya mengurangi risiko hantavirus, lanjut Rustam, tidak cukup hanya melalui pengobatan, tetapi juga harus dimulai dari kebiasaan hidup bersih dan pengendalian lingkungan.

“Yang paling penting itu pencegahan. Jangan biarkan rumah kotor dan banyak tikus, karena itu bisa menjadi sumber penyakit,” ucapnya.

Ia juga mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam disertai keluhan yang tidak kunjung membaik, terutama jika tinggal di lingkungan dengan banyak tikus.

Sumber: MC TPI

Redaksi: AA

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.