GNTL Batam: Tingginya Kasus HIV Harus Jadi Alarm Serius, Pemko Diminta Perkuat Ketahanan Keluarga dan Perlindungan Generasi Muda

oleh -3 Dilihat
oleh

Realbatam.com. Batam– Gerakan Nasional Tolak LGBT (GNTL) Batam menyampaikan keprihatinan atas masih tingginya angka kasus HIV di Kota Batam yang dinilai harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan. Organisasi tersebut meminta Pemerintah Kota Batam bersama DPRD, Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta lembaga adat untuk memperkuat langkah-langkah pencegahan melalui kebijakan yang berorientasi pada ketahanan keluarga, pendidikan karakter, dan perlindungan generasi muda.

Koordinator Umum GNTL Batam, Rudi Susanto, menegaskan bahwa persoalan HIV tidak dapat dipandang semata sebagai isu kesehatan, melainkan juga perlu dilihat dari aspek sosial, pendidikan, dan pembinaan masyarakat. Menurutnya, tingginya angka kasus yang terus ditemukan setiap tahun harus menjadi alarm bagi seluruh elemen bangsa untuk memperkuat upaya pencegahan sejak dini.

“Tingginya kasus HIV di Kota Batam yang mana banyak di sumbangkan oleh pengidap orientasi seksual ekstrem atau LGBT harus menjadi alarm serius bagi kita semua. Pencegahan tidak cukup hanya melalui pendekatan medis, tetapi juga membutuhkan penguatan nilai-nilai keluarga, pendidikan karakter, serta peran aktif masyarakat dalam membimbing generasi muda,” ujar Rudi Susanto.

Menurut Rudi, keluarga merupakan benteng utama dalam membentuk karakter dan moral generasi muda. Oleh karena itu, berbagai program yang mendorong penguatan fungsi keluarga, pendidikan karakter, serta pembinaan sosial perlu menjadi perhatian bersama agar anak-anak dan remaja memiliki ketahanan yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan perkembangan zaman.

GNTL Batam juga mendorong Pemerintah Kota Batam untuk memperluas sosialisasi mengenai kesehatan masyarakat, bahaya HIV/AIDS, serta pentingnya perilaku hidup sehat melalui pendekatan edukatif yang melibatkan sekolah, perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

“Kami meminta Pemerintah Kota Batam bersama DPRD, Forkopimda, tokoh agama, serta lembaga adat seperti Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau untuk duduk bersama merumuskan langkah-langkah yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan guna memperkuat ketahanan keluarga, pendidikan karakter, dan perlindungan generasi muda,” tegas Rudi.

Lebih lanjut, Rudi menilai bahwa penanganan HIV/AIDS harus dilakukan secara komprehensif dengan mengedepankan edukasi, pencegahan, pendampingan, serta peningkatan kesadaran masyarakat. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghindari stigma dan diskriminasi terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA), karena mereka tetap memiliki hak yang sama untuk memperoleh pelayanan kesehatan dan perlindungan sebagai warga negara.

“Pencegahan harus berjalan beriringan dengan pendekatan kemanusiaan. Kita harus mampu membangun kesadaran masyarakat tanpa menimbulkan diskriminasi terhadap mereka yang hidup dengan HIV/AIDS,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Rudi Susanto berharap Pemerintah Kota Batam dapat mengambil langkah yang lebih konkret dalam memperkuat ketahanan keluarga dan perlindungan generasi muda sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan masyarakat yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing.

“Perlindungan generasi muda merupakan investasi masa depan Kota Batam. Karena itu, seluruh elemen masyarakat harus bersatu membangun lingkungan yang sehat, kuat, dan bermartabat demi masa depan daerah dan bangsa,” tutup Rudi Susanto.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.