Pasi Intel Kodim 0316 Batam Klarifikasi Tudingan Ancaman terhadap Yusril Koto

oleh -66 Dilihat
oleh

Realbatam.com. Batam-Pasi Intel Kodim 0316 Batam akhirnya memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang menyebut adanya dugaan ancaman terhadap Yusril Koto, Gubernur LSM LIRA Kepulauan Riau. Pihak Kodim menegaskan bahwa informasi yang beredar dinilai tidak utuh dan perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Dalam keterangannya, Pasi Intel menyampaikan bahwa tidak pernah ada niat maupun tindakan intimidasi atau ancaman seperti yang diberitakan. Ia menjelaskan, komunikasi yang terjadi saat itu semata-mata bertujuan memberikan penjelasan terkait status lahan dan informasi yang berkembang di lapangan.

“Tidak ada pengancaman seperti yang dituduhkan. Kami hanya memberikan penjelasan mengenai status lahan dan asal-usulnya. Jika ada pihak yang merasa terancam, itu bukan maksud kami,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa lahan yang dimaksud bukan merupakan proyek militer, melainkan berkaitan dengan kepentingan masyarakat dan pengelolaannya berada di bawah kewenangan instansi terkait, termasuk BP Batam dan pemerintah daerah. Oleh karena itu, pihaknya meminta agar tidak ada asumsi liar yang menyebut keterlibatan institusi TNI dalam proyek tersebut.

Terkait adanya penolakan dari warga, Pasi Intel mengaku pihaknya tidak memiliki informasi detail mengenai hal tersebut.

Menurutnya, jika memang terdapat permasalahan di lapangan, seharusnya dilakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak terkait seperti Babinsa, Bhabinkamtibmas, atau aparat kelurahan.

“Kalau memang ada persoalan, sebaiknya dikonfirmasi terlebih dahulu. Jangan langsung membuat pemberitaan tanpa klarifikasi dari semua pihak. Prinsip jurnalistik itu harus berimbang,” tegasnya.

Ia juga menyayangkan munculnya pemberitaan yang dinilai sepihak dan tidak melalui proses konfirmasi. Menurutnya, hal tersebut berpotensi memicu kegaduhan publik.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa lokasi yang sempat disorot dalam pemberitaan sebenarnya sudah tidak lagi menjadi bagian dari rencana pembangunan setelah dilakukan survei. Bahkan, di lokasi tersebut belum ada aktivitas pembangunan seperti pemancangan.

“Lokasi itu masih sebatas wacana dan sudah tidak dilanjutkan. Jadi tidak benar kalau disebut ada upaya penyerobotan atau pembangunan bermasalah,” jelasnya.

Terkait tudingan adanya ancaman dengan kata-kata kasar, pihaknya kembali menegaskan bahwa tidak ada ucapan yang mengarah pada ancaman fisik maupun penggunaan senjata.

“Tidak ada itu. Kalau pun ada kesalahpahaman, mungkin karena komunikasi yang tidak berjalan baik. Bisa jadi terjadi emosi sesaat, tapi bukan ancaman seperti yang diberitakan,” katanya.

Pasi Intel berharap ke depan semua pihak, termasuk media, dapat mengedepankan klarifikasi dan verifikasi sebelum mempublikasikan informasi, guna menjaga kondusivitas dan menghindari kesimpangsiuran di masyarakat.

“Konfirmasi itu penting. Kalau komunikasi dilakukan sejak awal, mungkin tidak akan terjadi kegaduhan seperti sekarang,” tutupnya.

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.