Pelabuhan Tanjunguban Bangun Dermaga Baru, Target Operasi Akhir 2026

oleh -25 Dilihat
oleh
Gubernur Kepri Ansar Ahmad meninjau proses pemasangan tiang pancang pembangunan Dermaga 2 Pelabuhan ASDP Tanjunguban.

Realbatam.com. Bintan-Pembangunan Dermaga 2 dan peningkatan kapasitas Dermaga 1 di Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Kabupaten Bintan, resmi dimulai, Kamis (18/6).

Proyek ini diharapkan mampu mengurai antrean kendaraan dan penumpukan penumpang yang kerap terjadi saat musim liburan atau periode puncak perjalanan.

Pantauan di lokasi, pekerjaan konstruksi telah dimulai dengan pemasangan tiang pancang menggunakan alat berat yang beroperasi di atas tongkang.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, mengatakan penambahan dermaga dilakukan karena Pelabuhan Tanjunguban selama ini hanya memiliki satu dermaga aktif, berbeda dengan Pelabuhan Telaga Punggur di Batam yang telah memiliki dua dermaga.

“Kalau hanya satu dermaga, saat peak season pasti terjadi penumpukan. Karena itu kami menambah satu dermaga lagi agar pelayanan penyeberangan lebih lancar,” ujar Heru.

Selain pembangunan dermaga baru, ASDP juga menyiapkan sejumlah langkah untuk meningkatkan kapasitas layanan, termasuk kemungkinan penambahan jam operasional kapal RoRo.

Saat ini layanan penyeberangan umumnya berakhir sekitar pukul 18.00 WIB. Namun ke depan, operasional kapal berpotensi diperpanjang hingga pukul 20.00 WIB atau 21.00 WIB menyesuaikan kebutuhan dan volume kendaraan.

Heru menargetkan seluruh pekerjaan pembangunan rampung pada November 2026 sehingga fasilitas baru sudah dapat digunakan menjelang periode Natal dan Tahun Baru.

“Harapannya saat Nataru nanti masyarakat sudah bisa menikmati layanan yang lebih baik,” katanya.

Ia menjelaskan total investasi pembangunan dermaga baru dan peningkatan kapasitas pelabuhan di Tanjunguban dan Telaga Punggur mencapai sekitar Rp133 miliar.

Tak hanya memperkuat fasilitas sandar kapal, ASDP juga akan merevitalisasi ruang tunggu penumpang agar lebih nyaman dan representatif. Proses tender revitalisasi ditargetkan berjalan tahun ini dengan nilai anggaran sekitar Rp17 miliar.

“Dermaga bukan hanya infrastruktur fisik, tetapi penghubung aktivitas ekonomi, pariwisata, dan mobilitas masyarakat. Karena itu kami memastikan pembangunan berjalan sesuai target,” ujarnya.

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, yang meninjau langsung lokasi pembangunan menyatakan dukungannya terhadap proyek tersebut. Menurutnya, peningkatan fasilitas pelabuhan menjadi kebutuhan penting untuk memperkuat konektivitas antarwilayah di Provinsi Kepri yang didominasi kawasan perairan.

Sementara itu, General Manager ASDP Cabang Batam, Reno Yulianto, menjelaskan Dermaga 2 Tanjunguban dibangun dengan panjang sekitar 119,48 meter dan mampu melayani kapal hingga 1.000 Gross Tonnage (GRT). Dermaga tersebut juga akan dilengkapi movable bridge berkapasitas 80 ton.

Sedangkan Dermaga 1 akan ditingkatkan kapasitasnya sehingga dapat melayani kapal hingga 2.000 GRT dengan panjang sandar mencapai 200,90 meter.

Selain di Tanjunguban, ASDP juga melakukan rehabilitasi Dermaga 1 Pelabuhan Telaga Punggur untuk meningkatkan aspek keselamatan dan efisiensi pelayanan penyeberangan.

“Seluruh pekerjaan ditargetkan selesai dan mulai beroperasi pada akhir 2026,” kata Reno.

Data ASDP menunjukkan Pelabuhan Tanjunguban melayani sekitar 301.221 penumpang dan 131.684 kendaraan sepanjang Januari hingga Mei 2026. Rute Tanjunguban–Telaga Punggur menjadi salah satu lintasan penyeberangan tersibuk di Kepulauan Riau. (*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.