Tuan Rumah Tanjungpinang Raih Emas, Perak dan Perunggu pada Cabor Panjat Tebing Porprov VI Kepri Dirjen Otda Siap Fasilitasi Usulan Pembangunan Embung ke Kementerian PU Dandim 0315/Tanjungpinang Silaturahmi, Wali Kota Lis Harapkan Sinergi Terus Terjalin Wali Kota Lis: Kemitraan REI dan Pemda Buka Peluang Investasi di Tanjungpinang Pemko Siapkan Senggarang dan Kampung Bugis Jadi Pusat Ekonomi Baru Mulai 2027 Sekdaprov Misni Hadiri MUSDA IV LVRI dan MUSDA PD PIVERI Kepri

Batam

WFA dan Sekolah Daring Segera Diterapkan di Batam

badge-check


					Pegawai di lingkungan Pemko Batam usai apel gabungan di Dataran Engku Putri, Senin (30/3). Perbesar

Pegawai di lingkungan Pemko Batam usai apel gabungan di Dataran Engku Putri, Senin (30/3).

RealBatam.com,Batam-Rencana pemerintah pusat menerapkan skema sekolah daring serta pola kerja fleksibel bagi aparatur sipil negara (ASN) mulai direspons daerah. Pemerintah Kota (Pemko) Batam menyatakan siap mengikuti arah kebijakan tersebut, meski masih menunggu petunjuk teknis resmi.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan sejumlah kebijakan tengah disiapkan pemerintah pusat. Di antaranya penerapan kerja dari mana saja atau Work From Anywhere (WFA) dan kerja dari rumah atau Work From Home (WFH) bagi ASN, serta kemungkinan pembelajaran daring di sekolah.

“Ada beberapa rencana kebijakan dari pusat, seperti WFA dan WFH. Artinya, bekerja bisa dari berbagai tempat, termasuk dari rumah, atau bersifat fleksibel,” ujarnya, Senin (30/3).

Menurut Amsakar, kebijakan tersebut berkaitan erat dengan upaya efisiensi di tengah kondisi global yang tidak menentu. Ia menyinggung situasi dunia yang tengah diwarnai berbagai tekanan, mulai dari konflik hingga ketidakstabilan ekonomi.

“Ini bagian dari efisiensi. Dunia saat ini tidak sedang baik-baik saja. Ada perang dan berbagai kondisi global lain yang berpengaruh,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemerintah pusat mendorong seluruh instansi, termasuk pemerintah daerah, untuk melakukan penghematan penggunaan energi, seperti listrik, bahan bakar minyak (BBM), dan gas.

“ASN diharapkan melakukan efisiensi belanja, terutama listrik, BBM, dan energi lainnya. Salah satu caranya melalui pola kerja fleksibel seperti WFH dan WFA,” katanya.

Tak hanya bagi ASN, konsep efisiensi tersebut juga berpotensi diterapkan di sektor pendidikan melalui skema pembelajaran daring.

“Termasuk di sekolah, ada kemungkinan penerapan sistem daring sebagai bagian dari efisiensi,” tegasnya.

Meski demikian, Amsakar menegaskan hingga saat ini Pemko Batam masih menunggu keputusan resmi beserta petunjuk teknis dari kementerian terkait. Pada prinsipnya, pemerintah daerah siap melaksanakan kebijakan tersebut.

“Kalau kebijakan itu sudah ditetapkan oleh pusat, tentu akan kami jalankan,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, Pemko Batam sebelumnya telah mencoba pola kerja fleksibel secara terbatas. Skema WFA sempat diterapkan selama tiga hari, yakni Rabu hingga Jumat pada pekan lalu, sebelum apel gabungan ASN digelar.

“Sudah pernah kita uji coba, kurang lebih tiga hari sebelum apel gabungan,” katanya.

Ke depan, implementasi kebijakan tersebut akan sangat bergantung pada aturan teknis yang ditetapkan pemerintah pusat, termasuk mekanisme pengawasan dan evaluasi.

“Kami tinggal menunggu petunjuk teknis operasional sebagai acuan pelaksanaan di daerah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perkuat Pertahanan Negara, Pemko Batam Kirim 35 ASN Ikuti Seleksi Komcad

5 November 2026 - 01:55 WIB

Penataan Reklame Batam Mengacu Masterplan, Tujuh Permohonan Disetujui

4 November 2026 - 21:15 WIB

Surat Terbuka Untuk Bapak Presiden RI Prabowo Subianto

4 November 2026 - 18:13 WIB

Buka Ruang Kolaborasi, Amsakar Tekankan Peran Pers dalam Pembangunan Batam

4 November 2026 - 17:58 WIB

Tindak Lanjuti Laporan Warga, Amsakar Pastikan Tiga Anak di Bengkong Mendapat Akses Pendidikan

3 November 2026 - 22:22 WIB

Trending di Batam