Realbatam.com. Dompak-Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kepulauan Riau menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengisian Self-Assessment Questionnaire (SAQ) Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2026, kegiatan dalam rangka menyiapkan 43 OPD di Pemprov Kepri meraih predikat informatif. Bimtek secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Kominfo Kepri Hendri Kurniadi, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan ini diperuntukkan bagi para admin Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Pelaksana, dilaksanakan setiap hari Selasa, mulai 18 Juni hingga 14 Juli 2026. Hendri Kurniadi menjelaskan, Bimtek ini merupakan salah satu strategi Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam mewujudkan target Gubernur Ansar Ahmad agar seluruh 43 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Kepri berhasil meraih predikat Informatif.

Ia menegaskan bahwa keterbukaan informasi tidak hanya sebatas memenuhi kewajiban administratif, namun juga sebagai bentuk komitmen moral dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel di Bumi Bunda Tanah Melayu.
“Tahun 2026 ini, tantangan kita dalam mempertahankan dan meningkatkan kualifikasi predikat Provinsi Informatif semakin dinamis. Tahapan Monev yang diinisiasi Komisi Informasi akan dimulai pada akhir Juli 2026 dan instrumen utamanya adalah pengisian SAQ ini,” ujar Hendri saat membuka kegiatan di Collaboration Room Diskominfo Kepri, Dompak, Tanjungpinang.
Ia juga mengingatkan bahwa lembar borang SAQ merupakan cerminan komitmen nyata implementasi keterbukaan informasi di masing-masing OPD.
“Karena itu, seluruh admin PPID Pelaksana diminta memberikan perhatian serius terhadap proses pengisian dan memastikan validitas data yang disampaikan,” tegasnya.
Kepada para peserta, Hendri menekankan empat hal penting yang harus menjadi perhatian dalam pengisian SAQ. Pertama, mencermati setiap indikator pertanyaan yang ada dalam instrumen penilaian.
Kedua, menyajikan data dan dokumen pendukung secara valid dan akuntabel. Ketiga, meningkatkan koordinasi internal di masing-masing OPD guna memastikan kelengkapan data yang dibutuhkan.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya disiplin dalam mematuhi linimasa atau timeline pengembalian berkas yang telah ditetapkan.
Menurut Hendri, keberhasilan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam meraih predikat Informatif merupakan akumulasi dari kerja keras seluruh PPID Pelaksana melalui penyajian data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Keberhasilan kita di tingkat Provinsi adalah akumulasi dari kerja keras dan validitas data yang disajikan oleh seluruh PPID Pelaksana. Mari kita rapatkan barisan demi mewujudkan Kepri yang semakin informatif,” tegasnya.
Kegiatan Bimtek ini menghadirkan Komisioner Komisi Informasi (KI) Provinsi Kepri sebagai narasumber strategis. Mereka dihadirkan untuk membedah dan menjelaskan langsung indikator-indikator penilaian pada instrumen SAQ terbaru.
Adapun narasumber dari KI Kepri yakni Ketua Bidang Advokasi, Sosialisasi dan Edukasi (ASE) Alfian Zainal serta Ketua Bidang Kelembagaan Encik Afrizal.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik (PLIP) Diskominfo Kepri, Ummil Khalish yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia Pelaksana.
Hadir pula Kepala Bidang Humas Diskominfo Kepri Trio Andana, pejabat fungsional Pranata Humas, serta puluhan admin PPID Pelaksana dari berbagai dinas, badan, dan biro di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.
Melalui bimbingan teknis yang berlangsung secara interaktif ini, diharapkan kualitas pelayanan informasi publik di Kepri terus meningkat.
Selain itu, pelayanan informasi yang diberikan kepada masyarakat juga diharapkan semakin cepat, tepat, dan akurat dalam memenuhi hak publik atas informasi.
Sumber: MC Kepri
Redaksi: Asyraf A










