Misteri Kematian Bendahara RSBP Batam: Ponsel di Kantor, Motor Raib

oleh -425 Dilihat
oleh

RealBatam.com,Batam-Teka-teki kematian Sapto Agus Nugroho, Bendahara Keuangan BP Batam yang bertugas di Rumah Sakit BP Batam, masih menyisakan misteri. Berbagai kejanggalan muncul usai pria paruh baya itu ditemukan tewas mengapung di perairan Galang, Jumat, 13 Februari 2026 lalu.

Salah satu keanehan yang menjadi sorotan adalah ponsel milik korban yang justru tertinggal di ruang kerjanya. Sementara, sepeda motor yang ia gunakan sehari-hari raib tanpa jejak.

Dari informasi yang dihimpun di lapangan, Kamis, 12 Februari 2026 pagi sekitar pukul 07.00 WIB, korban terlihat berangkat ke kantor menggunakan sepeda motor. Ia sempat mengisi absen dan masuk ke ruangan.

Namun, tak sampai 15 menit berselang, korban keluar kantor lagi. Ia mengendarai motornya dan membawa satu tas. Yang mengganjal, ponsel miliknya tetap berada di atas meja kerja.

Sejak saat itu, korban tak pulang. Keluarga mulai curiga setelah tak ada kabar hingga Sabtu, 14 Februari 2026 sore. Kecurigaan itu berubah jadi duka saat ada kabar dari Rumah Sakit Bhayangkara bahwa korban ditemukan meninggal.

Hasil autopsi menyebut tak ada tanda kekerasan di bagian luar tubuh korban.
Kapolsek Galang, Iptu Hendrizal, menjelaskan jasad pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan yang hendak mengangkat bubu (perangkap ikan). Saat ditarik, bubu terasa lebih berat dari biasanya.

“Setelah dicek, nelayan mendapati sesosok tubuh pria tersangkut di dalam perangkap. Ia langsung melapor ke aparat setempat,” kata Hendrizal.

Kondisi jasad sudah membengkak, diperkirakan korban telah hanyut dan berada di laut selama beberapa hari. Korban hanya mengenakan baju kaos tanpa identitas apapun. Jasad langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara.

Di rumah duka Komplek Ditpam Blok S No 5 Kelurahan Sukajadi, tampak sejumlah karangan bunga ucapan belasungkawa. Sapto diketahui telah mengabdi sekitar 25 tahun di BP Batam.

Eko, salah seorang anak korban, enggan banyak bicara. Ia menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian.
“Kami tidak ingin memberikan keterangan lebih. Yang jelas, motor Vario milik ayah hingga kini belum ditemukan,” kata Eko singkat, Senin, 16 Februari 2026 sore.

Kerabat korban yang datang dari Jawa Timur juga mengaku tak tahu pasti penyebab kematian, Ia menyebut hanya keluarga inti yang mengetahui persis duduk perkara.

Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol M Debby Tri Andrestian mengatakan pihaknya masih mendalami kasus ini. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan.

“Dari hasil sementara, ponsel dan dompet korban ditemukan di dalam kantor. Kami masih terus menyelidiki,” ujar Debby singkat. Polisi juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengecek laporan orang hilang yang diduga berkaitan dengan temuan mayat ini. Hingga kini, motif dan penyebab pasti kematian Sapto masih menjadi tanda tanya besar.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.