Laskar Melayu Bersatu KEPRI KOTA BATAM Kawal Ketat Sidang Adat di Gedung LAM, Dukung Penuh Penertiban Daging B2 dan Tuak serta Serukan Stop Hina Suku di Medsos

oleh -12 Dilihat
oleh

Realbatam.com. BATAM – Gelombang dukungan terhadap Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam terus menguat. Laskar Melayu Bersatu KEPRI KOTA BATAM secara resmi menyatakan dukungan penuh atas keputusan LAM Kota Batam terkait penertiban penjualan daging B2 dan tuak di wilayah Kota Batam. Dukungan itu ditegaskan langsung dengan kehadiran Panglima Sulung Lukman Hakim beserta jajaran pengurus dan puluhan anggota dalam sidang adat yang digelar di Gedung LAM Kota Batam, Senin 1 Juni 2026.

Tampak hadir mendampingi Panglima Sulung Lukman Hakim, yaitu Timbalan I Dato’ Januarja, Setia Usaha Dato’ Helmy, Timbalan Setia Usaha Datin Sri Hastuti SH, serta Datok Laksamana Tengku Sofyan. Kehadiran mereka bersama anggota dan Hulubalang Laskar Melayu Bersatu KEPRI KOTA BATAM menunjukkan soliditas organisasi dalam mengawal marwah adat Melayu.

Panglima Sulung Lukman Hakim menyebut keputusan LAM adalah langkah strategis untuk menjaga marwah dan kedaulatan adat Melayu di tanahnya sendiri. Menurutnya, penertiban penjualan daging B2 dan tuak bukan sekadar soal dagang, tapi soal adab, norma, dan penghormatan terhadap nilai-nilai luhur yang telah diwariskan turun-temurun oleh tetua Melayu.

“Tanah Melayu bertuan, adat Melayu dijunjung. Keputusan LAM Kota Batam ini wajib kita kawal bersama. Kami dari Laskar Melayu Bersatu KEPRI KOTA BATAM berdiri di barisan paling depan untuk memastikan titah lembaga adat ini tegak. Siapapun yang hidup dan mencari makan di Bumi Melayu, wajib tunduk pada adat dan resam yang berlaku,” tegas Panglima Sulung Lukman Hakim usai sidang adat.

Menambahkan hal tersebut, Timbalan I Dato’ Januarja menegaskan pentingnya menjaga keamanan Kota Batam melalui kepatuhan terhadap aturan adat dan pemerintah.

“Atas nama Laskar Melayu Bersatu KEPRI KOTA BATAM, saya Dato’ Januarja tegaskan: keamanan Kota Batam harga mati. Tidak ada tawar-menawar. Semua suku, semua golongan yang hidup di tanah ini wajib patuh pada aturan yang sudah ditetapkan LAM Kota Batam dan Pemerintah. Hormati tuan rumah, jaga adab, jaga lisan. Kalau adat dan aturan ditabrak, jangan salahkan kami jika marwah kami berdiri. Batam aman kalau kita semua tahu diri dan tahu batas,” tegas Dato’ Januarja.

Pantauan di lokasi, sejak pagi Gedung LAM Kota Batam sudah dipadati anggota dan Hulubalang Laskar Melayu Bersatu yang datang dengan tertib menggunakan atribut lengkap. Mereka mengawal jalannya sidang adat dari awal hingga selesai. Kehadiran Laskar Melayu Bersatu menjadi simbol bahwa masyarakat adat Melayu tidak diam ketika marwahnya diusik. Suasana sidang berlangsung khidmat, dijaga ketat agar tetap bermarwah dan tidak ditunggangi kepentingan lain.

Dalam kesempatan yang sama, Laskar Melayu Bersatu KEPRI KOTA BATAM juga menyampaikan kecaman keras terhadap pernyataan Raja Situmorang yang viral dan dinilai menghina bangsa Melayu. Laskar Melayu Bersatu menilai ucapan tersebut tidak hanya melukai perasaan bangsa Melayu, tapi juga berpotensi merusak tenun kebhinekaan dan toleransi yang selama ini dijaga bersama di Kota Batam.

“Ini bukan soal pribadi. Ini soal marwah satu bangsa. Lisan yang mencela bangsa Melayu adalah lisan yang menantang seluruh masyarakat Melayu. Kami minta Raja Situmorang bertanggung jawab penuh atas ucapannya di hadapan hukum negara dan hukum adat yang berlaku di tanah Melayu,” tegas Panglima Sulung Lukman Hakim.

Lebih lanjut, Laskar Melayu Bersatu KEPRI KOTA BATAM meminta semua pihak maupun oknum-oknum untuk berhenti menghina suku di sosial media. Laskar Melayu Bersatu menegaskan bahwa ruang digital bukan tempat untuk menebar kebencian antar suku dan agama.

“Kami minta stop hina suku dan SARA di medsos. Jaga lisan, jaga jari. Batam ini rumah kita bersama. Kalau mau hidup rukun, maka hormati adat dan jaga kerukunan. Jangan karena satu dua oknum, Batam jadi gaduh,” seru Panglima Sulung Lukman Hakim yang didampingi Timbalan I Dato’ Januarja, Setia Usaha Dato’ Helmy, Timbalan Setia Usaha Datin Sri Hastuti SH, dan Datok Laksamana Tengku Sofyan.

Laskar Melayu Bersatu KEPRI KOTA BATAM menegaskan bahwa peristiwa ini harus menjadi pelajaran penting bagi seluruh suku yang hidup di Batam. Bahwa setiap warga, dari manapun asalnya, wajib menghormati adat istiadat setempat. Batam adalah rumah besar bersama, namun rumah itu punya tuan dan punya aturan.

“Jangan coba-coba menabur benih perpecahan di tanah Melayu. Kami cinta damai, tapi kami lebih cinta marwah. Kalau adab ditabrak, kami wajib berdiri paling depan menjaganya,” lanjut Panglima Sulung Lukman Hakim.

Menutup pernyataannya, Laskar Melayu Bersatu KEPRI KOTA BATAM mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas Kota Batam. Laskar Melayu Bersatu juga mendesak aparat penegak hukum untuk memproses setiap tindakan yang mencederai marwah adat dan mengganggu ketertiban umum secara profesional, transparan, dan berkeadilan sesuai koridor hukum yang berlaku.

“LAM sudah bersikap. Laskar Melayu Bersatu sudah bersuara. Sekarang kami tunggu langkah tegas dari negara. Marwah Melayu tidak untuk dipermainkan,” pungkas Panglima Sulung Lukman Hakim bersama jajaran.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.